- Kemendagri Dorong Lima Inovasi Pelayanan Samsat untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
- Forum Penataan Ruang Bahas Finalisasi RTRW Pesisir Barat
- Polsek Kota Agung dan Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Amankan Pelaku Pengeroyokan
- Tanamkan Integritas Sejak Dini, Pemkab Lamtim Dukung Program PAKSI Masuk Sekolah
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Jalin Kolaborasi Strategis dengan Kementerian UMKM RI
- Wali Kota Metro Paparkan Langkah Benahi TPAS dan Tingkatkan PAD
- Bupati Parosil Perkuat Sinergi dengan Kanwil Kemenkum Lampung
- Pemkab Sambut Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Lumbok Seminung
- Tiga Ranperda Strategis Resmi Disetujui, Ini Langkah Besar Bupati Dedi Irawan untuk Pesisir Barat
- Pemprov Lampung Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif Lewat PKN Tingkat II Angkatan XXIV
Kemendagri Dorong Lima Inovasi Pelayanan Samsat untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Samsat Tahun 2026 yang
secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian
Dalam Negeri A. Fatoni di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa
(14/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi
pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, dan PT Jasa Raharja dalam
memperkuat sinergi pelayanan Samsat guna mengoptimalkan penerimaan pajak
kendaraan bermotor secara nasional.
Baca Lainnya :
- Forum Penataan Ruang Bahas Finalisasi RTRW Pesisir Barat0
- Pemprov Lampung Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif Lewat PKN Tingkat II Angkatan XXIV0
- Guru Harus Mengajar dengan Hati Gembira agar Mampu Mencetak Generasi Cerdas dan Berakhlak0
- Hari Pertama Sekolah, Gubernur Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan MBG Berjalan Optimal0
- Kemenag Kota Bandar Lampung Serahkan Gedung Kantor kepada Kementerian Haji0
Rakornas Samsat 2026 mengusung tema
"Sinergi Pelayanan Samsat yang Profesional dalam Mendukung Optimalisasi
Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),
SWDKLLJ, Opsen PKB, dan Opsen BBNKB"
Mewakili Gubernur Lampung, Marindo Kurniawan
menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Provinsi Lampung sebagai
tuan rumah Rakornas Samsat 2026. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar
agenda koordinasi tahunan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat
kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Masyarakat saat ini tidak lagi melihat
batas kewenangan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun kepolisian.
Yang mereka harapkan adalah pelayanan yang cepat, sederhana, transparan, mudah
diakses, dan memberikan kepastian. Tantangan inilah yang harus kita jawab
bersama," ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor
(PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih menjadi salah satu
penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Implementasi Undang-Undang Nomor
1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan
Daerah, khususnya melalui kebijakan opsen PKB dan opsen BBNKB, semakin
memperkuat sinergi fiskal antara pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten/kota.
Menurutnya, keberhasilan optimalisasi
penerimaan pajak kendaraan tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi
juga memperkuat penerimaan negara melalui SWDKLLJ dan Penerimaan Negara Bukan
Pajak (PNBP). Karena itu, integrasi data, digitalisasi layanan, serta
kolaborasi antarlembaga harus terus diperkuat.
"Keberhasilan ke depan tidak lagi
ditentukan oleh besarnya kewenangan masing-masing institusi, tetapi oleh kemampuan
membangun sinergi operasional, mengintegrasikan data dan layanan, serta
menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah bagi masyarakat,"
tegasnya.
Marindo juga menekankan pentingnya transformasi
digital melalui integrasi data registrasi kendaraan, data kependudukan, data
perpajakan, hingga data kecelakaan lalu lintas agar mampu menghasilkan
kebijakan yang lebih akurat dan pelayanan yang tepat sasaran. Ia juga mendorong
perluasan sistem pembayaran digital melalui kolaborasi dengan perbankan sehingga
masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban perpajakannya.
Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka
Rakornas Samsat 2026, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri A.
Fatoni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah
Kota Bandar Lampung, PT Jasa Raharja, Korlantas Polri, dan seluruh pihak yang
telah berkolaborasi menyelenggarakan Rakornas Samsat Tahun 2026.
