- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Usai Bertempur, banyak Tentara Israel Hilang di Jalur Gaza
Terjadi usai terjadinya pertempuran mematikan yang terjadi di Jalur Gaza pada akhir pekan lalu.

Keterangan Gambar : Tentara Israel Bersimbah Darah
YERUSALEM - Seorang tentara Israel dilaporkan menghilang di Jalur Gaza. Hal ini terjadi usai terjadinya pertempuran mematikan yang terjadi di Jalur Gaza pada akhir pekan lalu.
Melansir Boston Herald, Selasa (22/7/2014), pejabat pertahanan Israel mengatakan, tentaranya hilang usai pertempuran mematikan di Gaza terjadi pada pekan lalu. Namun, tidak jelas apakah tentara tersebut masih hidup atau sudah tewas.
Konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas sejauh ini sudah menyebabkan sekira 25 tentara Israel tewas dan ratusan warga Palestina. Sebagian besar korban warga Palestina adalah anak-anak.
Memanasnya situasi itu membuat sejumlah desakan gencatan berdatangan dari sejumlah negara dan organisasi internasional.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melakukan pertemuan di Kairo, Mesir. Pertemuan di bertujuan untuk mendesak agar konflik yang terjadi di Gaza segera dihentikan.
Mengingat agresi yang militer yang dilancarkan Israel merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Menyusul banyak warga sipil yang telah menjadi korban akibat pertempuran yang dilakukan Israel dan Hamas.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melakukan pertemuan di Kairo, Mesir. Pertemuan di bertujuan untuk mendesak agar konflik yang terjadi di Gaza segera dihentikan.
Mengingat agresi yang militer yang dilancarkan Israel merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Menyusul banyak warga sipil yang telah menjadi korban akibat pertempuran yang dilakukan Israele dan Hamas.
Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara terang-terangan mendukung Hamas. Hamas sendiri sudah dimasukan ke dalam daftar hitam terorisme oleh Israel.
Selain itu, Khamenei dan beberapa pemimpin Iran berjanji akan menghilangkan Israel dari peta dunia. Bahkan, beberapa pekan lalu, Khamenei menyatakan peristiwa pembantaian warga Yahudi oleh Nazi satu abad lalu, hanyalah sebuah ilusi yang tak nyata.
Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara terang-terangan mendukung Hamas. Hamas sendiri sudah dimasukan ke dalam daftar hitam terorisme oleh Israel.
Selain itu, Khamenei dan beberapa pemimpin Iran berjanji akan menghilangkan Israel dari peta dunia. Bahkan, beberapa pekan lalu, Khamenei menyatakan peristiwa pembantaian warga Yahudi oleh Nazi satu abad lalu, hanyalah sebuah ilusi yang tak nyata.
Video Terkait:











