- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun
2025 serta Persiapan Tugas Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui virtual di OR
Setda Kota Metro, Selasa (20/01/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung
oleh Gubernur Lampung, Mirza, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah
kabupaten/kota se-Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya penguatan
koordinasi dan sinergi antarwilayah dalam pelaksanaan program strategis
nasional.
Dalam arahannya, Gubernur Lampung
menyampaikan bahwa capaian pelaksanaan Program MBG di Provinsi Lampung telah
melampaui target nasional. Hingga saat ini, realisasi MBG di Lampung mencapai
108 persen dengan jumlah penerima manfaat sekitar 2,3 juta siswa.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 30
- Musrenbang Kelurahan Purwo Asri Fokuskan Pembangunan Infrastruktur0
- Musrenbang Kelurahan Purwosari Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Prioritas 0
- Pemkot Metro Fokus pada Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat0
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan0
“MBG di Provinsi Lampung sudah
mencapai 108 persen. Ada sekitar 2,3 juta siswa yang menerima manfaat.
Alhamdulillah, capaian ini kemungkinan menjadi nomor satu secara nasional jika
dilihat dari sisi proporsionalitas,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa capaian
tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemerintah daerah yang secara
konsisten mendukung pelaksanaan MBG di wilayah masing-masing. Meski demikian,
evaluasi tetap menjadi langkah penting guna memastikan keberlanjutan program
dan peningkatan kualitas pelaksanaan MBG, khususnya dalam menyongsong tahun
2026.
Salah satu penekanan utama dalam
rapat evaluasi tersebut adalah pentingnya integrasi Program MBG dengan
program-program pembangunan yang disusun oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Kami melakukan evaluasi, dan
kebetulan pemerintah kabupaten/kota juga sedang menyusun program daerah. Ke
depan, kita ingin program itu terintegrasi dengan MBG,” kata Gubernur.
Integrasi program tersebut
diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam pemenuhan
gizi siswa, tetapi juga berkontribusi pada pengentasan kemiskinan, penciptaan
lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal.
“Kita ingin melihat bagaimana MBG
ini bisa menurunkan kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat
rantai pasok dari daerah setempat. Itu yang akan menjadi fokus pada 2026,”
lanjutnya.
Selain aspek integrasi program,
kualitas menu MBG juga menjadi perhatian serius, menyusul adanya sorotan dan
keluhan dari orang tua siswa yang sempat viral di media sosial.Menanggapi hal
tersebut, Gubernur Lampung menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP)
pelaksanaan MBG harus diperkuat dan dijalankan secara ketat oleh seluruh
penyelenggara.
“SOP harus diperkuat. Standardisasi
harus jelas, mulai dari menu, infrastruktur dapur, kualitas bahan makanan,
hingga proses penyajian,” tegas Gubernur.
Pemprov Lampung juga mendorong agar
kebutuhan bahan pangan MBG dapat dipenuhi dari wilayah setempat. Namun
demikian, Gubernur mengakui masih adanya kendala kesiapan rantai pasok di
tingkat desa.
“Lampung ini penghasil pangan,
tetapi belum semua desa siap. Tidak setiap desa memiliki penyedia yang mampu menyiapkan
sekitar 3.000 omprengan per hari, sehingga pasokan masih banyak berasal dari
luar wilayah,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut,
Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota menyiapkan desa-desa agar mampu
mendukung kebutuhan MBG, sehingga ke depan bahan makanan dapat sepenuhnya
bersumber dari daerah masing-masing.
Selain itu, rapat juga membahas
pengelolaan sampah sisa MBG yang kini mulai diarahkan menjadi Pupuk Organik
Cair (POC) sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.
“Untuk sampah MBG, POC sudah
berjalan dan mulai diterapkan. Nantinya pupuk organik cair ini akan diberikan
kepada masyarakat dengan konsep sirkular dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur.
Sementara itu, berdasarkan data
hingga 19 Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang
telah beroperasional di Kota Metro tercatat sebanyak 30 SPPG.Adapun jumlah
penerima manfaat Program MBG di Kota Metro mencapai 71.612 orang, yang terdiri
dari 63.511 siswa sekolah, 710 ibu hamil, 1.696 ibu menyusui, serta 5.695
balita.
Ketua Satgas Pangan Kota Metro,
Wahyuningsih, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menindaklanjuti arahan
Gubernur Lampung, khususnya terkait pemanfaatan bahan pangan lokal.Ia berharap
seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di Kota Metro dapat
mengutamakan penggunaan produk dan bahan pangan hasil petani lokal sebagai
bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah serta keberlanjutan program MBG.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)