Fatoni menegaskan bahwa Rakornas ini merupakan
momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan Samsat sekaligus mengoptimalkan penerimaan
pajak kendaraan bermotor.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini
tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan
kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian,
dan PT Jasa Raharja.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah
Kementerian Dalam Negeri A. Fatoni mengajak seluruh pemangku kepentingan
memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja Samsat di tengah tren
penurunan penerimaan pajak kendaraan bermotor secara nasional.
Menurut Fatoni, realisasi penerimaan PKB secara
nasional mengalami penurunan dari sekitar Rp57,57 triliun pada 2024 menjadi
Rp45,99 triliun pada 2025, atau berkurang sekitar Rp11,58 triliun. Kondisi
tersebut menjadi perhatian serius agar tidak kembali terjadi pada tahun 2026.
"Banyak kendaraan baru yang membayar
pajak, namun masih banyak kendaraan lama yang belum memenuhi kewajibannya.
Karena itu kepala Bapenda harus segera melaporkan kondisi di daerah
masing-masing kepada kepala daerah agar dapat diambil kebijakan yang strategis,"
ujarnya.
Fatoni menjelaskan bahwa kepala daerah memiliki
kewenangan memberikan berbagai stimulus, seperti relaksasi, pengurangan, maupun
pemutihan pajak kendaraan bermotor guna meningkatkan kepatuhan masyarakat.
Namun, keberhasilan tersebut harus dibarengi
dengan penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota,
Polri, PT Jasa Raharja, dan seluruh unsur pembina Samsat.
Ia juga menegaskan pentingnya implementasi
kebijakan opsen PKB yang membuat pemerintah kabupaten/kota turut memperoleh
manfaat langsung dari peningkatan penerimaan pajak kendaraan. Oleh sebab itu,
pemerintah kabupaten/kota didorong aktif menghadirkan berbagai inovasi
pelayanan.
Menurut Fatoni, sedikitnya terdapat lima
inovasi pelayanan Samsat yang dapat dikembangkan di daerah, yakni digitalisasi
layanan, drive thru, Samsat Keliling, Gerai Samsat, serta layanan door to door.
Sejumlah daerah bahkan telah menghadirkan
berbagai inovasi, seperti Samsat Malam Minggu di Jawa Barat, Samsat Keliling di
pusat kuliner Kalimantan Selatan, hingga aplikasi pelayanan digital terpadu di
Banten.
"Pelayanan Samsat harus semakin mudah,
cepat, transparan, dan dapat diakses kapan saja. Harapannya, membayar pajak
kendaraan ke depan semudah membeli pulsa atau token listrik," kata Fatoni.
Lebih lanjut, ia menyampaikan lima agenda
strategis transformasi Samsat Nasional, yakni memperkuat sinergi kelembagaan,
membangun satu data kendaraan nasional, mempercepat transformasi digital,
membangun strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak secara komprehensif, serta
mengoptimalkan peran pemerintah kabupaten/kota dalam implementasi opsen PKB.
Mengakhiri sambutannya, Fatoni secara resmi
membuka Rakornas Samsat Nasional Tahun 2026 dan berharap forum tersebut
menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat pelayanan Samsat
sekaligus meningkatkan penerimaan daerah dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT.
Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa transformasi Samsat harus
berorientasi pada integrasi data guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak
kendaraan bermotor secara nasional.
Ia mengungkapkan, hingga Juni 2026 terdapat
sekitar 51,9 juta kendaraan yang telah memasuki masa jatuh tempo pembayaran
PKB. Namun baru sekitar 24 juta kendaraan yang telah memenuhi kewajibannya,
sehingga tingkat kepatuhan nasional masih berada di angka 46,28 persen,
sedangkan sekitar 27 juta kendaraan belum melakukan pembayaran pajak.
Menurutnya, tantangan tersebut hanya dapat
diatasi melalui pemanfaatan big data, integrasi informasi lintas instansi,
serta analisis data yang lebih komprehensif. Ia juga mendorong sinergi tiga
pilar Samsat Nasional, yakni Pemerintah Daerah, Korlantas Polri, dan PT Jasa
Raharja, ditingkatkan menjadi forum orkestrasi yang mampu menyusun strategi
berbasis data sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Kegiatan juga dihadiri Wali Kota Bandar Lampung
Eva Dwiana, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, perwakilan
Korlantas Polri, jajaran Badan Pendapatan Daerah dari seluruh Indonesia, serta
para pemangku kepentingan Samsat Nasional. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]










3.jpg)