- BPJS Aktif Baru 64,36 Persen, Yanuar Irawan: Jangan Ada Warga Kesulitan Berobat karena Administrasi
- Ombudsman RI Laksanakan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026
- Bulan Bakti KKP 2026, Ratusan Nelayan dan Warga Terima Bantuan serta Layanan Gratis
- Usai Dilantik, I Komang Koheri Gelar Silaturahmi, Satukan Komitmen Bangun Lampung Tengah
- Pendidikan Pesisir Barat Naik Kelas, 10 SMP Dapat Wajah Baru Lewat Program Revitalisasi
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Leif 2026 di Jakarta
- Pemkab Lampung Barat Dukung Penuh Soal Ranperda Jalan dan Propemperda 2027
- Keluarga Besar Pujakesuma Lambar Salurkan Bantuan untuk Lima Rumah Korban Kebakaran di Sukau
- Pelaku Pencurian Motor dan HP Ditangkap di Pematang Sawa, Tiga Rekan Diburu
- Pemprov Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
DWP Pesisir Barat Sulap Buah Sawo jadi Dodol
Buka Peluang Usaha Dan Kembangkan Produk Khas Daerah

PESISIR BARAT, MFH,-- Berbagai potensi hasil
bumi di Kabupaten Pesisir Barat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai
ekonomi jika diolah secara kreatif. Salah satunya buah sawo yang melalui
inovasi pengolahan dapat dijadikan dodol dan berpeluang menjadi produk kuliner
khas daerah.
Hal tersebut menjadi salah satu tujuan Dharma
Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat menggelar pelatihan pembuatan
dodol berbahan dasar buah sawo di MAN 1 Krui, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program
kerja DWP Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026 di bidang ekonomi
tersebut dibuka secara resmi oleh Penasihat I DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny.
Dian Hardiyanti Dedi.
Baca Lainnya :
- Sejarah Baru Kesehatan Pesisir Barat, Bupati Resmi Deklarasikan Kabupaten Bebas BABS0
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Bupati Lampung Tengah0
- Wagub Jihan Pastikan Ekonomi dan Pelayanan Publik Berjalan Optimal0
- 100 Penyandang Disabilitas Terima Manfaat Yansos Jejama0
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pekon Marang Resmi Dimulai0
Turut hadir Penasihat II DWP Kabupaten Pesisir
Barat Dea Derika Topani, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat Ny. Elizawati Tedi
Zadmiko, perwakilan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan
Anak dan Keluarga Berencana (Sosp3AKB) Kabupaten Pesisir Barat, Erma
Oktariawati, S.ST., selaku Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan
Penanganan Fakir Miskin, serta narasumber Nani Fatimah Ibrahim.
Pelatihan ini diikuti pengurus DWP Unit
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Pesisir Barat,
dengan masing-masing unit mengirimkan dua orang perwakilan.
Dalam sambutannya, Penasihat I DWP Kabupaten
Pesisir Barat, Ny. Dian Hardiyanti Dedi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
tidak hanya bertujuan menambah keterampilan anggota, tetapi juga mendorong
lahirnya ide-ide kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan
sekitar.
Menurutnya, buah sawo yang selama ini
dikonsumsi dalam bentuk buah segar dapat diolah menjadi produk makanan yang
memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, dodol sawo
nantinya dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan maupun oleh-oleh
khas Pesisir Barat. Selain membuka peluang usaha, inovasi tersebut juga
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga dan masyarakat.
"Melalui inovasi pengolahan buah sawo ini,
kita tidak hanya melestarikan kekayaan hasil bumi Pesisir Barat, tetapi juga
membuka peluang pasar baru yang lebih luas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Dharma Wanita
Persatuan memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas dan kemandirian
ekonomi keluarga. Karena itu, berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan
keterampilan perlu terus dikembangkan agar anggota DWP memiliki kemampuan yang
dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan
materi sekaligus praktik langsung pembuatan dodol sawo yang dipandu oleh Nani
Fatimah Ibrahim, pemilik Quinsyacakes sekaligus anggota Bidang Ekonomi DWP
Kabupaten Pesisir Barat.
Melalui pendampingan narasumber, para peserta
diperkenalkan dengan teknik pengolahan buah sawo menjadi dodol. Diharapkan,
keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi
dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Penasihat I DWP juga berharap para peserta
dapat mulai memproduksi dodol sawo secara mandiri, memperhatikan kualitas
produk, membuat kemasan yang menarik, serta memanfaatkan peluang pemasaran agar
produk tersebut semakin dikenal masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan laporan panitia,
kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan anggota DWP dalam mengolah buah sawo menjadi produk bernilai
ekonomi. Pelaksanaannya didukung melalui dana hibah Dharma Wanita Persatuan
Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kabupaten
Pesisir Barat berharap semakin banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan
menjadi produk kreatif dan memiliki nilai jual. Dengan begitu, selain
meningkatkan keterampilan anggota, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka
peluang usaha baru serta ikut mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian
keluarga di Kabupaten Pesisir Barat. [MFH/Diskominfotiksan]











