- Bupati Tanggamus Ramah Tamah dengan Pasien Operasi Bibir Sumbing
- Bupati Tanggamus Buka Dadi Mulyo Cup 2026
- Polsek Pugung Identifikasi Kebakaran Rumah Warga di Pekon Way Manak
- Pesisir Barat Angkat Pesona Fashion, Seni dan Budaya Dalam Satu Panggung Kreativitas
- Lewat Beasiswa UT, Bupati Parosil Dorong Peningkatan SDM Lampung Barat
- Warga Hadimulyo Timur Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Motor
- Rakernas I APTISI 2026 di Lampung, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Gubernur Mirza Dorong Perguruan Tinggi jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung
- ILUNI UI Lampung Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
- Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabag SDM
Rakernas I APTISI 2026 di Lampung, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi
Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung,
Minggu (23/08/2026)
Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang
di bacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan
menyampaikan apresiasi atas kehadiran keluarga besar APTISI di Sai Bumi Ruwa
Jurai. Kehadiran perguruan tinggi swasta dinilai memiliki arti penting, bukan
hanya dalam memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga dalam memperkuat
ekosistem pembangunan manusia di daerah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Dorong Perguruan Tinggi jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung0
- ILUNI UI Lampung Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah0
- Gubernur dan Pangdam Lepas Gerak Jalan Sehat HUT ke 81 Kemerdekaan RI0
- Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi0
- Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi0
"Perguruan tinggi tidak hanya tempat
mencetak lulusan, tetapi juga tempat menyiapkan manusia yang mampu menjawab
persoalan masyarakat, beradaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan peluang
baru. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi harus kita
bangun semakin kuat dan nyata," pesan Gubernur.
Menurutnya tantangan pendidikan saat ini tidak
cukup dijawab dengan memperbanyak jumlah lulusan. Yang jauh lebih penting
adalah memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, kemampuan
beradaptasi, serta keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan
masyarakat.
Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung
menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan
visi "Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045."
"Daerah yang maju bukan hanya dibangun
dengan infrastruktur yang baik. Daerah yang maju perlu dibangun oleh
manusia-manusia yang unggul, berkarakter, produktif, dan memiliki kepedulian
terhadap lingkungannya," tegasnya.
Atas dasar itu, Pemprov Lampung terus
memperkuat berbagai program pendidikan, mulai dari perluasan akses pendidikan,
upaya menekan angka putus sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Kelas
Migran Vokasi yang diarahkan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan
dan kemampuan bahasa sebagai bekal memasuki dunia kerja, termasuk peluang kerja
di luar negeri.
"Kita ingin semakin banyak anak-anak
Lampung memperoleh kesempatan untuk belajar sampai ke jenjang yang lebih
tinggi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan pada akhirnya mampu meningkatkan
kualitas kehidupan keluarganya," lanjutnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Lampung tahun 2025 mencapai 73,98. Namun, capaian
tersebut tidak dipandang sebagai tujuan akhir.
Pemerintah Provinsi Lampung ingin agar
peningkatan kualitas SDM benar-benar dirasakan dalam kehidupan masyarakat,
terutama melalui semakin terbukanya akses pendidikan, kesempatan kerja,
peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan keluarga.
APTISI Diharapkan Menjadi Mitra Strategis
Pemerintah dalam konteks tersebut, APTISI dinilai memiliki posisi yang sangat
strategis. Perguruan tinggi swasta memiliki jangkauan yang luas dan berada
dekat dengan masyarakat, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian
langsung dari penyelesaian berbagai persoalan pembangunan daerah.
"Kami tidak hanya membutuhkan lulusan.
Kami membutuhkan riset yang menjawab persoalan pembangunan, inovasi yang dapat
diterapkan, dan talenta-talenta muda yang siap menjadi motor perubahan. Untuk
itu, perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun
kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan," tegasnya.
Pemprov Lampung juga memberikan apresiasi
terhadap pelaksanaan Rakernas I APTISI Tahun 2026 dan berharap forum tersebut
tidak berhenti pada penyusunan program kerja organisasi.
Lebih dari itu, Rakernas diharapkan menjadi
ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring, serta melahirkan
kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan
masyarakat.
"Rakernas ini harus menjadi ruang untuk
melahirkan gagasan yang konkret, kolaborasi yang nyata, dan terobosan yang
manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung juga membuka ruang
kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi, terutama dalam bidang riset,
inovasi, pengembangan SDM, serta penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis
pengetahuan.
Dengan kolaborasi tersebut, perguruan tinggi
diharapkan dapat semakin berperan dalam menjawab kebutuhan daerah sekaligus
mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung di
percaya menjadi Dewan Pembina APTISI Provinsi Lampung, dan Dr. Ir. H.
Firmansyah Alfian, M.BA., M. SC,. Dilantik Menjadi Ketua APTISI Provinsi
Lampung Masa Periode 2026-2031.
Rapat Kerja Nasional ini
juga turut dihadiri oleh Anggota DPR RI, Rycko Menoza, M,B,A, Utusan Khusus
Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, S,SOS, M.SC, Ketua Umum APTISI, DR.
Ir. H.M. Budi Djatmiko, M, SI., M.E.I, Kasdam XXI Raden Inten, Brigjen TNI
Andrian Susanto, S.I.P., M.HAN, M.I.P.O.L. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)