- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota Metro, Resmikan Layanan Ambulance, Jemput Sakit - Pulang Sehat

BANTUL, MFH,-- Program ini menjadi
langkah strategis Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat akses dan kualitas
pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Peluncuran layanan tersebut
menandai komitmen nyata Pemerintah Kota Metro dalam menghadirkan pelayanan
kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat, khususnya dalam hal transportasi medis.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro
menegaskan bahwa layanan Ambulance Jemput Sakit, Pulang Sehat bukan sekadar
pengadaan sarana, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik di sektor
kesehatan.
Baca Lainnya :
- Muskot PMI Kota Metro 2026 Resmi Digelar0
- Pemkot Metro Respon Cepat Keluhan Warga Yosomulyo Terkait BPJS dan Bansos0
- Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis0
- Wali Kota Metro Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 30
- Musrenbang Kelurahan Purwo Asri Fokuskan Pembangunan Infrastruktur0
“Peluncuran layanan ini merupakan
wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kemudahan akses, rasa aman, serta
kepastian pelayanan yang humanis bagi seluruh warga Kota Metro,” ujar Bambang
Iman Santoso.
Ia berharap layanan ambulans ini
dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi
kesehatan, baik dalam kondisi darurat maupun rujukan, sehingga tidak ada lagi
warga yang terlambat mendapatkan pertolongan medis akibat keterbatasan sarana.
Menurutnya, kesehatan merupakan hak
dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh pemerintah tanpa
pengecualian. Oleh karena itu, layanan kesehatan harus dapat diakses oleh
seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.
“Saya berharap layanan Ambulance
Jemput Sakit, Pulang Sehat ini dikelola secara profesional, dimanfaatkan secara
optimal, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Wali Kota juga berpesan kepada
seluruh petugas kesehatan agar senantiasa memberikan pelayanan yang cepat,
ramah, dan mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama terlebih di
era kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi saat ini, dimana pelayanan
publik dituntut untuk serba cepat, responsif, dan mudah diakses oleh
masyarakat. “Pelayanan terbaik adalah pelayanan yang benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Bambang, ketika kebutuhan
dasar masyarakat telah terpenuhi dengan baik, maka kepercayaan publik akan
tumbuh dan potensi keluhan dapat diminimalkan, karena rumah sakit adalah
kebutuhan vital yang harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi hambatan bagi
masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.
Dalam paparannya, Bambang
menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang merasa kesulitan atau tidak
terlayani saat membutuhkan pelayanan kesehatan, karena hal tersebut
bertentangan dengan tujuan utama penyelenggaraan layanan publik.
Wali Kota Metro juga mendorong
Direktur RSUD Sumbersari Bantul beserta jajaran untuk terus berinovasi dan
berkreasi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan demi kepuasan masyarakat
dengan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
bekerja bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga bentuk
pengabdian dan panggilan kemanusiaan.
“Tidak semua kebaikan diukur dengan
materi. Berbuat baik kepada orang lain sejatinya adalah kebaikan untuk diri
kita sendiri. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga waktu, tenaga, dan
ilmu yang diberikan kepada masyarakat, “ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut
dapat menjadi ruh pelayanan di RSUD Sumbersari Bantul, sehingga kepercayaan
masyarakat terhadap rumah sakit dapat kembali tumbuh.
Sementara itu, Direktur RSUD
Sumbersari Bantul, dr. Hasril Syahdu, MKM, menyampaikan bahwa dirinya yang baru
mulai menjabat sejak awal Januari 2026 telah menetapkan program 100 hari kerja
sebagai langkah awal pembenahan rumah sakit, dimana salah satu fokus utamanya
adalah mengubah mindset masyarakat agar kembali mengenal dan mempercayai
keberadaan RSUD Sumbersari Bantul sebagai fasilitas kesehatan rujukan.
