- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Musrenbang Kelurahan Purwo Asri Fokuskan Pembangunan Infrastruktur

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menjadi forum
strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan rencana
pembangunan daerah tahun 2026 hingga 2027,berlangsung di Kelurahan Purwo Asri,
Kecamatan Metro Utara, pada Senin (19/01/2026).
Musrenbang tersebut dihadiri oleh
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, perangkat daerah terkait, Lurah
Purwo Asri, tokoh masyarakat, serta perwakilan RT dan RW yang menyampaikan
berbagai persoalan pembangunan fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq
Adi Pradana, menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima sejumlah aspirasi
warga, terutama dari kalangan petani yang mengeluhkan kondisi saluran irigasi
pertanian,seperti adanya ketidakseimbangan aliran air pada jalur irigasi, baik
karena debit air yang terlalu besar maupun terlalu kecil sehingga berdampak
pada produktivitas pertanian.
Baca Lainnya :
- Musrenbang Kelurahan Purwosari Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Prioritas 0
- Pemkot Metro Fokus pada Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat0
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan0
- Serap Aspirasi Masyarakat, Pemkot Metro Gelar Musrenbang Kelurahan Yosorejo0
- Musrenbang Tejo Agung Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi0
“Kami mendengar langsung keluhan
masyarakat, khususnya para petani yang mengalami kesulitan pada jalur air
sehingga diharapkan adanya penanganan terhadap saluran irigasi tersier yang ada
di Kelurahan Purwo Asri,” ujar Rafieq.
Ia menegaskan bahwa pembangunan
sektor pertanian akan menjadi prioritas sejalan dengan program swasembada
pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pembangunan dan
perbaikan irigasi tersier serta akses jalan pertanian diarahkan menjadi
prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026–2027.
Selain infrastruktur pertanian, ia
juga menyoroti persoalan sosial yang disampaikan masyarakat, seperti bantuan
sosial yang belum tepat sasaran dan kendala dalam mengakses pendidikan anak
usia dini (PAUD) yang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke
rumah warga guna pendataan ulang penerima bantuan sosial.
“Untuk masalah bansos dan PAUD,
langsung kami tindak lanjuti di lapangan untuk dilakukan pendataan ulang agar
bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran, sementara pendaftaran PAUD akan
diarahkan ke PAUD negeri dengan proses yang dipermudah,” jelasnya.
Terkait usulan tambahan pembangunan
yang disampaikan dalam Musrenbang, Rafieq menjelaskan bahwa saat ini pemerintah
daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran. Hal tersebut disebabkan oleh
pengurangan anggaran serta proses penyusunan APBD yang masih berjalan, sehingga
belum dapat memberikan keputusan final atas seluruh usulan pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama,
Pemerintah Kota Metro juga menanggapi keluhan masyarakat mengenai Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang banyak beralih fungsi menjadi
kawasan kavling.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah
daerah telah menerima surat edaran dari tiga kementerian, salah satunya
Kementerian Pertanian, terkait pengetatan aturan LP2B. “Untuk LP2B, aturannya
sekarang sudah diperketat oleh Menteri Pertanian,sementara untuk kasus lama,
kami masih menunggu arahan dari kementerian terkait bagaimana penanganannya,”
ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Purwo Asri,
Sutoyo, menegaskan bahwa Musrenbang kelurahan merupakan forum resmi yang sangat
penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan
di wilayahnya. Hasil Musrenbang ini akan menjadi dasar perencanaan pembangunan
hingga tingkat kecamatan dan penganggaran daerah.
Sutoyo juga mengungkapkan bahwa
salah satu tantangan besar pembangunan saat ini adalah kondisi fiskal daerah
yang mengalami penurunan signifikan yang dipicu oleh berkurangnya dana transfer
dari pemerintah pusat serta penurunan pendapatan asli daerah.
“Penurunan kapasitas fiskal ini
menuntut kita semua untuk lebih cermat, selektif, dan inovatif dalam merencanakan
serta melaksanakan pembangunan daerah,” katanya.
Dalam pemaparan rencana pembangunan
fisik tahun anggaran 2026, Kelurahan Purwo Asri mengusulkan sejumlah kegiatan
yang dibiayai melalui anggaran OPD, di antaranya pembangunan hotmix Jalan
Komodo RW 5, 6, 7, dan 8; pembangunan hotmix Jalan Sriti RT 25 RW 07; lanjutan
rehabilitasi onderlagh Jalan Sriti 2 RT 28 RW 08; pembangunan drainase Jalan
Sriti Induk RT 28 RW 08; serta rehabilitasi saluran irigasi tersier KR 4 C Ki.
Kelurahan Purwo Asri juga menerima
Dana Kelurahan tahun 2026 sebesar Rp156.350.000 yang dialokasikan untuk
pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, meliputi pekerjaan cor blok dan
drainase di sejumlah RT dan RW, sarana prasarana PKK, serta pembuatan teralis
perpustakaan kelurahan.
Selain itu, Dana Kelurahan sebesar
Rp21.293.600 dialokasikan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, antara lain
sosialisasi pengelolaan pupuk dan bahan organik, perlombaan hafalan Juz Amma
bagi TPA, kegiatan perlombaan PKK, penguatan Forum Anak Kelurahan, sosialisasi
narkoba bagi remaja, penguatan kelembagaan RT dan RW, serta sosialisasi
Undang-Undang Perkawinan.
Sebagai penutup, Musrenbang
Kelurahan Purwo Asri juga merumuskan usulan prioritas pembangunan dana OPD
tahun 2027, di antaranya peningkatan jalan hotmix Jalan Cendrawasih RW 01
sepanjang 600 meter, peningkatan jalan hotmix Jalan Makam RW 03 sepanjang 200
meter, peningkatan jalan usaha tani RT 12 RW 04 sepanjang 300 meter,
peningkatan jalan hotmix Lego 2 sepanjang 200 meter, serta pembangunan drainase
Jalan Komodo Kolam Damraman sepanjang 200 meter. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)