Pohon-Pohon Tua Penjaga Lapangan Merdeka Tumbang
Wajah Baru Ruang Publik Kota Agung Mulai Disiapkan

By redaksi 02 Jun 2026, 17:22:29 WIB Saburai
Pohon-Pohon Tua Penjaga Lapangan Merdeka Tumbang

KOTA AGUNG, MFH,-- Deretan pohon tua yang selama puluhan tahun menjadi peneduh Lapangan Merdeka Kota Agung kini tinggal kenangan. Batang-batang berukuran besar tampak tergeletak di sisi lapangan setelah dilakukan penebangan sebagai bagian dari program penataan kawasan ruang publik di pusat ibu kota Kabupaten Tanggamus.

Bagi banyak warga, pohon-pohon tersebut bukan sekadar tanaman penghijauan. Kanopi rindangnya selama ini menjadi tempat berteduh saat terik matahari menyengat, sekaligus memberi suasana sejuk bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lapangan.

Kini, satu per satu pohon yang telah tumbuh puluhan tahun itu harus ditebang. Potongan batang berdiameter besar menjadi saksi berakhirnya peran mereka sebagai penjaga teduh Lapangan Merdeka.

Baca Lainnya :

Camat Kota Agung, Adi Putra, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat. Menurutnya, kondisi pohon yang sudah terlalu tua dan berukuran sangat besar dinilai berpotensi membahayakan apabila tumbang secara alami.

"Ada lima batang pohon yang ditebang. Penebangan ini dilakukan karena kondisinya sudah terlalu besar dan dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Bahkan beberapa akar pohon juga telah merusak bangunan di sekitarnya," ujar Adi Putra, Selasa, 2 Juni, 2026.

Ia menegaskan, penebangan bukan berarti menghilangkan fungsi penghijauan di kawasan tersebut. Pemerintah telah menyiapkan konsep penanaman kembali sebagai bagian dari pembaruan tata ruang lapangan.

"Konsepnya bukan menghilangkan ruang hijau, tetapi melakukan pembaruan dan penanaman kembali. Nantinya kawasan ini akan ditata menjadi sentra olahraga, termasuk jalur jogging yang bisa dimanfaatkan lansia maupun generasi muda," katanya.

Penataan Lapangan Merdeka sendiri menjadi bagian dari program perbaikan taman yang sedang berjalan. Selain penebangan pohon yang dinilai membahayakan, kegiatan juga meliputi pembenahan fasilitas umum, perawatan taman, hingga penggantian lampu penerangan.

Di tengah pro dan kontra yang mungkin muncul, tumbangnya pohon-pohon tua itu menjadi penanda perubahan wajah Lapangan Merdeka. Ruang publik yang selama ini identik dengan keteduhan pepohonan kini bersiap memasuki babak baru sebagai kawasan olahraga dan rekreasi yang lebih tertata.

Namun bagi sebagian warga, kenangan tentang rindangnya pohon-pohon besar yang menaungi lapangan hijau Kota Agung tampaknya akan tetap hidup, jauh setelah batang-batang itu tak lagi berdiri.

Sementara itu, harapan akan ruang publik yang lebih baik berjalan beriringan dengan keinginan masyarakat agar pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan, juga mendapat perhatian yang sama dari pemerintah daerah. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment