- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat
- Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa
- Dukung Prestasi Siswa, Kepala Kemenag Bandar Lampung Serahkan Penghargaan OMI 2026
- Kemenag Bandar Lampung Dukung GAPMA 2026, Pramuka jadi Wadah Pembentukan Karakter
- Walikota Metro Ajak Lansia Hidup Sehat dan Kompak di Gebyar Senam LLI
- Sekda Metro Hadiri Bakti Sosial HUT ke-81 TNI di Kodim 0411/KM
- TP PKK Lampung Tengah Gelar Kerja Bakti Bersihkan Taman Anggrek Agro Park
- Pemkab Lamteng Siapkan Data Hadapi Pemeriksaan BPK RI Terkait Ketahanan Pangan
- Evakuasi Medis Jalur Udara, Dinkes-BPBD-TNI AU Mulai Uji Kesiapan
- Pemprrov Lampung Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, ASN Diminta Jadi Teladan
Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus mendorong pembangunan berbasis desa melalui Program Desaku Maju.
Program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis dalam
memperkuat kemandirian ekonomi desa, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal,
serta memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berdampak pada
pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung,
Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan
Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pelaksanaan Program Desaku Maju
di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, Senin
(21/9/2026).
Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan
Provinsi Lampung harus dimulai dari desa, mengingat sebagian besar penduduk
Lampung bermukim di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, penguatan ekonomi desa
menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Dukung Prestasi Siswa, Kepala Kemenag Bandar Lampung Serahkan Penghargaan OMI 20260
- Kemenag Bandar Lampung Dukung GAPMA 2026, Pramuka jadi Wadah Pembentukan Karakter0
- Pemprrov Lampung Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, ASN Diminta Jadi Teladan0
- Sekda Marindo Tutup Lampung Begawi x SigerFest 20260
- Lewat Lomba Senam Nasional, Pemprov Lampung Gerakkan Budaya Hidup Sehat0
"Kami percaya pembangunan Provinsi Lampung
harus dimulai dari desa. Apabila desa tumbuh, maka ekonominya akan tumbuh.
Perekonomian harus inklusif, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945,"
ujar Gubernur.
Menurutnya, Lampung memiliki kekayaan sumber
daya alam dan komoditas unggulan yang sangat beragam, mulai dari sektor
pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Komoditas tersebut antara
lain padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kelapa,
kakao, kelapa sawit, sapi potong, kambing, ayam pedaging dan petelur, serta
perikanan tangkap dan budi daya.
Potensi tersebut, kata Gubernur, perlu dikelola
secara lebih optimal agar kekayaan sumber daya alam Lampung tidak hanya
menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga memberikan nilai tambah yang lebih
besar bagi masyarakat, khususnya di tingkat desa.
"Kita memiliki sumber daya yang melimpah.
Namun, dengan kekayaan tersebut, Provinsi Lampung masih menghadapi tantangan
angka kemiskinan yang relatif tinggi di tingkat nasional dan regional Sumatra.
Karena itu, kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang
nyata bagi masyarakat," jelasnya.
Gubernur menjelaskan, salah satu tantangan
pembangunan ekonomi Lampung adalah masih terbatasnya proses hilirisasi
komoditas di tingkat daerah, termasuk desa. Berdasarkan data yang disampaikan,
nilai ekonomi sumber daya primer Lampung mencapai Rp165,31 triliun, sementara
tingkat hilirisasi baru mencapai 45,6 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang
pengembangan ekonomi melalui pengolahan komoditas menjadi produk bernilai
tambah yang lebih tinggi. Gubernur mencontohkan komoditas jagung yang dapat
diolah menjadi pakan ternak, sehingga manfaat ekonomi tidak berhenti pada
penjualan hasil panen, tetapi dapat diperluas melalui kegiatan pengolahan dan
industri turunan.
