- Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo
- Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Rudiyanto
- Bupati Parosil Minta MBG Tak Sekadar Bergizi: Libatkan Petani-Peternak
- B2SA Goes To Posyandu, Ketua TP-PKK Lambar Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Pangan Bergizi
- Damar Mata Kucing Krui Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersama Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Provinsi Lampung memperkuat sinergi dalam mewujudkan tata kelola sektor
ketahanan pangan yang efektif dan akuntabel melalui Rapat Entry Meeting
Penugasan Pengawasan Sektor Ketahanan Pangan Triwulan III Tahun 2026 di Aula
Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Rabu (15/07/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal penyamaan
persepsi sekaligus koordinasi antara pemerintah daerah dan BPKP dalam pelaksanaan
pengawasan sektor ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas
pembangunan nasional sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Agus
Setiyawan mengatakan pengawasan pada triwulan III tahun 2026 akan dilakukan
secara komprehensif terhadap sektor ketahanan pangan dengan mencakup tujuh
topik yang terbagi dalam dua tema utama.
Baca Lainnya :
- Kemendagri Dorong Lima Inovasi Pelayanan Samsat untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak0
- Forum Penataan Ruang Bahas Finalisasi RTRW Pesisir Barat0
- Pemprov Lampung Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif Lewat PKN Tingkat II Angkatan XXIV0
- Guru Harus Mengajar dengan Hati Gembira agar Mampu Mencetak Generasi Cerdas dan Berakhlak0
- Hari Pertama Sekolah, Gubernur Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan MBG Berjalan Optimal0
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menilai
implementasi kebijakan, tetapi juga memotret kesesuaian antara kebijakan dan
pelaksanaannya di lapangan, mengidentifikasi berbagai risiko, termasuk potensi
fraud, serta memberikan rekomendasi perbaikan tata kelola.
Agus menilai Lampung memiliki posisi strategis
sebagai salah satu daerah dengan sektor pertanian yang kuat dan berkontribusi
besar terhadap produksi pangan nasional. Karena itu, ia meminta seluruh tim
pengawas menjalankan tugas secara independen, objektif, dan berpedoman pada
standar pengawasan agar hasil evaluasi dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting
dalam memastikan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya pada sektor
ketahanan pangan yang menjadi fokus pembangunan daerah.
Menurut Marindo, sebagai lumbung pangan nasional,
Lampung memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung percepatan swasembada
pangan melalui peningkatan produksi, distribusi, dan stabilitas harga pangan.
"Ketahanan pangan merupakan prioritas
pembangunan nasional. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memastikan tata
kelola sektor pertanian dan ketahanan pangan berjalan selaras dengan Asta Cita
Presiden serta regulasi pemerintah pusat," ujarnya.
Marindo menjelaskan, fokus pembangunan sektor
pertanian di Provinsi Lampung dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga
hilir sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Lampung.
Di sektor hulu, Pemerintah Provinsi Lampung
memprioritaskan pengembangan pupuk hayati cair sebagai alternatif untuk
memperkuat produktivitas pertanian. Program tersebut telah diterapkan di
sekitar 1.500 titik dari total 2.644 desa di Lampung sejak 2025 dan ditargetkan
menjangkau seluruh desa pada 2027 sehingga setiap desa mampu memproduksi pupuk
hayati cair secara mandiri.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga
terus memperkuat komoditas unggulan daerah, termasuk singkong yang merupakan
salah satu komoditas strategis Lampung. Upaya pemerintah memperjuangkan
penghentian impor singkong mendapat dukungan pemerintah pusat dan berdampak
terhadap stabilitas harga singkong di tingkat petani.
Marindo mengatakan berbagai potensi pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan hingga komoditas unggulan seperti kopi dan
lada kemudian diintegrasikan melalui Program Desaku Maju sebagai upaya
membangun ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir.
Program tersebut juga dikolaborasikan dengan
Program Makan Bergizi Gratis sehingga kebutuhan bahan pangan untuk dapur
program dapat dipenuhi dari hasil produksi desa. Dengan demikian, perputaran
ekonomi diharapkan tetap berada di desa sekaligus mendorong tumbuhnya
hilirisasi produk pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Cita-cita kami adalah membangun desa yang
memiliki ekosistem ekonomi kuat sehingga generasi muda bangga menjadi petani
dan memiliki masa depan yang lebih baik di desanya sendiri. Semua itu tentu
harus didukung dengan tata kelola dan pengawasan yang baik melalui kolaborasi
antara BPKP, pemerintah kabupaten/kota, dan perangkat daerah," kata
Marindo.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator
Pengawasan Bidang Instansi Pemerintah Pusat (Korwas IPP) BPKP Aderial
memaparkan desain pengawasan yang akan dilaksanakan di Pemerintah Provinsi
Lampung, Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Tulang Bawang.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan bertujuan
memperkuat tata kelola sektor pangan, mengoptimalkan peran BUMN dalam mendukung
ketahanan pangan, serta memastikan pencapaian target prioritas nasional di
bidang pangan.
Aderial menekankan pentingnya sinkronisasi
indikator dan target pembangunan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi,
dan pemerintah kabupaten/kota agar seluruh program yang dijalankan mampu
mendukung pencapaian target nasional pada tahun 2026.
Ia menambahkan, evaluasi lapangan ditargetkan
selesai pada minggu pertama Agustus 2026. Untuk itu, BPKP mengharapkan dukungan
penuh dari seluruh organisasi perangkat daerah dan inspektorat agar pelaksanaan
pengawasan dapat berjalan secara efektif dan kolaboratif. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)