- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Pemkot Metro Fokus pada Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

METRO, MFH,-- Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Banjarsari dilaksanakan di Aula
Kelurahan Banjarsari, sebagai forum strategis untuk menyerap aspirasi
masyarakat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan dan kinerja
pemerintahan kelurahan sepanjang tahun 2025, Kamis (15/01/2026).
Dalam paparannya, Lurah Banjarsari,
Nila Kusumawati, menyampaikan capaian realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Tahun Anggaran 2025. Pokok ketetapan PBB Kelurahan Banjarsari tercatat sebesar
Rp427.706.175, dengan realisasi PBB tahun berjalan mencapai Rp281.882.994 atau
sebesar 65,91 persen. Selain itu, realisasi piutang PBB tahun sebelumnya yang
tertagih pada 2025 mencapai Rp 66.194.192, sehingga total penerimaan PBB tahun
2025 berjumlah Rp348.077.186 atau setara 81,38 persen dari total target.
Namun demikian, Nila mengungkapkan
sejumlah kendala dalam optimalisasi penerimaan PBB, di antaranya masih
rendahnya kesadaran sebagian wajib pajak untuk segera membayar PBB serta adanya
objek pajak yang ditelantarkan atau berpindah kepemilikan namun tidak
dilaporkan.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan0
- Serap Aspirasi Masyarakat, Pemkot Metro Gelar Musrenbang Kelurahan Yosorejo0
- Musrenbang Tejo Agung Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi0
- ACFION 2026 Resmi Dibuka, Wadah Pengembangan Akuntan Muda Berprestasi0
- Wali Kota Metro Hadiri Pengajian Isra Miraj dan Sambut Ramadhan Bersama Warga Jl. Flamboyan0
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak
kelurahan telah melakukan berbagai upaya, seperti penagihan langsung kepada
wajib pajak, penelusuran keberadaan wajib pajak bersama kolektor, serta
mengusulkan kepada BPPRD Kota Metro untuk melakukan peninjauan objek pajak yang
tidak berfungsi, perubahan SPPT, hingga penghapusan piutang tertentu.
“Dalam optimalisasi penerimaan PBB,
kami masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya rendahnya kesadaran
sebagian wajib pajak untuk segera membayar PBB, serta adanya objek pajak yang
ditelantarkan atau telah berpindah kepemilikan namun tidak dilaporkan dan kami
telah melakukan penagihan langsung kepada wajib pajak, menelusuri keberadaan
wajib pajak bersama kolektor, serta mengusulkan kepada BPPRD Kota Metro agar
dilakukan peninjauan terhadap objek pajak yang tidak berfungsi, perubahan SPPT,
hingga penghapusan piutang tertentu,” ujarnya.
Pada tahun 2025, Kelurahan
Banjarsari juga telah melaksanakan sejumlah program prioritas, di antaranya
pendataan dan pemutakhiran basis data DTSEN secara berkelanjutan bagi warga
penerima bantuan sosial dengan melibatkan pamong, PSM, dan pendamping PKH.
Selain itu, dilakukan pendistribusian bantuan pangan dan bantuan sosial,
penyaluran insentif bagi pegiat keagamaan, pendidikan, kesehatan, serta pamong,
pembangunan infrastruktur melalui Dana Pembangunan Sarana dan Prasarana
Kelurahan, serta penyaluran hibah bidang sosial, keagamaan, olahraga, dan seni
budaya.
Berbagai kegiatan unggulan turut
dilaksanakan, antara lain pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di 12
RW berupa pembangunan drainase di 10 titik dan cor blok di satu titik dengan
anggaran sebesar 132 juta. Di bidang pemberdayaan masyarakat, kelurahan
melaksanakan pelatihan sulam tapis untuk peningkatan ekonomi kreatif,
sosialisasi PHBS sebagai upaya penanggulangan stunting, pembentukan Forum Anak,
pengembangan Bank Sampah Unit (BSU), Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP),
serta penguatan Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK).
LKK Banjarsari yang berdiri sejak
2013 dengan modal awal sebesar 13 juta rupiah hibah dari Pemerintah Kota Metro,
kini telah berkembang dengan total aset mencapai 511.546.000 rupiah. Lembaga
ini menjadi satu-satunya LKK yang masih aktif dan berperan penting dalam
membantu permodalan UMKM warga Banjarsari agar terhindar dari praktik rentenir
maupun pinjaman online berbunga tinggi.
Selain itu, kegiatan unggulan
lainnya meliputi BSU Saiyo Sakato sebagai pengelolaan sampah berbasis ekonomi,
kegiatan ARSETI oleh PKK dalam mengatasi sanitasi rumah tangga, serta Paguyuban
Banjarsari Bersatu sebagai wadah pemersatu elemen masyarakat dan mitra
pemerintah dalam pembangunan dan keamanan lingkungan.
Ke depan, Kelurahan Banjarsari
menetapkan sejumlah program prioritas yang sejalan dengan RPJMD, antara lain
pemeliharaan dan pemutakhiran data DTSEN, kelanjutan penyaluran insentif bagi
ratusan guru ngaji, pamong, marbot, juru kunci makam, dan pengurus lembaga
kemasyarakatan, pembangunan infrastruktur di 12 titik, penyaluran hibah bagi
rumah ibadah dan lembaga kemasyarakatan, serta perbaikan data PBB dan data
kependudukan secara bertahap.
Dalam Musrenbang tersebut juga
diusulkan pembangunan kembali Kantor dan Aula Kelurahan Banjarsari yang dinilai
telah mengalami kerusakan di banyak bagian dan membutuhkan pembaruan sebagai
pusat pelayanan publik.
Sementara itu, Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Rosita, menegaskan bahwa
Musrenbang kelurahan tidak hanya merupakan bagian dari siklus perencanaan tahunan,
tetapi juga menjadi forum silaturahmi antara wali kota, jajaran Pemerintah Kota
Metro, dan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya Musrenbang
sebagai ruang resmi penyampaian aspirasi masyarakat yang akan menjadi dasar
perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan hingga penganggaran daerah.
Rosita juga menjelaskan bahwa tema
pembangunan Kota Metro tahun 2027 adalah penguatan modal manusia dan modal
sosial sebagai pondasi pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,
sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Metro 2025–2029. Tema tersebut diturunkan
ke dalam lima prioritas daerah, meliputi peningkatan kualitas SDM,
profesionalitas birokrasi, pemerataan infrastruktur dasar, perluasan
perlindungan sosial adaptif, serta peningkatan kualitas keluarga dan kemampuan
berusaha masyarakat.
“Saya menegaskan bahwa pembangunan
yang baik adalah pembangunan yang lahir dari kebutuhan masyarakat, oleh karena
itu saya mengajak seluruh peserta musrenbang Kelurahan Banjarsari untuk turut
mengawal agar usulan yang disampaikan adalah usulan prioritas yang menyentuh
kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pada
tahun 2025 jumlah SPPT PBB di Kelurahan Banjarsari mencapai 4.626 lembar dengan
capaian realisasi sebesar 65,91 persen. Untuk tahun 2026, kegiatan pembangunan
di Kelurahan Banjarsari direncanakan dengan total anggaran sebesar Rp
3.385.990.227, yang keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif
masyarakat.
Pemerintah Kota Metro juga terus
memberikan apresiasi melalui penyaluran insentif kepada kader kesehatan,
pamong, dan pegiat sosial kemasyarakatan di tengah tantangan fiskal daerah yang
semakin kompleks. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)