- Pentas PAI Jadi Ruang Tumbuh Prestasi dan Karakter Siswa
- MUSDA VI IGRA Bandar Lampung Fokus pada Regenerasi dan Penguatan Tata Kelola Organisasi
- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
- Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos
- Pemkab Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Secara Daring
- Hadiri Pengajian Akbar KBNU Bekri, Plt Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kerukunan
MUSDA VI IGRA Bandar Lampung Fokus pada Regenerasi dan Penguatan Tata Kelola Organisasi


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Kepala Kantor
Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan pentingnya
peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penguatan tata kelola organisasi dalam
mendukung pengembangan pendidikan Raudhatul Athfal (RA) di Kota Bandar Lampung.
Hal tersebut disampaikan Erwinto saat membuka
Musyawarah Daerah (MUSDA) VI Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Bandar
Lampung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Kamis
(24/9/2026).
Baca Lainnya :
- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung0
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera0
- Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas0
- APBD-P 2026 Disepakati, Pemprov Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi0
- Gubernur Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi0
Dalam arahannya pada MUSDA bertema “Regenerasi
Kepemimpinan Menuju IGRA yang Harmonis dan Berkualitas”, Erwinto menyoroti
kualifikasi guru RA, khususnya pemenuhan sertifikasi pendidik yang saat ini
belum mencapai 50 persen.
Erwinto meminta kepengurusan IGRA yang
terbentuk melalui MUSDA melakukan inventarisasi data guru dan memperkuat
komunikasi terkait kesesuaian linearitas pendidikan dengan bidang tugas
masing-masing.
“Sertifikasi guru RA saat ini belum mencapai
separuh. Ini perlu dikomunikasikan dan didiskusikan bersama, apakah kendalanya
karena ketidaksesuaian linearitas pendidikan atau faktor lainnya,” ujar
Erwinto.
Selain peningkatan kualifikasi pendidik,
Erwinto menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut
memengaruhi pelaksanaan kegiatan organisasi dan operasional instansi. Kondisi
tersebut, menurutnya, perlu direspons dengan penguatan kemandirian organisasi
dan komunikasi yang efektif.
“Di tengah efisiensi anggaran saat ini, seluruh
kegiatan organisasi diselenggarakan secara mandiri. Kita harus mempererat
kebersamaan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik
agar iklim pendidikan tetap tenteram,” tegasnya.
Erwinto juga meminta seluruh jajaran IGRA
menjaga kondusivitas dan kerukunan antaranggota. Menurutnya, hubungan
organisasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya
lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif bagi peserta didik.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana MUSDA VI
IGRA Kota Bandar Lampung, Chaironi Emalda, melaporkan kegiatan diikuti 80
peserta yang terdiri atas perwakilan Pengurus Wilayah IGRA Provinsi Lampung,
Pengurus Daerah IGRA Kota Bandar Lampung, serta guru dan Kepala RA se-Kota
Bandar Lampung.
“MUSDA VI ini beragenda utama melakukan
evaluasi Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Daerah Periode 2020–2025, merumuskan
program kerja strategis, serta memilih dan menetapkan Ketua beserta Pengurus
Daerah IGRA Kota Bandar Lampung Periode 2025–2030,” kata Chaironi Emalda.
MUSDA VI IGRA Kota Bandar
Lampung menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kepengurusan
periode sebelumnya, menetapkan program kerja, serta memilih kepengurusan
periode berikutnya. Hasil MUSDA diharapkan menjadi dasar penguatan tata kelola
organisasi dan peningkatan peran IGRA dalam mendukung penyelenggaraan
pendidikan RA di Kota Bandar Lampung. [MFH/rils]











