Banser Sumber Agung Kawal Khidmat Natal di Gereja wilayahnya
Wujud Toleransi Beragama

By Aswan 25 Des 2025, 17:25:08 WIB Saburai
Banser Sumber Agung Kawal Khidmat Natal di Gereja wilayahnya

SERAGI, MFH,-Di bawah langit cerah yang memayungi Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kembali menunjukkan dedikasi tanpa batas. Dengan semangat membara yang tak luntur oleh terik matahari, empat personel Banser Ranting Sumber Agung tampak bersiaga penuh mengamankan jalannya ibadah Natal di sejumlah titik rumah ibadah, Kamis (25/12/2025).

Giat pengamanan yang dipimpin langsung oleh komandan lapangan Sahabat Rijal Muttaqin ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang menjadi simbol harmoni desa. Personel Banser bersiaga di Gereja Kerasulan Baru (GKB) yang dipimpin oleh Pendeta Sugiatno, serta Gereja Panti Kosta (nama baru dari Gereja Katolik Stasi Hati Kudus Yesus) di bawah bimbingan spiritual Pastur Tomas. Kehadiran para pemuda berbaju doreng ini bukan sekadar rutinitas keamanan fisik, melainkan pengejawantahan dari visi besar yang sering didengungkan oleh Kepala Desa Sumber Agung, Ali Rohim.

Sebagai seorang kader Nahdlatul Ulama (NU), Ali Rohim dalam berbagai kesempatan sambutannya selalu menekankan cita-cita mulia untuk menjadikan desanya sebagai "Laboratorium Toleransi". Baginya, keamanan dan kenyamanan setiap warga dalam menjalankan hak spiritualnya adalah fondasi utama pembangunan desa yang ia pimpin. Visi strategis ini pun disambut dengan penuh khidmat oleh pengurus struktural PAC GP Ansor Sragi di bawah pimpinan Mas Redo, S.Pd.

Baca Lainnya :

Secara kultural, masyarakat Sumber Agung memang sudah lama mempraktikkan toleransi yang bersifat timbal balik atau resiprokal. Ahmad, salah satu tokoh pemuda setempat, menceritakan betapa indahnya harmoni di desa tersebut; di mana saat umat Islam menggelar peringatan hari besar, warga dari lintas agama justru yang paling aktif membantu mengatur parkir dan menjaga ketertiban. Kehadiran Sahabat Rijal Muttaqin bersama personel Banser hari ini adalah bentuk balasan rasa kasih sayang dan persaudaraan tersebut.

Apresiasi mendalam pun mengalir dari Pendeta Sugiatno dan Pastur Tomas. Bagi mereka, sinergi yang terbangun antara pemerintah desa yang dipimpin kader NU, aparat TNI-Polri, serta militansi pemuda Ansor-Banser memberikan rasa aman yang tulus bagi jemaah. Apa yang terjadi di Sumber Agung membuktikan bahwa konsep Islam rahmatan lil alamin dapat mewujud nyata melalui kepemimpinan yang inklusif dan tindakan nyata di lapangan. Dengan menjaga gereja, Banser sejatinya sedang merawat tenun kebangsaan agar tetap utuh dan kokoh dari tingkat basis. [MFH/JUN]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment