- IBI Tanggamus Lampaui Target Pap Smear, Sumbang Capaian Rekor MURI Lampung
- Kepala BPS RI Piminpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi
- Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat
- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi
- Camat Talang Padang Pimpin Bersih-bersih Titik Rawan Banjir
- Wali Kota Metro Lepas 15 Atlet Airsoftgun Komunitas KDRT ke Kejurnas INASOC II Jakarta
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kapolres Cup 2026
- Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur Periode 2026–2031
- Sekda Rustam Effendi Buka MUSKAB V PMI Lampung Timur
Mahasiswa ITERA Dirikan Sanggar Tani SIPETANI di Desa Bagelen
Dorong Pertanian Modern dan Produktifitas Petani

PESAWARAN, MFH,-- Keterbatasan lahan pertanian bukan
menjadi hambatan bagi masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan,
Kabupaten Pesawaran, untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Berkat gagasan
mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari Program Studi Matematika dan
Teknik Perkeretaapian, kini Desa Bagelen memiliki Sanggar Tani Sistem Pertanian
Hidroponik Berbasis Vertical Farming (SIPETANI) sebagai pusat inovasi sekaligus
pelatihan pertanian modern.
Sanggar Tani SIPETANI hadir melalui Program Penguatan
Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kemendikbudristek yang
dilaksanakan pada 18 Juli–12 Oktober 2025. Dengan melibatkan 15 mahasiswa dari
dua program studi, inisiatif ini dirancang untuk membantu petani setempat
mengatasi keterbatasan lahan, meningkatkan produktivitas, serta menumbuhkan
kemandirian melalui teknologi hidroponik dan vertical farming.
Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama
Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Bagelen.
Baca Lainnya :
- Bupati Nanda Indira Ajak GP Ansor Sinergi Majukan Pembangunan Keagamaan di Kabupaten Pesawaran0
- Bupati Nanda Salurkan Ribuan Paket Beras untuk Keluarga Balita Stunting0
- Napsiah Warga Desa Gunung Sugih Kedondong Terima Manfaat Program BERKAT0
- Yonif 7 Marinir Laksanakan Tradisi Pelepasan Purna Tugas Prajurit0
- Gerak Cepat Pleton Siaga Bencana Yonif 7 Marinir Atasi Material Tanah Longsor0
Masyarakat tidak hanya belajar membangun instalasi
hidroponik, tetapi juga memahami teknik budidaya modern, pengolahan pascapanen,
hingga strategi pemasaran.
Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain
bayam, selada, kangkung, dan sawi, seluruhnya ditanam dengan metode ramah
lingkungan dan efisien lahan.
Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd.,
menyebut pendirian sanggar ini menjadi peluang baru bagi warganya.
Inovasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk
belajar pertanian modern sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
"Harapannya, sanggar ini dapat menjadi
contoh bagi desa lain di Pesawaran bahkan di Lampung,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari warga. Eka Dewi, perwakilan
KWT, menyampaikan bahwa pendampingan mahasiswa ITERA membawa pengetahuan baru
bagi warga desa.
Kini masyarakat bisa mengolah hasil pertanian secara
modern, menghasilkan produk lebih berkualitas, dan siap dipasarkan lebih
luas.
"Terima kasih kepada mahasiswa ITERA yang telah
membimbing kami,” tuturnya.
Ketua Karang Taruna Desa Bagelen menambahkan,
kehadiran sanggar ini memantik semangat generasi muda untuk berkarya di bidang
pertanian. Menurutnya, program ini bukan hanya memperkenalkan teknologi
pertanian modern, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru sekaligus
memperkuat gotong royong masyarakat.
Wakil Ketua Tim PPK Ormawa, Egis Efri Rahyunda,
menuturkan bahwa program ini menghasilkan sejumlah capaian penting. Output dari
program ini meliputi terbentuknya sanggar sebagai pusat pelatihan pertanian
modern, peningkatan kapasitas KWT dan petani muda, pemanfaatan lahan sempit
menjadi produktif, hingga lahirnya petani baru dengan rencana usaha tani.
"Selain itu, program ini juga menghasilkan
kurikulum pelatihan nonformal, buku ber-ISBN, HKI, hingga publikasi media
sebagai dokumentasi,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, Sanggar Tani SIPETANI
ditargetkan menjadi pusat pengembangan pertanian modern di tingkat desa.
Mahasiswa ITERA berkomitmen mendampingi masyarakat Bagelen agar mampu
memperluas jejaring pemasaran melalui media digital, sekaligus menjalin kerja
sama dengan berbagai pihak demi keberlanjutan program. [MFH/Kominfotik
Pesawaran]
BPKP Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Komitmen
Pencegahan Korupsi Melalui Rencana Aksi Kolaboratif [MFH/Dinas Kominfotik Pesawaran]











3.jpg)