- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Pemprov Lampung Siap Kembangkan Kakao Agroforestri

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil
Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melakukan diskusi lanjutan bersama PT. Olam
Indonesia serta tim Partnership for Forests (P4F) dari pemerintah Inggris, di
RM. Rumah Kayu, Bandar Lampung, Selasa (27/1/2026). Pertemuan berlangsung
sebagai tindak lanjut kerja sama pengembangan komoditas kehutanan sosial.
Kegiatan tersebut merupakan
lanjutan dari kunjungan lapangan hilirisasi kakao di Kabupaten Lampung Timur,
Pesawaran, Lampung Tengah, dan Tanggamus. Site visit dilakukan untuk melihat
langsung potensi kakao petani perhutanan sosial yang akan masuk dalam skema
hilirisasi berbasis agroforestri.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela
mengatakan, kerja sama dengan PT. Olam telah memiliki dasar yang kuat melalui
nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Kolaborasi ini
difokuskan pada hilirisasi kakao sekaligus peningkatan kualitas budidaya
petani.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Peringati Bulan K3 Nasional 20260
- Kominfotik–PPPA Provinsi Lampung Sinergikan Penguatan PUSPAGA0
- Kapolda Lampung Ikuti Latihan Menembak di Satbrimobda Lampung0
- Pemprov Lampung Dorong Peran Jasaboga Perkuat Gizi, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah0
- Pemprov Lampung Ajukan Perluasan Kawasan Kotabaru Seluas 4.000 Ha 0
“Kami hari ini membersamai PT Olam
yang melakukan site visit di beberapa daerah yang sudah disepakati dalam MoU,
termasuk Pesawaran dan Lampung Timur, terkait kerja sama hilirisasi kakao,”
ucap Wagub Jihan. Ia menambahkan, hasil observasi menunjukkan kualitas kakao
petani Lampung dinilai baik dan proyek ini disambut optimistis oleh semua
pihak.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi
Lampung menyampaikan, pembahasan kerja sama dengan PT. Olam telah berlangsung
intensif dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Lampung. Menurutnya,
kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan
kesejahteraan petani perhutanan sosial.
“Petani perhutanan sosial banyak
yang membudidayakan kakao, dan PT Olam memiliki ketertarikan kuat pada
komoditas ini. Mereka akan ikut membina petani sekaligus melakukan hilirisasi
kakao,” ujarnya. Ia menilai kerja sama ini mendorong transisi dari sistem
monokultur ke agroforestri yang lebih berkelanjutan.
Pendekatan agroforestri dinilai
mampu menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi dan ekologis hutan. Petani
tetap memperoleh manfaat ekonomi, sementara fungsi lingkungan hutan dapat
dipertahankan dan ditingkatkan secara bersama-sama.
Direktur PT. Olam Food Ingredients
(OFI) Indonesia, Imam Suharto mengatakan pihaknya telah menjalankan
pendampingan kakao berbasis agroforestri di lahan pertanian sejak 2015. Model
tersebut dinilai berhasil dan siap diperluas ke kawasan perhutanan sosial di
Lampung.
“Kami menemukan visi yang sama
dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan kakao agroforestri dan
multi komoditas di lahan perhutanan sosial,” ujar Imam.
Proyek ini direncanakan mencakup
sekitar 35.000 hektare lahan perhutanan sosial dengan melibatkan 18.000 petani
di empat kabupaten.
Imam Suharto menambahkan, proyek
ini mendapat perhatian dari Pemerintah Inggris melalui FCDO dan diharapkan
menjadi percontohan global. PT. Olam menargetkan implementasi program dapat
dimulai paling lambat pada Maret 2026, setelah seluruh tahapan persiapan
disepakati bersama pemerintah daerah. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)