- Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat
- Lewat Lomba Senam Nasional, Pemprov Lampung Gerakkan Budaya Hidup Sehat
- Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup
- Menapaki 60 Tahun Trans-AD II Desa Hanura: Warisan Perjuangan yang Terus Hidup
- Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik
- Sekda Buka Seminar Nasional Universitas Muhammadiyah Metro
- Bazar Jumat Djajan Metro Bahagia Dorong UMKM Sekaligus Tumbuhkan Literasi Anak Sejak Dini
- Bupati Hamartoni Hadiri Dzikir Akbar dan Pelantikan PC Fatayat, IPPNU, dan Pagar Nusa
- Bupati Dedi Irawan Dorong Program APBD 2026 Tak Berhenti di Atas Kertas
- Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Bahas Evakuasi Medis Cepat untuk Warga
Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau progres
kegiatan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas
(TNWK), Lampung Timur, Minggu (20/9/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari
kunjungan kerja Menteri Kehutanan ke Provinsi Lampung untuk melihat langsung
perkembangan pembangunan dan fasilitas yang disiapkan dalam mendukung
penanganan interaksi antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Rangkaian kunjungan dimulai setelah Menteri
Kehutanan beserta rombongan tiba di Bandara Raden Inten II Lampung pada pagi
hari. Dari bandara, rombongan kemudian menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam
21 menit menuju kawasan TN Way Kambas.
Baca Lainnya :
- Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik0
- HUT ke-81 PMI, Azwar Hadi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Gerakan Kemanusiaan0
- Desa Nibung Dicanangkan sebagai Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 20260
- PLN Gelar Bhakti PDKB di Lampung Timur 0
- Wabup Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qurani Terbaik Lampung Timur0
Setibanya di TNWK Gubernur bersama Menteri
Kehutanan mengikuti diskusi mengenai pembangunan mitigasi interaksi negatif
gajah Sumatera di TNWK.
Dalam diskusi tersebut, Ketua Komite Gabungan
Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way
Kambas (TNWK) Brigjen TNI Sriyanto memaparkan progres pembangunan yang
dilakukan di TNWK sekaligus memastikan pembangunan fasilitas mitigasi dapat
mendukung pengelolaan interaksi gajah secara lebih terencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Gubernur
Mirza dan Menhut Raja Juli dengan meninjau sejumlah fasilitas yang berkaitan
dengan pengelolaan dan mitigasi interaksi gajah. Peninjauan meliputi holding
room, command center, playground, hingga area simbolis pelepasan gajah.
Rombongan juga melihat main area ceremonial dan
menara pandang serta jembatan gantung. Dari titik-titik tersebut, pemerintah
pusat dan daerah melihat secara langsung kesiapan sarana pendukung pengelolaan
kawasan sekaligus upaya memperkuat edukasi dan konservasi gajah Sumatera.
Setelah meninjau sejumlah fasilitas utama,
Gubernur Mirza dan Menhut melanjutkan perjalanan singkat menuju area UMKM di
kawasan TNWK. Area tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk
melihat keterkaitan antara kegiatan konservasi dengan aktivitas ekonomi
masyarakat.
TN Way Kambas merupakan salah satu kawasan
konservasi penting di Lampung yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah dan
menjadi habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Dokumen Kementerian
Kehutanan mencatat TN Way Kambas sebagai salah satu lokasi aksi mitigasi di
Provinsi Lampung yang memerlukan kegiatan monitoring dan evaluasi
berkelanjutan.
Upaya penanganan interaksi manusia dan satwa
liar menjadi penting karena keberadaan gajah tidak hanya berkaitan dengan
perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat yang tinggal dan
beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian
Kehutanan sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam
penanganan konflik satwa liar, termasuk pemantauan pergerakan satwa dan
penguatan pengelolaan kawasan. Dalam dokumen Ditjen KSDAE, pemasangan GPS
collar disebut sebagai salah satu strategi untuk menangani konflik manusia dan
gajah liar sekaligus mempelajari pergerakan satwa.
Kunjungan Menteri Kehutanan ke Lampung juga
turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, di antaranya Direktur
Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Staf Ahli Menteri,
serta sejumlah direktur terkait konservasi dan pengelolaan kawasan.
Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia juga turut
hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka antara lain Ambassador Kaja Glomm serta
perwakilan bidang iklim dan kehutanan Anja Lillegraven, Livia Costa Kramer, dan
Susilo Ady Kuncoro.
Kehadiran perwakilan Norwegia dalam agenda
tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap isu kehutanan, konservasi,
iklim, dan pengelolaan ekosistem dalam rangkaian kunjungan di Lampung. Namun,
agenda utama kunjungan tetap berfokus pada peninjauan progres mitigasi
interaksi negatif gajah Sumatera di TN Way Kambas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam
kunjungan tersebut turut memastikan pemerintah daerah terlibat dalam penguatan
koordinasi dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya perlindungan satwa dapat berjalan
beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.
Secara ekologis, TN Way Kambas memiliki posisi
penting sebagai kawasan konservasi di Lampung. Data Kementerian Kehutanan
mencatat kawasan TN Way Kambas dalam berbagai program konservasi dan pemulihan
ekosistem, termasuk pengembangan pengelolaan kawasan serta pelibatan
masyarakat.
Bagi Lampung, penguatan
mitigasi interaksi gajah tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan populasi
gajah Sumatera, tetapi juga mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat di
sekitar kawasan. Pengelolaan yang semakin baik diharapkan dapat menciptakan
keseimbangan antara perlindungan satwa, kelestarian hutan, dan aktivitas
sosial-ekonomi warga. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)