- Pemprov Dorong Upaya Percepatan Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman
- 136 ASN Tanggamus Resmi Diambil Sumpah, Bupati: Ini Bukan Sekadar Formalitas
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran dan Pohon Tumbang
- SPPG Pekon Tanjung Rejo Diluncurkan, Perkuat Program MBG di Pesisir Barat
- Perkuat Layanan Sertifikasi Halal, BPJPH Lampung Audiensi dengan Bupati Lambar
- PMI Lambar Audiensi dengan Bupati, Paparkan Program dan Ajukan Unit Mobil Donor Darah
- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tekankan Disiplin Pegawai
- Bupati Tinjau Sapi Kurban Presiden Seberat 957 Kilogram
- Matangkan Penyelenggaraam MTQ Tingkat Lampung Utara
- Pemkab Pringsewu Gelar Capacity Buliding KPBU APJ
Pemkab Lamsel Bersama Kejati Lampung Kolaborasi Dukung Ketahanan Pangan

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Ketahanan pangan
merupakan pilar utama kesejahteraan bangsa, salah satu upaya memperkuat
ketahanan pangan di wilayah pesisir Lampung Selatan kembali ditegaskan melalui
kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan Kejaksaan Tinggi
(Kejati) Lampung, Rabu, 10/12/2025.
Kerja sama itu diwujudkan melalui penanaman
padi biosalin di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, disertai peresmian
Koperasi Konsumen Adhyaksa Mandiri Sejahtera Lampung, penyerahan sertifikat
halal dan PIRT, bantuan CSR untuk UMKM, hingga penandatanganan sejumlah akta
kerja sama kelembagaan.
Kegiatan strategis tersebut dihadiri, Kepala
Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, Bupati Lampung Selatan Radityo
Egi Pratama, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Suci Wijayanti, Dandim
0421 Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, Sekda Supriyanto,
serta jajaran perangkat daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- Perduli Bencana Sumatera, LAZISNU PCNU Lamsel Galang Bantuan Kemanusiaan0
- Dinkes Lampung Bersama Dinkes Lamsel Lakukan Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis0
- PAC GP Ansor Sidomulyo Gelar Aksi Donor Darah0
- Syngenta Launching Topmost di Lampung0
- Bupati Lamsel Respon Cepat Korban Angin Puting Beliung0
Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci
Wijayanti, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan catatan
penting dalam upaya membangun ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di
wilayah pesisir Lampung Selatan.
Ia menekankan bahwa wilayah pesisir Lampung
Selatan memiliki tantangan salinitas tinggi, namun inovasi biosalin membuka
peluang baru bagi petani.
Pengembangan padi biosalin ini bisa menjadi
potensi besar untuk menjadi Solusi petani diderah pesisir yang selama ini
kesulitan bertani,Padi biosalin dikembangkan melalui rekayasa genetik dan
seleksi varietas yang tahan terhadap salinitas. Selain itu, teknik pengelolaan
air dan pemupukan organik jg diterapkan untuk mendukung pertumbuhan padi
dilingkungan ekstrim seperti daerah pesisir Pantai.
“Berdirinya Koperasi Konsumen Adhyaksa Mandiri
Sejahtera Lampung dan kesiapan 17 hektare tambahan untuk ditanami padi biosalin
menunjukkan bahwa inovasi yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi sumber
kesejahteraan baru,” ujar Suci.
Dukungan teknis juga diberikan melalui
penyediaan 425 kilogram benih biosalin untuk dua gapoktan dari Kementerian
Pertanian, serta alokasi pupuk 150 kilogram urea dan 250 kilogram NPK per
hektare.
“Ini bukti bahwa upaya kita bukan sekadar
wacana, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan lapangan,” tambahnya.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama,
mengapresiasi komitmen Kejaksaan Tinggi Lampung yang turut mendampingi petani
Bandar Agung.
Menurutnya, sinergi tersebut mencerminkan bahwa
lembaga penegak hukum tidak hanya menjalankan peran penegakan keadilan, tetapi
juga menjadi mitra pembangunan daerah.
“Kegiatan mulai dari penanaman padi biosalin,
peresmian koperasi, hingga penandatanganan kerja sama ini menunjukkan
kolaborasi yang solid dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata
Bupati Egi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan
Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, mengungkapkan keberhasilan pemanfaatan
lahan bekas tambak yang tidak digunakan selama empat tahun.
Program biosalin tahap kedua ini merupakan
lanjutan dari tahap pertama yang mencatat hasil panen hingga 6 ton per hektare.
“Lahan payau sekalipun bisa menjadi produktif
bila dikelola dengan teknologi yang tepat dan dukungan pemerintah daerah,” ujar
Danang.
Selain sektor pertanian, kegiatan ini turut
memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat melalui peresmian Koperasi Konsumen
Adhyaksa Mandiri Sejahtera Lampung, penyerahan sertifikat halal dan PIRT,
bantuan CSR kepada UMKM Mitra Adhyaksa, serta penandatanganan akta kerja sama
dengan petani, UMKM, dan koperasi.
kegiatan ini menjadi salah
satu pijakan strategis dalam pemberdayaan petani, peningkatan daya saing UMKM,
dan penguatan ketahanan pangan di Lampung Selatan. [MFH/Jun]











3.jpg)