- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
- Plt Bupati Lampung Tengah Sidak RSUD Demang Sepulau Raya
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 2026
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang
Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
Rendi diberi Waktu Satu Minggu Tentukan Masa Depan

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus melalui Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan dan aparatur Pekon
Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, bergerak cepat menindaklanjuti
laporan terkait dua anak putus sekolah dari keluarga Ibu Erna alias Janah,
Rabu, 20 Mei 2026.
Kunjungan lapangan dilakukan langsung untuk
memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi terbaik agar anak-anak
tersebut masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa anak
pertama, Rena, sudah tidak memiliki keinginan untuk kembali bersekolah.
Sebelumnya, Rena sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP di salah satu
pondok pesantren di Pulau Jawa, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
Baca Lainnya :
- Polsek Pulau Panggung Amankan Pelaku Pencurian Drum Penyaring Sampah di Bendungan Batu Tegi0
- Sekda Tanggamus Bacakan Amanat Bupati pada Upacara Harkitnas ke-1180
- Pemkab Tanggamus Mulai Tata Pasar Gisting, Pedagang Diminta Masuk Area Dalam Pasar 0
- Polres Tanggamus Identifikasi Remaja Korban Tenggelam di Pantai Teba0
- Atlet Judo Polres Tanggamus Raih Juara III Beregu Mix di Kapolri Cup 20260
Sementara sang adik, Rendi, diketahui sempat
melanjutkan pendidikan ke salah satu pondok pesantren di wilayah Gisting usai
lulus dari SD Negeri Tanjung Jati. Bahkan seluruh fasilitas pendidikan
diberikan secara gratis. Namun selama lima bulan berada di pondok, Rendi
tercatat sudah lima kali meninggalkan pondok tanpa izin.
“Saudara Rendi sebenarnya masih ingin sekolah,
tapi tidak mau lagi kembali ke pondok. Dia maunya sekolah umum,” ujar Hardasyah
usai pertemuan.
Menurut Hardasyah, berbagai upaya sebenarnya
telah dilakukan oleh Kepala Pekon Tanjung Jati maupun pihak keluarga untuk
membantu pendidikan Rendi. Bahkan ada yang siap menanggung biaya sekolahnya.
Namun hingga kini Rendi tetap menolak kembali ke pondok pesantren.
Di sisi lain, sang ibu mengaku khawatir apabila
anaknya kembali sekolah jauh dari rumah. Bukan hanya faktor ekonomi, tetapi
juga pengalaman sebelumnya yang membuat dirinya takut Rendi kembali kabur dari
tempat pendidikan.
“Bukan sekadar faktor ekonomi, tetapi naluri
seorang ibu. Beliau khawatir kejadian sebelumnya kembali terulang,” jelasnya.
Hasil musyawarah bersama akhirnya memutuskan
untuk memberikan waktu selama satu minggu kepada Rendi guna memastikan
keseriusannya untuk kembali bersekolah. Apabila benar-benar siap, maka Dinas
Pendidikan akan membantu mencarikan sekolah umum yang sesuai.
Selain itu, Dinas Sosial juga memastikan
keluarga Ibu Erna tetap mendapatkan bantuan sosial pemerintah, mulai dari
bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, BLT Dana Desa hingga BPNT. Dalam
kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga
tersebut.
“Insya Allah satu minggu lagi kami akan kembali
datang untuk memastikan keputusan dan kesiapan ananda Rendi,” pungkas
Hardasyah. [MFH/Din/rils]











