- DWP Provinsi Lampung Siap Bergerak Lebih Solid dan Aktif Mendukung Pembangunan Daerah
- Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran
- Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
- Tingkatkan Akuntabilitas dan Tata Kelola, Pemkab Pesibar Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi
- Bupati Ingatkan 213 Lulusan Smpn 1 Way Tenong Perkuat Karakter Sebelum Lanjut SMA
- Plt. Ketua TP PKK Lampung Tengah Berikan Bantuan Edukasi untuk Anak Usia Dini
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Pangan Tahun 2026 di Pekon Rejosari
- Bupati Pringsewu Buka Banyumas Expo - Creative Spark 2026
- Penyaluran Bantuan ATENSI Kemensos RI Di Pesawaran Jangkau Lansia dan Anak
- Polsek Pulau Panggung Amankan Pelaku Pencurian Drum Penyaring Sampah di Bendungan Batu Tegi
Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
Rendi diberi Waktu Satu Minggu Tentukan Masa Depan

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus melalui Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan dan aparatur Pekon
Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, bergerak cepat menindaklanjuti
laporan terkait dua anak putus sekolah dari keluarga Ibu Erna alias Janah,
Rabu, 20 Mei 2026.
Kunjungan lapangan dilakukan langsung untuk
memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi terbaik agar anak-anak
tersebut masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa anak
pertama, Rena, sudah tidak memiliki keinginan untuk kembali bersekolah.
Sebelumnya, Rena sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP di salah satu
pondok pesantren di Pulau Jawa, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
Baca Lainnya :
- Polsek Pulau Panggung Amankan Pelaku Pencurian Drum Penyaring Sampah di Bendungan Batu Tegi0
- Sekda Tanggamus Bacakan Amanat Bupati pada Upacara Harkitnas ke-1180
- Pemkab Tanggamus Mulai Tata Pasar Gisting, Pedagang Diminta Masuk Area Dalam Pasar 0
- Polres Tanggamus Identifikasi Remaja Korban Tenggelam di Pantai Teba0
- Atlet Judo Polres Tanggamus Raih Juara III Beregu Mix di Kapolri Cup 20260
Sementara sang adik, Rendi, diketahui sempat
melanjutkan pendidikan ke salah satu pondok pesantren di wilayah Gisting usai
lulus dari SD Negeri Tanjung Jati. Bahkan seluruh fasilitas pendidikan
diberikan secara gratis. Namun selama lima bulan berada di pondok, Rendi
tercatat sudah lima kali meninggalkan pondok tanpa izin.
“Saudara Rendi sebenarnya masih ingin sekolah,
tapi tidak mau lagi kembali ke pondok. Dia maunya sekolah umum,” ujar Hardasyah
usai pertemuan.
Menurut Hardasyah, berbagai upaya sebenarnya
telah dilakukan oleh Kepala Pekon Tanjung Jati maupun pihak keluarga untuk
membantu pendidikan Rendi. Bahkan ada yang siap menanggung biaya sekolahnya.
Namun hingga kini Rendi tetap menolak kembali ke pondok pesantren.
Di sisi lain, sang ibu mengaku khawatir apabila
anaknya kembali sekolah jauh dari rumah. Bukan hanya faktor ekonomi, tetapi
juga pengalaman sebelumnya yang membuat dirinya takut Rendi kembali kabur dari
tempat pendidikan.
“Bukan sekadar faktor ekonomi, tetapi naluri
seorang ibu. Beliau khawatir kejadian sebelumnya kembali terulang,” jelasnya.
Hasil musyawarah bersama akhirnya memutuskan
untuk memberikan waktu selama satu minggu kepada Rendi guna memastikan
keseriusannya untuk kembali bersekolah. Apabila benar-benar siap, maka Dinas
Pendidikan akan membantu mencarikan sekolah umum yang sesuai.
Selain itu, Dinas Sosial juga memastikan
keluarga Ibu Erna tetap mendapatkan bantuan sosial pemerintah, mulai dari
bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, BLT Dana Desa hingga BPNT. Dalam
kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga
tersebut.
“Insya Allah satu minggu lagi kami akan kembali
datang untuk memastikan keputusan dan kesiapan ananda Rendi,” pungkas
Hardasyah. [MFH/Din/rils]











3.jpg)