Syngenta Launching Topmost di Lampung

By redaksi 05 Des 2025, 09:19:51 WIB Saburai
Syngenta Launching Topmost di Lampung

LAMPUNG SELATAN,  MFH,-- Tepat bersamaan dengan waktu persiapan tanam musim rendeng ini Syngenta Indonesia meluncurkan TOPMOST, herbisida selektif, sebagai salah satu media pengendalikan gulma pada tanaman padi secara efektif .

Acara peluncuran yang dikemas dalam Grower Launching Topmost, pertama diadakan di lapangan Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung, Provinsi Lampung.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 300 petani, juga hadir dari pihak Kecamatan Palas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP),TNI dan Polri.

Baca Lainnya :

Suyadi sekcam kecamatan palas dalam sambutannya menyatakan mendukung dengan kegiatan tersebut, dan sangat bangga, kegiatan ini di adakan di kecamatan palas .

Petani yang hadir pun menyambut antusias peluncuran teknologi Topmost 30/300 OD. Gulma yang dikendalikan dengan tepat akan mampu mendorong peningkatan produktivitas padi yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi serta kesejahteraaan petani.

Grower Launching Topmost juga di isi dengan berbagai layanan Pertanian dan Game di masing-masing Stand untuk memberikan edukasi kepada para petani dengan mengenalkan Topmost.

Menurut Lianasari sutjokro sebagai Senior brand manager herbicide, seedcare dan biostimulant, Launching Topmost, merupakan yang pertama di Lampung.

Selama ini, petani Indonesia sering menghadapi tantangan dalam penggunaan herbisida selektif, termasuk kesulitan menentukan waktu aplikasi yang tepat.

"Dengan Topmost 30/300 OD, yang kombinasi bahan aktif Cyhalofop-butyl dan Ethoxysulfuron,  memberikan solusi komprehensif untuk mengendalikan gulma daun sempit, daun lebar, dan teki-tekian," ucap dia, Kamis, (4/12/2025).

Selain itu, Topmost bukan sekadar produk baru, tapi merupakan komitmen kami terhadap peningkatan produktivitas padi nasional, sekaligus mendukung petani dan pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan Indonesia.

Dia juga berharap dengan diluncurankan Topmost sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dengan potensi mencegah kehilangan hasil hingga 30-40%.

"Topmost diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi padi nasional." jelas dia

Jumadi salah satu petani muda Desa Pulau Jaya kecamatan Palas mengatakan selama dirinya menggunakan Topmost, berbagai jenis gulma pada tanaman padi, bersih dan praktis karena cukup satu kali melakukan penyemprotan lagi dan aman, nyaman karena tidak menimbulkan efek negatif pada tanaman padi.

Dengan dosis 1 liter per hektare, Topmost dapat diaplikasikan saat tanaman padi berumur 12-18 hari setelah tanam. (HST) atau saat gulma memiliki 3-5 helai daun.

"Saya sudah membuktikan keunggulan Topmost. Dengan pemakaian satu kali, gulma bersih sampai menjelang panen. Selain itu, tanaman padi tidak menjadi toksik (muncul daun merah dan keriting)," ucap dia

Dalam Grower Launching Topmost, petani juga di berikan berbagai macam edukasi, saat akan di gunakan, kapan akan digunakan.

Syngenta juga akan melakukan peluncuran teknologi Topmost 30/300 OD ini di beberapa kota lain di Indonesia dengan tujuan agar seluruh petani Indonesia dapat merasakan manfaat teknologi pertanian yang dapat menjadi Awal Hamparan Kebaikan bagi petani padi. [MFH/Jun]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment