- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Wujudkan Kab/Kota Layak Anak

BANDAR LAMPUNG, MFH — Pemerintah
Provinsi Lampung mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan
lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Komitmen tersebut ditegaskan
dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Provinsi
Lampung Tahun 2025 yang digelar di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Komplek Kantor
Gubernur Lampung, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil
Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang menekankan pentingnya kerja sama dan
komitmen nyata antarinstansi untuk memastikan setiap anak di Provinsi Lampung
terlindungi dan mendapatkan hak-haknya..
Wagub Jihan menegaskan bahwa kegiatan
ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi bentuk evaluasi komitmen bersama
terhadap masa depan anak-anak Lampung.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Serahkan Bantuan kepada Veteran pada Peringatan Hari Pahlawan 20250
- Kepala LPP RRI Bandar Lampung Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus FKP0
- Puluhan Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras Dimusnahkan0
- Pangdam XXI/Radin Inten Hadiri Lepas Sambut Kapolda Lampung0
- Rakor Pemberantasan Korupsi se-Lampung0
“Rakor Kabupaten/Kota Layak Anak
ini bukan hanya seremonial atau sebagai pemenuhan kewajiban maupun proyek untuk
mendapatkan penghargaan semata. Tetapi saya berharap Rakor ini sebagai arah
komitmen kita terhadap masa depan dan kepentingan anak-anak di Provinsi
Lampung,” ujar Wagub Jihan.
Wagub Jihan juga mengapresiasi
sejumlah kabupaten/kota yang berhasil mempertahankan predikat Nindya, di
antaranya Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung Timur, Tulang Bawang, Way
Kanan, Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan. Ia juga
mengapresiasi Kabupaten Pesisir Barat yang berhasil naik dari predikat Pratama
menjadi Madya, bersama dengan Lampung Tengah yang bertahan pada Predikat yang
sama.
Namun demikian, ia mencatat
beberapa daerah mengalami penurunan peringkat, antara lain Kabupaten Lampung
Barat, Lampung Utara, Tanggamus, dan Pringsewu, yang turun dari Madya ke
Pratama. Sementara itu, Kabupaten Mesuji belum berhasil naik ke tingkat Madya.
“Lima kabupaten ini perlu kita
evaluasi bersama. Kita perlu melihat kembali instrumen mana yang belum
terpenuhi, apa saja yang terlewat, sehingga capaian tahun ini menurun,”
tegasnya.
Wagub Jihan menyampaikan rasa
syukur karena secara keseluruhan, Lampung masih mempertahankan status sebagai
Provinsi Layak Anak.
Lebih lanjut, Wagub Jihan
memaparkan beberapa strategi konkret yang dapat diterapkan kabupaten/kota untuk
memperkuat capaian KLA, meskipun di tengah keterbatasan fiskal nasional, yaitu
Integrasi Program dan Kolaborasi, Kemitraan Non-APBD, dan Penguatan Data dan
Partisipasi Anak.
Terkait, Integrasi Program dan
Kolaborasi. Wagub Jihan menuturkan bahwa Pemerintah daerah diminta memanfaatkan
program yang sudah berjalan seperti PKK, Posyandu, Sekolah Ramah Anak, dan
kegiatan Karang Taruna dengan menambahkan perspektif ramah anak.
“Misalnya kegiatan bersih kampung
bisa dikembangkan menjadi Kampung Bersih dan Aman untuk Anak,” jelasnya.
Untuk Kemitraan Non-APBD, Wagub
Jihan menyampaikan bahwa Pemda didorong untuk menjalin kolaborasi dengan pelaku
usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membangun fasilitas sederhana seperti
sanitasi sekolah, pojok baca, atau ruang kreatif anak. “Kita tidak harus selalu
menggandeng perusahaan besar. Banyak UKM yang bisa ikut berkontribusi membangun
fasilitas ramah anak,” ujarnya.
Terhadap Penguatan Data dan
Partisipasi Anak, Wagub Jihan menuturkan penguatan data menjadi kunci
keberhasilan program. Tanpa data yang akurat, kebijakan sulit tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya
memperhatikan lima klaster utama penilaian KLA yaitu Hak sipil dan kebebasan
anak; Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; Kesehatan Gizi dan
Kesejahteraan Anak; Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya;
dan Perlindungan khusus bagi anak dalam kondisi tertentu
Dalam laporannya, Kadis PPPA
Provinsi Lampung Hanita Farial Mega menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan
untuk memperkuat sinergi dan evaluasi pelaksanaan program pemenuhan hak serta
perlindungan anak di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
“Rapat koordinasi ini diselenggarakan
untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemenuhan hak dan perlindungan anak,
meningkatkan komitmen lintas sektor, serta menyusun langkah strategis dan
rencana aksi bersama guna meningkatkan kategori KLA pada tahun penilaian 2026,”
ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Dinas
PPPA Provinsi Lampung berharap seluruh kabupaten/kota dapat memperkuat
kolaborasi lintas sektor dan mengintegrasikan program KLA ke dalam perencanaan
pembangunan daerah serta memastikan bahwa setiap kebijakan daerah berpihak pada
kepentingan terbaik anak.
“Semoga kegiatan ini memberikan
manfaat nyata dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang ramah, inklusif, aman dan
ramah bagi semua anak,” tutupnya. [MFH Diskominfo Provinsi Lampung]











3.jpg)