Meski bukan berlatar belakang
politik, dr. Hasril menegaskan bahwa program 100 hari kerja harus diselesaikan
secara terukur dengan fokus awal diarahkan pada perubahan persepsi dan pola
pikir masyarakat terhadap keberadaan RSUD Sumbersari Bantul agar kembali
dikenal dan diingat sebagai fasilitas layanan kesehatan yang mudah diakses.
Tak hanya itu, dr. Hasril Syahdu
mengungkapkan bahwa penguatan citra rumah sakit dimulai dari penataan kawasan
depan agar masyarakat yang melintas dapat dengan mudah mengenali keberadaan
RSUD Sumbersari Bantul sehingga iharapkan mampu menanamkan kesadaran publik
bahwa rumah sakit hadir dan siap melayani.
Selain itu, pembenahan fisik juga
menjadi prioritas, meliputi penataan ruang poli, Unit Gawat Darurat (UGD),
serta ruang rawat inap yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja guna
meningkatkan kenyamanan dan mutu pelayanan.
“Peluncuran Ambulance Jemput Sakit,
Pulang Sehat, Jemput Sakit, Pulang Sehat.Kebijakan ini diambil menyusul
rendahnya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD
Sumbersari Bantul yang masih berada di angka 11,4 persen dengan bertujuan untuk
meningkatkan angka kunjungan dan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang
sebelumnya masih tergolong rendah, “terangnya.
Melalui layanan ambulans tersebut,
RSUD Sumbersari Bantul menargetkan peningkatan BOR hingga 30–40 persen.
Ambulans disiapkan untuk menjemput pasien dari seluruh puskesmas se-Kota Metro
yang membutuhkan layanan lanjutan di rumah sakit.
Layanan ambulans ini diperuntukkan
bagi masyarakat Kota Metro serta wilayah perbatasan seperti Metro Kibang dengan
jarak tempuh yang masih terjangkau sehingga keberadaan ambulans ini dapat
berdampak langsung pada peningkatan kunjungan rawat jalan dan rawat inap.
Dr. Hasril mengungkapkan bahwa pada
tahun 2025, dengan kapasitas 50 tempat tidur, jumlah pasien rawat inap dalam
satu bulan hanya mencapai 29 orang. Sementara itu, kunjungan rawat jalan per
hari masih berkisar 40–50 pasien, meskipun layanan poli dengan dokter spesialis
mayor dan minor telah tersedia.
Sesuai arahan Wali Kota Metro, RSUD
Sumbersari Bantul diarahkan kembali menjadi rumah sakit yang terbuka dan mudah
diakses masyarakat. Untuk itu, pihaknya menggagas pembentukan Pos Pelayanan
Kesehatan Terpadu melalui kolaborasi dengan kepala puskesmas dan Dinas
Kesehatan.
“Pos pelayanan tersebut akan
melayani pasien rawat jalan yang tidak memerlukan perawatan rumah sakit. Namun,
apabila kondisi pasien tidak dapat ditangani di pos tersebut, maka akan
langsung dirujuk ke RSUD Sumbersari Bantul, “paparnya.
Selain peningkatan layanan, RSUD
Sumbersari Bantul juga menyesuaikan penataan ruang sesuai standar Permenkes
Nomor 40 Tahun 2021 untuk rumah sakit tipe D. Ke depan, peningkatan kelas rumah
sakit dari tipe D ke tipe C akan dipertimbangkan setelah target kunjungan
terpenuhi.
Saat ini, layanan ambulans didukung
oleh 3 armada, masing-masing untuk UGD/rujukan dan armada cadangan, dengan call
center 119 yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.
dr. Hasril menegaskan bahwa visi
RSUD Sumbersari Bantul kini difokuskan pada optimalisasi pelayanan dan
peningkatan kesejahteraan karyawan, dengan moto “Melayani dengan Sepenuh Hati”,
serta bersinergi dengan visi Wali Kota Metro dalam mewujudkan masyarakat yang
cerdas, sejahtera, berbasis jasa, dan berbudaya. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)