- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun
- TPID Kota Metro Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi
- Tindak Lanjuti Hasil Pemeriksaan BPK RI Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
- Bupati Parosil dan Wakil Bupati Pesisir Barat Ramah Tamah dengan Pangdam XXI Radin Inten
- Kunjungan Pangdam XXI Raden Intan, Bupati: 87 KDMP Berdiri di Lampung Barat
- Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Melalui Teknologi dan Inovasi
- Jalan Rawa Jitu - Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar
- Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi sebagai Pilar Kemajuan Daerah
- Pemprov Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Lamsel
TPID Kota Metro Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi
Wakil Wali Kota Tekankan Langkah Konkret Jaga Stabilitas Harga Pangan

METRO, MFH,-- Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq
Adi Pradana, memimpin Rapat Koordinasi dan Sinergi Tim Pengendalian Inflasi
Daerah (TPID) Kota Metro dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan
pasokan barang kebutuhan pokok di Kota Metro. Kegiatan tersebut berlangsung di
OR Setda Kota Metro, dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat
Statistik (BPS), Asisten II Sekda Kota Metro, serta sejumlah instansi terkait,
Rabu (24/06/2026)
Berdasarkan data BPS Kota Metro, perkembangan
inflasi Kota Metro sampai dengan Mei 2026 menunjukkan angka yang perlu menjadi
perhatian bersama. Secara Year on Year (YoY), inflasi Kota Metro tercatat
sebesar 2,81 persen, sementara Year to Date (YtD) berada di angka 1,62 persen.
Pada perbandingan inflasi Year on Year
kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung dan Indonesia
Tahun 2025–2026, angka inflasi Kota Metro sebesar 2,81 persen menempatkan Kota
Metro sebagai salah satu daerah yang berada di atas target nasional yang
berkisar pada angka 2,5 persen.
Baca Lainnya :
- Hari Bhayangkara ke-80, Wali Kota Metro dan Polres Metro Kenang Jasa Pahlawan 0
- Iringmulyo Metro Siap Juara Lomba Kelurahan Lampung 20260
- RSUD A Yani Mantapkan Peran sebagai RS Jejaring Pengampu Layanan Kesehatan Ibu dan Anak 0
- Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah0
- 42 ASN Pemkot Metro Masuki Masa Purnabakti, Wali Kota: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun0
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Metro
menegaskan bahwa tantangan inflasi harus dihadapi secara bersama-sama melalui
kolaborasi seluruh pihak. “Kita harus hadapi dengan baik. Dan untungnya kita
hari ini enggak sendiri-sendiri. Kita hari ini ada bantuan dari perwakilan
pusat, ada dari Bank Indonesia, ada dari BPS juga selalu support dengan
data-data,” ujar Rafieq.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan
seluruh perangkat daerah terhadap pelaksanaan sensus ekonomi yang sedang
berjalan guna mendukung data yang nantinya menjadi dasar kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut, Rafieq mengungkapkan bahwa
pengendalian inflasi bukan sekadar urusan angka statistik, melainkan berkaitan
langsung dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dengan menjaga kestabilan
harga pangan serta harga kebutuhan pokok.
Rafieq juga mengakui kondisi ekonomi saat ini
memberikan tekanan bagi banyak pihak, termasuk masyarakat maupun aparatur sipil
negara. Namun demikian, pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan kewenangan
yang dimiliki untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
“Pemerintah daerah telah diberikan kewenangan
melalui otonomi daerah oleh pemerintah pusat. Karena itu, ketika muncul
berbagai permasalahan, daerah dituntut mampu mencari solusi dan menentukan
langkah yang tepat. Hal tersebut menjadi tujuan utama dilaksanakannya Rapat
Koordinasi dan Sinergi pada siang hari ini,” ungkapnya.
Dalam Rapat tersebut, Rafieq juga berharap
rapat tersebut tidak hanya menjadi forum pemaparan data semata, tetapi juga
menghasilkan langkah-langkah nyata dalam pengendalian inflasi.
“Untuk itu pada rapat hari ini, saya meminta
seluruh organisasi perangkat daerah untuk menyampaikan kondisi terkini di
sektor masing-masing, mulai dari perdagangan, ketahanan pangan, perikanan
hingga pendidikan. Pengendalian inflasi ini bukan persoalan satu sektor saja,
melainkan persoalan lintas sektor yang memerlukan koordinasi dan sinergi
bersama,” tegasnya.
Pada pertemuan tersebut , Wakil Wali Kota Metro
juga mengapresiasi dukungan berbagai mitra yang selama ini turut membantu
pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program di tengah keterbatasan
anggaran.
“Artinya, kita masih memiliki ruang untuk
bergerak, masih memiliki kesempatan untuk bernapas dan terus berbuat. Hal
inilah yang harus menjadi penyemangat bagi kita semua bahwa berbagai tantangan
yang ada dapat diselesaikan bersama untuk itu kita harus tetap optimistis menghadapi
tantangan ekonomi yang ada,” katanya.
Menurutnya, selama para pemangku kepentingan
dan mitra masih memiliki semangat untuk berjuang, pemerintah juga harus terus
berupaya memberikan yang terbaik meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran
dan berbagai permasalahan yang ada
“Saya berharap rakor hari ini memberikan
langkah-langkah yang konkret agar inflasi di Kota Metro ini bisa selalu terjaga
di level rendah, kalau bisa yang paling rendah dan menjadi penyumbang
kontribusi terbesar untuk inflasi terendah di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Lampung, Achmad Baskara, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi harus
menjadi kebijakan operasional yang melibatkan berbagai lintas sektor.
“Kita juga terdapat beberapa kategori
penghargaan yang berkaitan dengan kinerja pemerintah daerah, termasuk
penghargaan yang diberikan berdasarkan capaian pada semester berjalan,
“terangnya.
Untuk itu, Achmad Baskara, meminta pemerintah
daerah perlu aktif dan disiplin dalam menyampaikan berbagai laporan yang
menjadi bagian dari penilaian seperti pengiriman laporan tepat waktu, bahkan
sebelum batas waktu yang ditentukan, karena kelengkapan dan ketepatan pelaporan
menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam rapat koordinasi rutin.
Achmad menjelaskan bahwa selain penghargaan
pada semester berjalan, masih terdapat penilaian pada semester berikutnya yang
berkaitan dengan pemberian Dana Insentif Daerah (DID).
“Selain itu, ada penghargaan yang lebih
bergengsi dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(Rakornas TPID) yang biasanya diselenggarakan pada pertengahan tahun.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan capaian kinerja daerah pada tahun
sebelumnya,” paparnya.
Penghargaan yang diberikan tersebut tidak hanya
menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan pengendalian inflasi, tetapi juga
berdampak pada besaran insentif yang diterima daerah.
“Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk
terus menjaga konsistensi kinerja dan memenuhi berbagai indikator penilaian
yang telah ditetapkan, ” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Baskara juga
turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Metro yang selalu menghadirkan
kepala daerah atau wakil kepala daerah dalam setiap kegiatan High Level Meeting
TPID yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian karena
menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
“Berdasarkan data pada Mei 2026 kinerja
pengendalian inflasi Kota Metro selama ini cukup baik dan konsisten, dimana
tingkat inflasi Kota Metro tercatat sebesar 2,81 persen dan masih berada dalam
rentang sasaran inflasi nasional, “ungkapnya. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)