- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Presiden Dukung Pembangunan Pembatas Permanen Atasi Konflik Gajah-Manusia

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Presiden
Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap
konflik antara manusia dan gajah liar yang kerap terjadi di kawasan penyangga
Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Presiden menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan sumber daya dalam
pembangunan pembatas permanen antara kawasan konservasi dan permukiman warga.
Komitmen tersebut disampaikan oleh
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang menyebutkan bahwa Presiden
memandang konflik gajah dan manusia di Way Kambas bukan semata persoalan satwa
liar, melainkan juga isu kemanusiaan dan konservasi yang harus ditangani secara
berkelanjutan dan terintegrasi.
“Presiden melihat konflik ini bukan
hanya soal satwa liar, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kehidupan
masyarakat. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang adil bagi manusia
dan alam,” ujar Gubernur Lampung.
Baca Lainnya :
- Gerakan Tanam Padi Serentak di Lampung Timur Perkuat Ketahanan Pangan0
- Pemkab Lampung Timur Gerak Cepat Tinjau Jembatan Ambles di Purbolinggo0
- Perkuat Sinergi Daerah, Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rakernas XVII APKASI di Batam0
- Bupati Ela: UPZ Kecamatan jadi Garda Terdepan Optimalisasi Zakat di Lamtim0
- Bupati Lampung Timur Resmikan Peluncuran dan Ground Breaking Sekolah Rakyat Provinsi Lampung0
Menanggapi hal tersebut, Bupati
Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan
dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan konflik gajah dan manusia di
wilayahnya. Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan tanggul pembatas permanen
TNWK merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Lampung
Timur.
“Kami sangat mengapresiasi
perhatian Presiden dan pemerintah pusat. Pembangunan tanggul pembatas ini
adalah harapan yang sejak lama disuarakan masyarakat Lampung Timur. Harapannya,
masyarakat bisa hidup berdampingan dengan tetap menjaga kelestarian konservasi
TNWK,” kata Bupati Ela saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, konflik antara manusia
dan gajah di Lampung Timur telah berlangsung selama bertahun-tahun dan
memberikan dampak langsung terhadap kehidupan serta mata pencaharian masyarakat
di desa-desa penyangga TNWK. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah kerap
berada di posisi terdepan sebagai penyangga dampak konflik.
“Selama ini pemerintah daerah
selalu menjadi bantalan. Apa yang bisa kami lakukan sesuai dengan tugas dan
kewenangan, telah kami upayakan melalui berbagai program,” ujarnya.
Ela menjelaskan, pada tahun 2025
lalu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah membangun tanggul pembatas di
sejumlah titik rawan konflik, meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah.
Salah satu lokasi prioritas pembangunan berada di Desa Braja Asri, yang dinilai
memiliki tingkat risiko konflik yang tinggi.
Selain pembangunan tanggul, Pemkab
Lampung Timur juga menyalurkan bantuan rehabilitasi lahan pertanian
pascakonflik sebagai bentuk kompensasi atas kerusakan lahan warga akibat
gangguan gajah liar. Bantuan lainnya meliputi penyediaan sarana siaga
penghalauan gajah serta berbagai program pendukung, seperti usulan pembangunan
jalan usaha tani.
“Upaya-upaya tersebut kami lakukan
semaksimal mungkin sesuai kemampuan daerah. Namun dengan dukungan penuh dari
pemerintah pusat, kami optimistis penanganan konflik gajah dan manusia di Way
Kambas dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Bupati Lampung Timur juga berharap
pembangunan pembatas permanen di kawasan TNWK nantinya tidak hanya mampu meminimalisasi
konflik, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang menyeimbangkan
kepentingan perlindungan satwa liar dengan keselamatan serta kesejahteraan
masyarakat.
“Kami berharap pembangunan pembatas
permanen ini menjadi solusi yang adil. Konservasi tetap terjaga, dan masyarakat
dapat hidup dengan aman serta sejahtera berdampingan dengan kawasan Taman
Nasional Way Kambas,” tutup Ela Siti Nuryamah. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)