- 401 Siswa Sekolah Rakyat Lampung Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru
- Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pasar Kotaagung
- Diduga Langgar UU Lingkungan Hidup, WALHI Lampung Desak Usut Pembuangan Limbah PT. Ciomas
- DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
- Diskominfotiksan Perkuat Monitoring Kinerja Pegawai Lewat Inisiasi Pengembangan SIMON
- Wabup Lamtim Azwar Hadi Dorong Lulusan SMK Berdaya Saing Global
- Bupati Ela SIti Nuryamah Kukuhkan Kampung Siaga Bencana
- Panen Raya Petani Mitra Adhyaksa, Bukti Sinergi Kejaksaan dan Pemkab Lampung Timur
- Pemkot Metro Tinjau Sentra Bawang Merah Solok
- Bupati Solok dan Wali Kota Metro Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
401 Siswa Sekolah Rakyat Lampung Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru
Gubernur Dorong Lahirnya Generasi Emas

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gubernur Lampung,
Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan paling
efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat keluarga.
Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh
kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi
generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat
menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa Tahun
Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung di Gedung
Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung, Kota Baru, Lampung Selatan,
Jumat (31/07/2026).
Kegiatan Open House yang juga menampilkan
berbagai kemampuan siswa yang telah dibina selama satu tahun terakhir. Para
siswa tampil percaya diri menjadi pembawa acara dalam tiga bahasa, yakni
Indonesia, Inggris, dan Jepang, menampilkan pidato dalam bahasa Inggris,
Jepang, dan Arab, memperagakan keterampilan PBB oleh Pasukan Pengibar Bendera
(Paskibraka), serta mempersembahkan Tari Sigeh Pengunten sebagai bentuk
pelestarian budaya Lampung.
Baca Lainnya :
- Diduga Langgar UU Lingkungan Hidup, WALHI Lampung Desak Usut Pembuangan Limbah PT. Ciomas 0
- Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-20310
- Sidak Komisi III DPRD Lamsel ke PT. Ciomas, Ditemukan Kerusakan Sarana Pengolah Limbah0
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 10
- Kadis Sosial Lamsel Ungkap Penyebab Bantuan Belum Cair Meski Sudah Pegang ATM0

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan
bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi menghadirkan jenjang pendidikan lengkap mulai
dari SD, SMP hingga SMA. Program tersebut merupakan inisiatif Presiden Republik
Indonesia yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama
mereka yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
"Tahun lalu kami menerima 71 siswa pertama
yang benar-benar membutuhkan pendidikan. Ada yang putus sekolah, ada yang harus
bekerja membantu orang tua, bahkan ada yang sudah kehilangan harapan terhadap
masa depannya. Hari ini, hanya dalam waktu satu tahun, mereka mampu berbicara
dalam bahasa Inggris, Jepang, bahkan Arab. Inilah bukti bahwa pendidikan
berkualitas mampu mengubah kehidupan," ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, keberhasilan tersebut
menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang bagi anak-anak
untuk berprestasi apabila diberikan akses pendidikan yang layak. Ia menyebut
Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya
manusia yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi generasi emas
Indonesia.
Gubernur juga mengajak para orang tua untuk
terus memberikan dukungan dan doa kepada putra-putri mereka selama menempuh
pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Kalian bukan hanya membawa harapan orang
tua, tetapi juga membawa harapan seluruh masyarakat Provinsi Lampung. Di pundak
kalian, kami titipkan masa depan Lampung yang lebih baik," pesannya kepada
para siswa.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya
menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Lampung dalam kehidupan sekolah. Filosofi
Piil Pesenggiri beserta nilai Nemui Nyimah, Sakai Sambayan, dan Nengah Nyappur
diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa sehingga mereka tidak
hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat
gotong royong, tanggung jawab, serta mampu menjaga kehormatan diri dan
daerahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi
3 Provinsi Lampung, Asis Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah
Provinsi Lampung atas dukungan yang terus diberikan sejak sekolah tersebut
dirintis.
Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik kini
berkembang signifikan menjadi 401 siswa yang terdiri atas 60 siswa SD, 150
siswa SMP, dan 120 siswa SMA, ditambah 71 siswa angkatan pertama yang telah
lebih dahulu menempuh pendidikan.

Menurut Asis, Sekolah Rakyat mengusung trilogi
pendidikan, yakni Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang Belum Terjangkau, dan
Memungkinkan yang Tidak Mungkin. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada
Kurikulum Nasional dengan penguatan pendidikan karakter melalui sistem asrama.
Selain memperoleh pendidikan formal, seluruh
siswa mendapatkan fasilitas tinggal di asrama, seragam sekolah, perlengkapan
belajar, dukungan pembelajaran digital, makan tiga kali sehari, serta makanan
ringan dua kali sehari.
Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat
menerapkan aturan yang tegas terhadap segala bentuk perundungan, kekerasan fisik
maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme. Pelanggaran terhadap ketiga
hal tersebut tidak akan ditoleransi, baik dilakukan oleh guru, tenaga
kependidikan maupun siswa.
Suasana Open House semakin hangat saat Gubernur
berdialog langsung dengan para siswa. Salah satunya Muhammad Ridwan Pratama,
siswa kelas IX asal Sukaraja yang sebelumnya merupakan anak buruh bengkel.
Ridwan mengaku kini mampu meraih prestasi karate hingga memperoleh medali emas
dan bercita-cita menjadi seorang chef. Ia berharap kelak dapat memberangkatkan
kedua orang tuanya menunaikan ibadah umrah.
Gubernur juga berbincang dengan Dewi Bunga
Lestari, calon siswi asal Pringsewu yang sempat berhenti sekolah selama dua
tahun karena keterbatasan biaya. Kini, melalui Sekolah Rakyat, Dewi kembali
memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan dan bercita-cita menjadi anggota
Polri serta melanjutkan studi ke Turki melalui beasiswa.
"Harapan-harapan yang sempat terputus kini
tersambung kembali melalui Sekolah Rakyat. Inilah tujuan besar program ini,
membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,"
kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal juga melakukan penyematan atribut secara simbolis kepada calon
siswa sebagai tanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun
Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung.
Melalui penyelenggaraan
Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Pusat
berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang
mampu, sekaligus menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, mandiri,
dan memiliki daya saing untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)