- DWP Provinsi Lampung Siap Bergerak Lebih Solid dan Aktif Mendukung Pembangunan Daerah
- Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran
- Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
- Tingkatkan Akuntabilitas dan Tata Kelola, Pemkab Pesibar Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi
- Bupati Ingatkan 213 Lulusan Smpn 1 Way Tenong Perkuat Karakter Sebelum Lanjut SMA
- Plt. Ketua TP PKK Lampung Tengah Berikan Bantuan Edukasi untuk Anak Usia Dini
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Pangan Tahun 2026 di Pekon Rejosari
- Bupati Pringsewu Buka Banyumas Expo - Creative Spark 2026
- Penyaluran Bantuan ATENSI Kemensos RI Di Pesawaran Jangkau Lansia dan Anak
- Polsek Pulau Panggung Amankan Pelaku Pencurian Drum Penyaring Sampah di Bendungan Batu Tegi
Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mempercepat langkah intervensi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) secara
multisektoral, salah satu upayanya adalah melalui kesiapan aplikasi
"Lampung Peduli TBC" yang kini memasuki tahap finalisasi di Dinas
Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.
Sistem digital ini diperkuat dengan penambahan
variabel data guna mengoptimalkan pelacakan kasus serta menunjang program
perbaikan Rumah Tidak Layak Huni bagi pasien TBC.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan
Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Pesawaran secara virtual dari Ruang Kerja Wakil
Gubernur, Kamis (21/05/2026).
Baca Lainnya :
- Lampung Siaga Hadapi Serangan Siber, BSSN Dorong Pembentukan TTIS di Kabupaten/Kota0
- Peringati Harkitnas ke 118, Pemprov Lampung Gaungkan Semangat Kebangkitan Kolektif Bangsa0
- Terima Aspirasi Buruh, Pemprov Lampung Gelar Dialog0
- Pemprov Lampung Dorong GAPEMBI jadi Garda Terdepan Penyediaan Pangan Sehat0
- Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multidimensi0
Wagub menyampaikan bahwa penuntasan TBC
merupakan salah satu dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah pusat
dengan target reduksi kasus hingga 50 persen dalam lima tahun ke depan. Untuk
itu, Pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan sektor kesehatan dengan
sektor perumahan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tahun
anggaran 2026.
Menurut Wagub, integrasi ini merupakan langkah
perdana yang memberikan bantuan stimulus perumahan secara spesifik bagi pasien
TBC dalam sejarah penanggulangan kesehatan di daerah.
Mengingat tahun ini Provinsi Lampung
mendapatkan kuota bantuan stimulus perumahan yang sangat besar hingga mencapai
sepuluh ribu kuota, Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten dan kota diminta
bergerak agresif untuk melakukan validasi data.
Berdasarkan data sinkronisasi bersama
Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan per Mei 2026, dari total 367 usulan
pasien TBC di Provinsi Lampung yang masuk kategori Backlog Dua, sebanyak 217
usulan telah terverifikasi sebagai calon penerima bantuan renovasi rumah,
sementara 150 usulan lainnya menjadi data cadangan. Khusus Kabupaten Pesawaran,
dari 158 usulan awal, baru 54 yang masuk kategori Backlog Dua dan hanya dua
pasien yang lolos verifikasi akhir.
Merespon data tersebut, Wagub menginstruksikan
Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk melakukan pelacakan dan asesmen
lapangan secara lebih progresif agar kuota bantuan dapat terserap maksimal.
Meskipun fasilitas kesehatan penunjang di
Lampung sudah diperkuat dengan 80 mesin Tes Cepat Molekuler dan rencana
pengadaan 13 X-Ray Portable, rapor capaian indikator TBC di Kabupaten Pesawaran
dinilai masih memerlukan stimulus dan percepatan konkret pada beberapa area
kritis.
Rapor kinerja Kabupaten Pesawaran menunjukkan
hasil yang beragam pada tiap indikatornya. Capaian indikator keberhasilan pengobatan
atau treatment success rate di Pesawaran mencatatkan hasil yang baik dengan
berada di zona hijau pada angka 93 persen.
Namun, capaian investigasi kontak kasus TBC
paru masih berada di zona kuning dengan angka 53 persen, disusul oleh indikator
terduga TBC yang mendapatkan pelayanan sesuai standar sebesar 32 persen.
Kondisi yang memerlukan perhatian mendalam
berada pada zona merah, di mana angka penemuan kasus baru atau notification
rate baru mencapai 14 persen dari target ideal sebesar 90 persen. Selain itu,
capaian pemberian Terapi Pencegahan TBC juga masih sangat rendah di angka 2
persen, yang menandakan baru sedikit pasien kontak erat yang mendapatkan
perawatan pencegahan.
Rendahnya penemuan kasus ini juga dipengaruhi
oleh kuantitas kader TBC di Pesawaran yang baru berjumlah 24 orang, angka
terendah di Provinsi Lampung jika dibandingkan dengan wilayah setara seperti
Kota Metro yang telah membina 60 kader.
Untuk memacu kinerja TP2TB Kabupaten Pesawaran,
Wakil Gubernur Lampung merumuskan beberapa rekomendasi aksi strategis, dimulai
dari percepatan regulasi melalui finalisasi Rencana Aksi Daerah penanggulangan
TBC yang saat ini masih dalam proses pembahasan di Bagian Hukum Sekretariat
Daerah Kabupaten Pesawaran.
Wagub juga menekankan pentingnya optimalisasi
fungsi tim multisektoral yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah
Kabupaten Pesawaran berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 430 Tahun 2024
agar gerakan lapangan lebih terorkestrasi.
Langkah taktis selanjutnya yang harus diambil
adalah peningkatan penemuan kasus secara masif melalui skrining aktif berbasis
wilayah dengan memberdayakan organisasi komunitas serta meningkatkan jumlah
kader lokal.
Dinas Kesehatan Pesawaran juga diwajibkan
memperkuat kemitraan dengan Dokter Praktik Mandiri, klinik swasta, dan rumah
sakit swasta dalam pelaporan satu pintu, serta mengimplementasikan kegiatan
integrasi pelayanan kesehatan bagi calon pengantin dan ibu hamil guna
memperkuat komitmen penyerapan anggaran jangka panjang.
Menanggapi arahan tersebut, Sekretaris Daerah
Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmen jajarannya untuk segera mengevaluasi
kinerja Puskesmas dan instansi terkait yang belum memenuhi target kinerja per
Mei 2026 demi mengejar pemenuhan target eliminasi kasus di wilayahnya.
Pihaknya berjanji akan mengoordinasikan langkah
taktis dan melakukan intervensi langsung agar penanganan TBC di Pesawaran dapat
berjalan lebih optimal dan sinkron dengan target provinsi.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Imelda Carolina, menjelaskan
bahwa tantangan geografis Pesawaran yang mencakup 11 kecamatan dan 148 desa
menuntut strategi pengawasan yang intensif. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)