- Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal
- Rapat Paripurna KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Anggaran Terarah dan Terukur
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar
- Bupati Riyanto Pamungkas Ajak Wujudkan Pringsewu Bebas dari Perundungan
- Cegah Gangguan Sosial, Pemkab dan Forkopimda Sepakati Pembatasan Waktu Hiburan
- Bupati Ela Pimpin Apel Hari Pramuka ke-65
- Bank Lampung Salurkan CSR untuk Kota Metro
- Lepas Ketua PN Liwa ke Pacitan, Bupati Lampung Barat Sebut Ini Bukan Perpisahan
- 22 Dokter Internship Diterjunkan ke Lampung Barat, Bupati Minta Bawa Inovasi Baru
- Bupati Lampung Barat Minta Kemenhaj Data Trevel Umrah
Bank Lampung Salurkan CSR untuk Kota Metro
Dukung Pelayanan Publik hingga Pemberdayaan Masyarakat

METRO, MFH,--Pemerintah Kota Metro terus
mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk menghadirkan manfaat nyata bagi
masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank Lampung
memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan publik,
memperkuat pengelolaan lingkungan, memperluas akses literasi digital, serta
mendorong pemberdayaan masyarakat di Kota Metro.
Penyerahan bantuan CSR tersebut berlangsung di
Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (12/10/2026), sebagai tindak lanjut atas
usulan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota
Metro.
Bantuan yang diberikan mencakup delapan unit
becak motor (bentor) untuk mendukung pengangkutan sampah, fasilitas titik
koleksi digital (e-book) di Taman Kota Metro, peralatan pendukung kegiatan
Pesantren Bank Sampah, serta sarana pendukung lainnya untuk menunjang pelayanan
kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Tata Shopping Center, Perkuat Keselamatan dan Optimalisasi Aset Daerah0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Buka Femina Run Anniversary 20260
- Asisten I Sekda Metro Hadiri HUT FKPPI se-Lampung, Teguhkan Komitmen Kebangsaan0
- Wali Kota Metro Hadiri Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan0
- Kota Metro Borong Enam Prestasi pada Festival Seni Qasidah0
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso,
menyampaikan bahwa program CSR perusahaan perlu diarahkan untuk mendukung
kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat program prioritas pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Metro saat ini berfokus pada
sejumlah program prioritas, mulai dari penataan ruang publik, peningkatan
kualitas pendidikan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
Karena itu, bantuan CSR diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat
sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,”
ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah
dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan
publik. Melalui kolaborasi tersebut, kebutuhan masyarakat dapat direspons
secara lebih terarah dengan dukungan berbagai pihak.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi
program CSR perusahaan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kota Metro agar
penyaluran bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun tumpang tindih.
“Yang ingin kita bangun adalah keselarasan
antara program CSR perusahaan dan program prioritas Pemerintah Kota Metro.
Dengan begitu, bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran, terukur, dan
memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang benar-benar
membutuhkan,” tegasnya.
Bambang berharap bantuan tersebut tidak hanya
dipandang sebagai penyerahan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi bagian
dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia meminta perangkat daerah penerima bantuan
agar mengelola dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara bertanggung
jawab, sesuai kebutuhan serta peruntukannya.
“Bantuan ini harus dijaga dan dimanfaatkan
sebaik-baiknya. Pastikan sarana yang diberikan benar-benar digunakan untuk
mendukung pelayanan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat
secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dari sisi lingkungan, bantuan delapan unit
bentor pengangkut sampah diharapkan dapat menunjang operasional petugas
kebersihan dalam mengangkut sampah dari lingkungan permukiman maupun
titik-titik pelayanan yang membutuhkan penanganan. Dukungan ini menjadi salah
satu upaya memperkuat pengelolaan kebersihan kota agar lingkungan masyarakat
semakin tertata.
Sementara itu, penyediaan titik koleksi digital
(e-book) di Taman Kota Metro diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap
bahan bacaan dan sumber pengetahuan. Fasilitas tersebut juga berpotensi
menjadikan ruang publik sebagai tempat yang tidak hanya nyaman untuk
dikunjungi, tetapi juga mendukung kegiatan literasi dan pembelajaran
masyarakat.
Adapun bantuan untuk Pesantren Bank Sampah
berupa peralatan mesin jahit dan perlengkapan pendukung pengelolaan sampah
diharapkan dapat menunjang kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dukungan ini dapat
dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas produktif, meningkatkan keterampilan,
serta mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi berbasis masyarakat dan kepedulian
terhadap lingkungan.
Direktur Bank Lampung, Indra Merviana, dalam
sambutannya menyampaikan harapan agar bantuan CSR yang diberikan dapat
dimanfaatkan secara maksimal oleh perangkat daerah dan kelompok penerima sesuai
dengan kebutuhan yang telah diusulkan.Ia menegaskan bahwa dukungan melalui
program CSR diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat serta mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan di
Kota Metro.
“Harapan kami, bantuan ini dapat digunakan
sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan
oleh masyarakat dan mendukung peningkatan pelayanan di Kota Metro,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Metro
berharap keterlibatan sektor perbankan, dunia usaha, dan anggota Forum CSR
dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang terarah, program tanggung jawab
sosial perusahaan diharapkan menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat
sekaligus mendukung pembangunan Kota Metro yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Bank
Lampung, perwakilan perusahaan perbankan di Kota Metro, serta seluruh anggota
Forum CSR yang terdiri dari RSUD, pengusaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
[MFH/Diskominfo]











