- Komitmen Ciptakan Generasi Sehat, Pemkab Pesawaran Hadirkan Edukasi Bersama Kemenkes RI
- Bupati Pringsewu Resmikan UPT SDN 1 Gunungraya sebagai Sekola Definitif
- Pemkab Lamtim Mulai Salurkan Bantuan Pangan Februari–Maret 2026
- Bupati Ela Hadiri Rakor Nasional RTRW Tegaskan Arah Pembangunan Lamtim
- Rapat Paripurna DPRD Lamteng Bahas Pengelolaan Aset hingga Aspirasi Masyarakat
- Terima Kunjungan PT Indo Farm, Pemkab Lampura Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Perusahaan
- Bantuan Mobil Ambulance PTPN III Perkuat Program Unggulan Puskesmas Mider
- Wabup Mad Hasnurin Ikuti Sosialisasi Obligasi dan Sukuk Daerah se-Sumbagsel
- Perkuat Perencanaan Pembangunan, Bapperida Pesisir Barat Gelar Ekspos Kinerja
- Pemprov Lampung Dorong Dapur MBG Serap Produk Petani, Peternak, dan UMKM Lokal
Pemprov Lampung Dorong Dapur MBG Serap Produk Petani, Peternak, dan UMKM Lokal


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung berkomitmen untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai
instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus
mendorong pemerataan ekonomi desa.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung,
Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Pelantikan Pengurus Gabungan Pengusaha
Makan Bergizi Gratis (Gapenbi) Provinsi Lampung Periode 2025–2030 di Ballroom
Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Baca Lainnya :
- DWP Provinsi Lampung Perkuat Peran Ibu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Keluarga0
- Lampung Tingkatkan Perlindungan Kesehatan Warga, Kepesertaan BPJS Terus Diperluas0
- Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan0
- Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli0
- Pemprov Lampung Optimalkan Aset Daerah, Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih0
Menurut Gubernur, program MBG bukan sekadar
program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan
generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa
negara maju selalu dimulai dari anak-anak yang cerdas dan sehat. Karena itu, kualitas
pendidikan harus dibarengi dengan pemenuhan nutrisi yang baik,” ujar Mirza.
Ia menuturkan, gagasan MBG telah lama menjadi
perhatian Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menjawab persoalan
ketimpangan sosial dan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan.
Mirza menjelaskan, Lampung memiliki tantangan
besar karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor
pertanian. Fluktuasi harga komoditas seperti jagung dan singkong selama
bertahun-tahun berdampak pada rendahnya kesejahteraan petani.
“Program MBG diharapkan menjadi instrumen
pemerataan ekonomi. Uang negara mengalir langsung ke desa melalui dapur-dapur
MBG, sehingga menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat masyarakat,”
katanya.
Saat ini, kata Mirza, telah terbentuk lebih
dari seribu dapur MBG di Provinsi Lampung yang mulai menyerap tenaga kerja dan
membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun
ekosistem rantai pasok yang terintegrasi antara dapur MBG, koperasi desa,
petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal agar manfaat ekonomi program dapat
dirasakan lebih luas.
“Ke depan, dapur MBG tidak boleh hanya
bergantung pada pemasok dari kota. Produk pertanian dan peternakan desa harus
menjadi bagian utama rantai pasok sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar
terjadi dari bawah,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung akan mendorong kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) dengan koperasi desa dan pelaku usaha lokal di seluruh
kabupaten/kota.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan
Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Tengku Syahdana,
mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap percepatan program
MBG.
Ia menyebut Program MBG merupakan program
strategis nasional yang tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak,
tetapi juga membuka peluang ekonomi kerakyatan dalam skala besar.
“Program ini memiliki dampak ekonomi luar
biasa. Setiap dapur mengelola anggaran yang langsung berputar di masyarakat
melalui pembelian bahan pangan, pelibatan UMKM, petani, dan koperasi desa,”
ujarnya.
Menurut Tengku, keberhasilan program MBG sangat
ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku
usaha, koperasi, hingga masyarakat desa.
Ia juga mendorong agar setiap dapur MBG
melibatkan sebanyak mungkin pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi tidak
terpusat pada kelompok tertentu.
“Jangan ada masyarakat yang hanya menjadi
penonton. Semua harus menjadi bagian dari rantai pasok dan naik kelas bersama,”
katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Gapenbi,
Alven Sony, menegaskan bahwa para mitra MBG telah berkontribusi besar dalam
mendukung program pemerintah melalui investasi pembangunan dapur secara
mandiri.
Menurutnya, ribuan dapur MBG yang telah berdiri
di berbagai daerah merupakan hasil investasi para mitra tanpa menggunakan dana
pembangunan dari APBN.
“Program ini adalah bentuk gotong royong
nasional untuk mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan
generasi sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan
seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, termasuk dalam memberikan edukasi
kepada masyarakat terkait manfaat dan tujuan Program MBG.
Pelantikan pengurus Gapenbi Provinsi Lampung
tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah,
pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis
sebagai penggerak ekonomi desa dan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi
Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)