- Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis
- Bupati Tanggamus Sambut Audiensi JMSI
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun
- TPID Kota Metro Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi
- Tindak Lanjuti Hasil Pemeriksaan BPK RI Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
- Bupati Parosil dan Wakil Bupati Pesisir Barat Ramah Tamah dengan Pangdam XXI Radin Inten
- Kunjungan Pangdam XXI Raden Intan, Bupati: 87 KDMP Berdiri di Lampung Barat
- Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Melalui Teknologi dan Inovasi
- Jalan Rawa Jitu - Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar
Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

MESUJI, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan
petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor
pertanian.
Komitmen ini ditegaskan secara
langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan
lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk
Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji
Timur, Rabu (24/6/26).
Dalam dialog tatap muka bersama
para kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi
POC hayati cair yang secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga.
Tercatat, dari basis luasan lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah
tersebut, total produksi gabah melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton
menjadi 7.000 ton.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Melalui Teknologi dan Inovasi0
- Ribuan Masyarakat Ikuti Jalan Sehat Bersama Gubernur Lampung, Peringati HUT ke-17 Kabupaten Mesuji0
- Sekda Mesuji Budiman Jaya Pimpin Rapat Koordinasi, Pacu Sinergi Capai Target Pembangunan0
- Bupati Mesuji Hj. Elfianah Terima Tim Monev Kemenkes RI0
- Pemerintah Kabupaten Mesuji Gelar Pasar Murah untuk Ringankan Beban Masyarakat0
"Jadi kalau 1.000 hektar
dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada
tambahan 1,4 miliar buat dibagikan ke petani di seluruh desa," jelas
Gubernur di hadapan para petani.
Melihat capaian impresif tersebut,
Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama
pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua
kali panen menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta
sinergi yang kompak dari aparatur desa serta dinas teknis agar target-target
percepatan tanam tahun ini berjalan dengan optimal.
Terkait keluhan para petani
mengenai kendala serangan hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa
tanam, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis
jangka pendek dan jangka panjang.
Melalui dinas pertanian, pemerintah
mendistribusikan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk
penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha)
sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
"Tahun ini kita usahakan tiga
kali. Oke. Kasih burung hantu... Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya
dipakai," tegas Gubernur.
Sementara itu, perwakilan masyarakat
tani Desa Pangkal Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata
pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat
dukungan program teknologi pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi
petani dapat dipangkas secara drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan
ribu rupiah per hektarnya.
Petani juga menaruh harapan besar
agar pemerintah daerah bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi
beras lokal yang diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak
tahun 2014 guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.
"Minta tolong Pak Gubernur
untuk memfasilitasi agar apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di
usaha organik itu ada nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas
teknologinya pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya
produksi pangan kami. Semoga Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi
lumbung pangan nasional," pungkas perwakilan petani.
Di samping pembenahan sektor pertanian
organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa
Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji
mengenai kelancaran aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan
pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)