"Tantangannya adalah bagaimana nilai
tambah itu tidak terus keluar dari desa. Kita berharap melalui BUMDes dapat
tercipta arah baru, di mana komoditas desa diolah di desa, nilai tambahnya
bertahan di desa, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat desa,"
ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, BUMDes diharapkan mampu
menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pengembangan usaha produktif,
pengelolaan potensi sumber daya desa, serta kerja sama dengan berbagai lembaga
ekonomi dan pelaku usaha. Penguatan peran BUMDes juga diarahkan untuk mendukung
terciptanya ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Gubernur menegaskan, arah pembangunan tersebut
sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan pengelolaan sumber
daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagai prinsip penting
dalam pembangunan ekonomi nasional.
Desaku
Maju sebagai Penggerak Kemandirian Ekonomi
Program Desaku Maju dirancang dengan sejumlah
fokus implementasi, meliputi peningkatan produksi dan produktivitas sumber daya
manusia, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produksi, penguatan
kemandirian desa, serta pengembangan kerja sama antarlembaga ekonomi di desa.
Gubernur berharap implementasi program tersebut
tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes, tetapi juga mampu
melahirkan model usaha desa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pengelola BUMDes dituntut memiliki kemampuan manajerial, inovasi usaha, serta
orientasi terhadap hasil dan keberlanjutan ekonomi desa.
"Bapak dan Ibu manajer BUMDes harus
menjadi role model atau contoh bagi masyarakat. Saya berharap manajer BUMDes
yang mengikuti bimtek ini dapat menjadi pengelola BUMDes yang termaju,"
kata Gubernur.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi desa perlu
diukur melalui peningkatan produktivitas, pendapatan masyarakat, daya beli, dan
berkembangnya aktivitas ekonomi lokal.
Menurutnya, indikator perubahan daya beli
masyarakat dapat terlihat dari berbagai perkembangan aktivitas konsumsi dan
mobilitas ekonomi, meskipun diperlukan data yang terukur untuk memastikan
kontribusi masing-masing faktor terhadap kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi
Program Desaku Maju dengan program prioritas pemerintah pusat, termasuk program
Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan bahwa MBG memiliki potensi
mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung, terutama melalui penyediaan asupan
protein dan gizi bagi generasi mendatang.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes dinilai memiliki
peluang untuk mengambil peran melalui penyediaan bahan pangan lokal, penguatan
rantai pasok, serta pengembangan usaha pendukung program sesuai dengan
ketentuan dan standar yang berlaku. Dengan demikian, kebutuhan program
prioritas dapat dihubungkan dengan potensi produksi masyarakat desa.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa
keberhasilan Program Desaku Maju membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah
daerah, pengelola BUMDes, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan kapasitas pengelola menjadi langkah
penting untuk memastikan BUMDes mampu mengelola potensi ekonomi desa secara
profesional, transparan, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, BUMDes
diharapkan dapat berkembang sebagai lembaga ekonomi yang mampu menciptakan
lapangan usaha, memperkuat rantai produksi lokal, meningkatkan pendapatan
masyarakat, dan menjaga perputaran nilai ekonomi agar lebih banyak dinikmati
oleh warga desa.
"Kalau desa bergerak, maka ekonomi akan
tumbuh. Jika ekonomi tumbuh, maka Lampung akan menjadi provinsi yang maju
dengan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,"
pungkas Gubernur.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Muhammad Azis Satriya Jaya,
selaku ketua pelaksana, melaporkan bahwa kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas
BUMDes dalam pelaksanaan Program Desaku Maju diikuti oleh 168 peserta yang
terbagi dalam dua angkatan.
Angkatan pertama dilaksanakan pada 21–23
September 2026, sedangkan angkatan kedua dijadwalkan pada 24–26 September 2026.
Peserta kegiatan merupakan direktur BUMDes yang
diharapkan dapat memperkuat kompetensi pengelolaan usaha dan mendukung
pelaksanaan Program Desaku Maju di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong penguatan peran BUMDes sebagai mitra strategis pembangunan
perdesaan, sehingga potensi ekonomi lokal dapat diolah menjadi sumber
kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung
secara berkelanjutan. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)