- Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
- Gubernur Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- Margosari Dicanangkan Sebagai Desa TAPIS di Kabupaten Pringsewu
- Bupati Ela Pastikan Anak-anak Belajar dengan Nyaman dan Bahagia
- Festival Literasi Lamtim 2026, Dorong Budaya Membaca dan Tingkatkan Kualitas SDM
- Wali Kota Metro Hadiri Audiensi Bersama PT PII
- DWP Pesisir Barat Sulap Buah Sawo jadi Dodol
- Sejarah Baru Kesehatan Pesisir Barat, Bupati Resmi Deklarasikan Kabupaten Bebas BABS
- Bangun Karakter Sejak Dini, TK Islam Terpadu Al Lathif Kunjungi Murbay Konfeksi
- KADIN Lampung Selatan Mantapkan Persiapan Rakerda 2026
Gubernur Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal mendorong percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan,
penguatan kepastian regulasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Langkah
tersebut disiapkan untuk menarik lebih banyak investor sekaligus meningkatkan
nilai tambah komoditas unggulan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara
berkelanjutan.
"Provinsi Lampung siap bersinergi dan
memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu
pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan," tegas Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal saat membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand
Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Dalam forum yang diselenggarakan Pemprov
Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung
tersebut, Gubernur memaparkan tiga komitmen utama pemerintah daerah untuk
memperkuat daya tarik investasi. Ketiganya meliputi percepatan perizinan yang
transparan dan berbasis digital, penguatan regulasi melalui kepastian tata
ruang, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal, serta penciptaan iklim
investasi kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan
infrastruktur.
Baca Lainnya :
- Bangun Karakter Sejak Dini, TK Islam Terpadu Al Lathif Kunjungi Murbay Konfeksi0
- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Lantik Bupati Lamteng0
- Pemprov Lampung Perkuat Akurasi Data Penerima Bansos Melalui Integrasi Data Kependudukan0
- Gubernur Lampung Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri0
- Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung0
LEIF 2026 mengusung tema "From Potential
to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung". Forum ini
menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk
membangun kemitraan strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Lampung.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 100
calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Minat investasi
itu selanjutnya ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung atau
one-on-one meeting serta penandatanganan letter of intent (LoI).
Optimisme pemerintah daerah dalam menarik
investasi didukung oleh kinerja ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Lampung pada
triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year),
menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua
di Pulau Sumatera.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh basis
komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang
strategis. Kondisi ini menjadi modal bagi Lampung untuk mengembangkan
sektor-sektor produktif sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan investor
domestik dan internasional.
Pemprov Lampung melihat sejumlah sektor masih
memiliki peluang investasi yang besar. Sektor tersebut meliputi pertanian,
industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur.
Pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah
tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi
produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela dalam sambutan pembukaan LEIF 2026 menekankan pentingnya forum tersebut
sebagai momentum memperluas kemitraan strategis. Menurut Wagub Jihan kolaborasi
antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi
daerah serta memastikan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan
kesejahteraan masyarakat.
Dukungan terhadap penguatan investasi daerah
juga disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia
Ahmad Muzani. Dalam pidato kuncinya, ia menyoroti pentingnya sinergi kebijakan
pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Investasi yang produktif, menurut Ahmad Muzani,
diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan pekerjaan,
serta memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional. Karena itu,
koordinasi lintas pemerintahan menjadi salah satu faktor penting dalam
mempercepat realisasi investasi.
Kepercayaan investor terhadap prospek Lampung
juga tercermin dari 11 kisah keberhasilan investasi atau investment success
stories yang diangkat dalam LEIF 2026. Kisah tersebut menjadi gambaran peluang
pengembangan usaha sekaligus menunjukkan potensi daerah yang dapat dikembangkan
melalui kemitraan dengan dunia usaha.
Dalam sesi diskusi panel, Kepala Perwakilan BI
Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa perekonomian Lampung pada 2026
diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0–5,6 persen. Proyeksi tersebut didukung
oleh konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, dan
investasi.
"Fundamental ekonomi Lampung yang kuat
menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat
ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas
unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah," ujar Bimo.
Peluang pengembangan industri berbasis
komoditas unggulan juga mendapat perhatian dari pemilik Sungai Budi Group,
Widarto. Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management,
Fadli Rahman, menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis
agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi realisasi penanaman modal.
Untuk mendukung langkah tersebut, BI bersama
pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem
investasi. Sepanjang 2026, BI telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan
ekosistem investasi, mulai dari peningkatan kapasitas investment project ready
to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi
untuk memastikan proyek-proyek investasi memiliki kesiapan yang memadai dan
dapat ditawarkan kepada calon investor. Dengan demikian, pertemuan bisnis dan
penjajakan kerja sama yang berlangsung dalam LEIF 2026 diharapkan tidak
berhenti pada kesepakatan awal, tetapi berlanjut pada realisasi investasi.
Melalui penguatan sinergi
pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan dunia usaha, Pemprov Lampung
menargetkan peningkatan investasi berkualitas yang mampu memperkuat hilirisasi,
meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, dan memperluas kesempatan kerja.
Pada akhirnya, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Lampung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya aktivitas usaha
lokal, dan meningkatnya kesejahteraan secara lebih merata. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










