- Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multidimensi
- Satgas Kodim 0421/Ls Berhasil Pertemukan Wanita Linglung di Pelabuhan Bakauheni dengan Keluarga
- Komitmen Ciptakan Generasi Sehat, Pemkab Pesawaran Hadirkan Edukasi Bersama Kemenkes RI
- Bupati Pringsewu Resmikan UPT SDN 1 Gunungraya sebagai Sekola Definitif
- Pemkab Lamtim Mulai Salurkan Bantuan Pangan Februari–Maret 2026
- Bupati Ela Hadiri Rakor Nasional RTRW Tegaskan Arah Pembangunan Lamtim
- Rapat Paripurna DPRD Lamteng Bahas Pengelolaan Aset hingga Aspirasi Masyarakat
- Terima Kunjungan PT Indo Farm, Pemkab Lampura Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Perusahaan
- Bantuan Mobil Ambulance PTPN III Perkuat Program Unggulan Puskesmas Mider
- Wabup Mad Hasnurin Ikuti Sosialisasi Obligasi dan Sukuk Daerah se-Sumbagsel
Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multidimensi


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menegaskan penguatan pertahanan negara saat
ini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab militer, tetapi membutuhkan sinergi
pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi
ancaman multidimensi.
Hal tersebut disampaikan Sekda saat mewakili
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada pembukaan Kuliah Kerja Dalam
Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik
Indonesia Tahun Akademik 2025–2026 di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung,
Selasa (19/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Dapur MBG Serap Produk Petani, Peternak, dan UMKM Lokal0
- DWP Provinsi Lampung Perkuat Peran Ibu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Keluarga0
- Lampung Tingkatkan Perlindungan Kesehatan Warga, Kepesertaan BPJS Terus Diperluas0
- Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan0
- Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli0
“Pertahanan negara hari ini bukan hanya
tanggung jawab TNI, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi,
masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda," kata Marindo saat
membacakan sambutan Gubernur Lampung.
Gubernur menilai tema "Strategi Pertahanan
Negara di Wilayah Provinsi Lampung dalam Menghadapi Ancaman Multidimensi"
relevan dengan kondisi global yang diwarnai ancaman siber, disinformasi,
konflik geopolitik, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, hingga
perubahan iklim.
Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan
Universitas Pertahanan RI berlangsung di Provinsi Lampung pada 17–22 Mei 2026
dengan melibatkan 59 mahasiswa program magister beserta dosen dan staf Fakultas
Strategi Pertahanan Unhan RI. Para peserta melakukan riset, pemetaan wilayah,
dan audiensi terkait potensi daerah, ekonomi, serta ketahanan nasional di
Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan posisi
strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera yang menghubungkan
mobilitas manusia dan distribusi logistik nasional. Keberadaan Selat Sunda,
Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, dan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera
dinilai menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan stabilitas nasional.
Menurut Gubernur, posisi strategis tersebut
sekaligus menghadirkan tantangan besar, mulai dari pengawasan distribusi barang
ilegal, keamanan jalur perairan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi
bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan cuaca ekstrem. Karena
itu, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi dan ketahanan wilayah sebagai
bagian dari ancaman nonmiliter yang harus diantisipasi secara serius.
Gubernur juga menyoroti pentingnya ketahanan
pangan dan ekonomi dalam memperkuat pertahanan negara. Lampung saat ini menjadi
salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi,
jagung, kopi, tebu, udang, dan singkong. Bahkan, Lampung disebut menyumbang
sekitar 70 persen produksi tapioka nasional.
Selain sektor pangan, Gubernur juga mendorong
hilirisasi pertanian dan pengembangan industri berbasis komoditas unggulan agar
nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat. Penguatan konektivitas melalui
jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri logistik juga terus dilakukan untuk
mendukung peran Lampung sebagai Gerbang Sumatera.
Di bidang sumber daya manusia, Gubernur menaruh
perhatian pada penguatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan
dunia kerja dan industri. Pemerintah daerah ingin menyiapkan generasi muda yang
mampu menghadapi transformasi teknologi dan tantangan global di masa depan.
Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan
Republik Indonesia Letjen TNI Purnawirawan Anton Nugroho menyampaikan apresiasi
atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Forkopimda terhadap pelaksanaan
KKDN. Ia menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam perspektif pertahanan
nasional karena menjadi jalur logistik penting sekaligus memiliki potensi
pertanian, maritim, dan pariwisata yang besar.
Menurut Anton, kondisi geopolitik global yang
tidak menentu saat ini membuat ancaman terhadap negara berkembang menjadi lebih
kompleks. Ancaman tersebut tidak hanya berbentuk militer konvensional, tetapi
juga perang informasi, ancaman siber, kejahatan lintas negara, hingga ancaman
terhadap keamanan maritim dan ketahanan masyarakat.
Ia menambahkan, hasil penelitian mahasiswa
selama KKDN diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan
kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah di Lampung.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi
mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aspek pertahanan, keamanan,
pembangunan daerah, dan stabilitas nasional.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap lahir kolaborasi yang lebih kuat antara dunia akademik dan
pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan wilayah. Hasil kajian mahasiswa
juga diharapkan mampu menjadi masukan strategis bagi pembangunan daerah
sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Lampung menghadapi berbagai ancaman
multidimensi di masa depan. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)