- Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo
- Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Rudiyanto
- Bupati Parosil Minta MBG Tak Sekadar Bergizi: Libatkan Petani-Peternak
- B2SA Goes To Posyandu, Ketua TP-PKK Lambar Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Pangan Bergizi
- Damar Mata Kucing Krui Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Bupati Parosil Minta MBG Tak Sekadar Bergizi: Libatkan Petani-Peternak
Kelola Limbah dan Perketat Pengawasan

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat terus mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
agar berjalan baik dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Salah satunya dengan memperkuat kerja sama
bersama Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia
(APPMBGI) Lampung Barat.
Hal itu disampaikan Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus, saat menerima audiensi pengurus DPD APPMBGI Lampung Barat di
Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Rabu
(15/7/2026).
Baca Lainnya :
- B2SA Goes To Posyandu, Ketua TP-PKK Lambar Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Pangan Bergizi0
- Bupati Parosil Perkuat Sinergi dengan Kanwil Kemenkum Lampung0
- Pemkab Sambut Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Lumbok Seminung 0
- Bupati Ikuti Gamas: Ayah Hadir, Anak Percaya Diri, Keluarga Berkualitas0
- Tinjau Sekolah Kopi, Bupati Parosil Beri Pesan ke Dinas Perkebunan Hingga Karyawan0
Dalam pertemuan tersebut, pengurus APPMBGI
Lampung Barat memperkenalkan kepengurusan sekaligus menyampaikan rencana kerja
organisasi dalam mendukung pelaksanaan program MBG di Kabupaten Lampung Barat.
Ketua APPMBGI Lampung Barat Firman Yani,
mengatakan pihaknya hadir untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah
serta membantu pengelola dapur MBG agar program berjalan sesuai aturan.
“Kami di sini minta dukungan Pak Bupati dan
Satgas MBG. Ke depan bersama Satgas kami ingin mengadakan pelatihan terkait
pengelolaan MBG di Lampung Barat yang melibatkan seluruh dapur-dapur MBG agar
sesuai dengan SOP BGN,” kata Firman.
Menurut Firman, APPMBGI merupakan organisasi
yang menjadi penghubung antara pengusaha pengelola dapur MBG dengan Badan Gizi
Nasional (BGN).
“APPMBGI adalah asosiasi pengusaha dan
pengelola MBG, kami semacam penyangga, sebagai jembatan antara pengusaha dan negara,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat kendala dalam
pelaksanaan program MBG, pengelola dapat berkonsultasi melalui asosiasi.
“Kalau ada suatu permasalahan program kita bisa
konsultasi ke asosiasi ini. Kita sebagai tempat mengadu, seperti misal ada
sebuah kasus di program MBG,” katanya.
Firman menyebutkan, anggota APPMBGI Lampung
Barat saat ini mencapai 20 orang yang menjadi mitra BGN sekaligus bermitra
dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil
Mabsus menyampaikan bahwa Program MBG merupakan program yang baik dan perlu
didukung bersama karena menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo
Subianto.
Menurut Parosil, keberhasilan program tersebut
tidak hanya dilihat dari penyediaan makanan bergizi, tetapi juga bagaimana
pengelolaan dapur dilakukan dengan baik, termasuk memperhatikan dampak
lingkungan.
Ia menyinggung persoalan limbah yang dihasilkan
dari dapur MBG agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat.
“Bagaimana pengelolaan limbah cair dan padat
ini diatasi, bisa koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Parosil.
Selain itu, Parosil berharap keberadaan dapur
MBG dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Lampung Barat, terutama
dengan menyerap hasil pertanian dan peternakan lokal.
“Ya untuk memenuhi kebutuhan dapur, para petani
sayuran ini bisa diberdayakan. Kemudian kalau ada peternak, misal ayam petelur
ya diambil telurnya dari peternak kita,” harapnya.
Parosil menegaskan, pemerintah daerah memiliki
tanggung jawab untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG sesuai amanat Presiden.
“Hari ini pemerintah sangat tegas dan jelas
dari apa yang disampaikan Bapak Presiden kemarin bahwa kepala daerah untuk ikut
melakukan pengawasan. Pengawasan bukan sekadar mengawasi namun bisa mengajukan
penutupan SPPG jika bermasalah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Tim Penggerak PKK
turut dilibatkan dalam pengawasan program tersebut sesuai arahan Gubernur
Lampung.
“Hari ini juga sudah disampaikan Pak Gubernur
bahwa TP-PKK juga diikutsertakan untuk melakukan pengawasan. Karena ibu-ibu PKK
bisa lebih memahami dari sisi gizinya, higienisnya, dan kualitasnya,” jelas
Parosil.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lampung
Barat, hingga Juni 2026 terdapat 84.625 calon penerima manfaat MBG yang terdiri
dari 66.249 peserta didik serta 18.376 sasaran nonpeserta didik seperti ibu
hamil, ibu menyusui, dan balita.
Saat ini terdapat 46 titik SPPG, dengan 29 SPPG
telah beroperasi melayani sekitar 60.639 penerima manfaat.
Pemerintah daerah bersama Satgas MBG terus
melakukan pengawasan agar seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan,
higienitas, dan ketentuan Badan Gizi Nasional.
Melalui kerja sama dengan APPMBGI, Pemerintah
Kabupaten Lampung Barat berharap pelaksanaan MBG semakin baik, menjangkau
seluruh sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. [MFH/Diskominfo
Lampung Barat]











3.jpg)