- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi
- Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global
- Sekda Dorong Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui Evaluasi Sensus Ekonomi 2026
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A
- Pelantikan Pengurus Risma Krui Selatan Warnai Pengajian BKMT di Balai Kencana
- Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Quran, BKMT Pesisir Barat Bina Majelis Taklim
- Siswa SDN 2 Air Naningan Raih Juara 1 Membaca Aksara Lampung FTBI 2026
- Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabaglog, Tekankan Efisiensi dan Transparansi Logistik
- Tembus Jalur Laut ke Martanda, Kadinkes Soroti Kebutuhan Tenaga dan Sarana Kesehatan
Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara

PRINGSEWU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pringsewu mengadakan Sosialisasi Bela Negara, yang diikuti 22 anggota
Paskibraka dan 21 perwakilan pelajar SLTA se-Kabupaten Pringsewu. Sosialisasi
Bela Negara bertema 'Menjadi Generasi Emas Indonesia Sebagai Bentuk Bela Negara
Untuk Terwujudnya Indonesia Maju' dengan narasumber Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas,
Perwira Penghubung Kodim 0424/TGM Mayor Infanteri Agus Supriyadi, serta Kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto,
digelar di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan
untuk mewujudkan SDM Pringsewu yang unggul dan menyongsong Indonesia Emas 2045,
diperlukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga
memiliki ketangguhan karakter dan keterampilan inti. Kehadiran para peserta
sosialisasi Bela Negara ini juga,menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini
adalah generasi pejuang yang pantang menyerah.
"Pemkab Pringsewu saat ini terus bergerak
dan berinovasi untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Bagi kami di
pemerintahan, bekerja keras menyelesaikan persoalan masyarakat juga merupakan
salah satu bentuk bela negara. Sejumlah inovasi itu diantaranya adalah Mocaf
sebagai program hilirisasi pangan lokal yang mengolah singkong lokal menjadi
produk tepung bernilai tinggi," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan0
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 20260
- Calon Kapekon se-Pringsewu Komitmen Sukseskan Pemilihan Kakon Serentak 20260
- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator0
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar0
Inovasi lainnya yaitu skema pembiayaan lampu
jalan melalui program Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Corporate
Farming atau pertanian terkonsolidasi, yaitu lahan petani yang dikelola bersama
secara modern agar hasilnya lebih baik, kemudian program pemagangan ke Jepang
bagi para pemuda Pringsewu, serta apkikasi Si Prima, sebuah dasbord layanan
Pemkab Pringsewu sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik. Namun
pembangunan itu tidak hanya melulu soal jalan, pertanian, atau teknologi,
tetapi ada satu hal yang menjadi fondasi dari semuanya.
"Fondasi itu adalah
keluarga, sebagai unit terkecil di masyarakat. Keluarga adalah kelompok inti
dari sebuah bangsa, dimana ketika keluarga kuat, maka daerahpun akan ikut maju
dan sejahtera. Untuk memperkuat ketahanan keluarga, Pemkab Pringsewu memiliki
berbagai program, yaitu Kelas Orangtua, buku Khutbah Ketahanan Keluarga,
pemilahan sampah melalui Bank Sampah, kebun pekarangan untuk mencegah stunting,
dan jam literasi 68. Semua inovasi ini menunjukkan bahwa setiap inisiatif yang
kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa adalah juga wujud dari
bela negara," ucapnya. [MFH/Diskominfo]











