- KADIN Lampung Selatan Mantapkan Persiapan Rakerda 2026
- 101 CPNS Pemkab Pringsewu Ikuti Prosesi Pengambilan Sumpah PNS
- Sektor Pertanian Miliki Peran Sangat Strategis Dalam Pembangunan Daerah
- Dibuka Bupati Pringsewu, 32 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2026
- Sekda Rustam Effendi Tekankan Disiplin ASN, Absensi dan Kehadiran Pegawai Dievaluasi
- Jelang Pilkades, Pemkab Lamtim Tekankan Keamanan, Persatuan, dan Netralitas ASN
- Wakil Wali Kota Metro Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Agen Perubahan
- Pemkot Metro Resmikan Titik Koleksi Buku Digital Berbasis QR Code
- Pak Cik Parosil Wawancarai Calon Organ BUMD, Hasil Seleksi Diumumkan 10 November
- Wabup Mad Hasnurin: Penyaluran KUR Harus Dipermudah, Petani Kopi Jangan Kesulitan Akses Modal
Sektor Pertanian Miliki Peran Sangat Strategis Dalam Pembangunan Daerah

PARDASUKA, MFH,-- Sektor pertanian memiliki
peran sangat strategis dalam pembangunan daerah. Selain menjadi sumber
penghidupan bagi sebagian besar masyarakat, pertanian juga merupakan salah satu
penopang utama ketahanan pangan, pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila saat menghadiri Panen
Bersama Bawang Merah dalam rangka Penguatan Klaster Pangan di Pekon Wargomulyo,
Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, pada Senin, 2 November 2026.
Menurut Umi, ketersediaan pangan dengan harga
terjangkau sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, upaya
menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui
kebijakan perdagangan, tetapi juga harus dimulai dari penguatan produksi di
tingkat petani. Dalam konteks inilah, sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan
Pemkab Pringsewu menjadi sangat penting.
"Pengendalian inflasi harus didukung
dengan peningkatan kapasitas produksi, ketersediaan pasokan, serta kelancaran
distribusi pangan. Dengan demikian, petani memperoleh manfaat ekonomi yang
lebih baik, sementara masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan yang cukup
dan terjangkau. Kami apresiasi program pengembangan klaster komoditas pangan
strategis yang dilakukan BI, khususnya melalui penerapan demonstration plot
atau demplot berbasis teknologi smart farming pada komoditas bawang merah dan
aneka cabai," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Dibuka Bupati Pringsewu, 32 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola Bupati Cup 20260
- Bupati Pringsewu Ajak GOW Ikut Andil Wujudkan Penguatan Ekonomi Keluarga0
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 0
- Pantau Pemilihan Kapekon Serentak, Bupati dan Wabup Pringsewu Tinjau TPS0
- Bupati dan Kapolres Tinjau Kesiapan TPS Jelang Pencoblosan Pilkakon0
Pihaknya meyakini keberhasilan pembangunan
pertanian tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga sejauh
mana hasil tersebut mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka peluang
usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Wabup menekankan para petani dan kelompok tani,
agar pengetahuan, teknologi dan pengalaman yang diperoleh melalui program
pendampingan benar-benar diterapkan dalam kegiatan budi daya sehari-hari. Serta
terbuka terhadap inovasi, berani mencoba teknologi baru dan terus meningkatkan
kemampuan dalam mengelola usaha pertanian.
"Perangkat daerah yang membidangi pertanian,
ketahanan pangan dan perekonomian, agar terus memperkuat pendampingan dan
pembinaan kepada petani secara berkelanjutan, identifikasi berbagai kendala
yang dihadapi di lapangan, serta pastikan program bantuan dan fasilitasi
benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan
petani. Serta terus perkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,"
ujar Umi Laila pada acara yang dihadiri Kepala BI Perwakilan Lampung Bimo
Epyanto beserta jajaran pemkab setempat.
Wabup Pringsewu berharap program pengembangan
klaster pangan tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu periode program
saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan diperluas sehingga semakin banyak
kelompok tani yang memperoleh manfaat. Peningkatan produksi harus diikuti
dengan kepastian pasar, kelancaran distribusi serta pengembangan hilirisasi
agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan memberikan keuntungan yang lebih
besar bagi masyarakat.
"Dengan langkah-langkah tersebut, kita
berharap sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu semakin tangguh, memiliki daya
saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian inflasi
dan oertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. [MFH/Diskominfo]











