- Enam Bulan Buron, Pelaku Ketiga Curas Dua Wisatawan Pantai di Limau Diungkap
- Operasi Patuh 2026, Satlantas Polres Tanggamus Bagikan Brosur di Gisting
- Pemprov Lampung Perkuat Akurasi Data Penerima Bansos Melalui Integrasi Data Kependudukan
- Gubernur Lampung Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri
- Sop Nibung hingga Kuliner Khas Lampung, Bupati Ajak PHRI Kembangkan Wisata Tanggamus
- Bupati Tanggamus Sampaikan RAPBD 2027
- Silaturahmi dan Studi Banding, Atlet Pencak Silat Tanggamus Bertolak ke Tangerang Selatan
- Bupati Saleh Asnawi Buka Tanggamus Foodies Festival 2026
- Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
- Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Gubernur Lampung Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri
Siapkan Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mendorong penguatan keterampilan dan kompetensi generasi muda melalui
pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus
menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengolah potensi ekonomi
daerah menjadi usaha bernilai tambah.
"Pemerintah Provinsi Lampung sangat sadar
bahwa kunci kemajuan dan kemakmuran Lampung ke depan ada pada anak-anak
mudanya. Karena itu, mereka harus memiliki keterampilan, kreativitas, dan
inovasi agar setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu
membuka lapangan pekerjaan," ucap Gubernur Mirza saat membuka Grand
Launching Program Tailor Made Training (TMT) Kementerian Ketenagakerjaan
se-Provinsi Lampung di Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden
Intan Lampung, Bandar Lampung, Senin (2/11/2026).
Menurut Gubernur Mirza, Lampung memiliki
potensi besar dari sisi demografi maupun sumber daya alam. Berdasarkan data
yang dipaparkannya, sekitar 71 persen penduduk Lampung berada pada usia
angkatan kerja. Namun, besarnya jumlah penduduk usia produktif tersebut belum
sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan kompetensi yang
sesuai kebutuhan pasar kerja.
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung0
- Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan0
- Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan0
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 20270
- Pemprov Lampung Tekankan Profesionalisme dan Keteladanan bagi Pejabat Administrator0
Gubernur menjelaskan, setiap tahun Lampung
menghasilkan sekitar 130.000 lulusan SMA dan sederajat. Dari jumlah tersebut,
sekitar 30.000 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan
sekitar 100.000 lainnya tidak melanjutkan kuliah. Kondisi ini menjadi tantangan
karena kesempatan kerja formal yang tersedia masih terbatas, sementara
persaingan mendapatkan pekerjaan terus meningkat.
Gubernur Mirza juga menyoroti ketergantungan
perekonomian Lampung terhadap sektor pertanian. Sekitar 60 persen anak muda
Lampung berasal dari keluarga petani, sehingga peningkatan keterampilan
generasi muda perlu diarahkan untuk memperkuat pengolahan hasil pertanian dan
perkebunan. Terlebih, selama ini sebagian besar komoditas unggulan Lampung
masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Gubernur mencontohkan komoditas kopi robusta
Lampung yang memiliki kontribusi besar terhadap produksi dan ekspor nasional.
Sekitar 74 persen ekspor kopi robusta Indonesia disebut berasal dari Lampung,
tetapi sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah. Padahal, pengolahan
menjadi produk kopi siap konsumsi dapat meningkatkan nilai jual dan membuka
peluang usaha baru di daerah.
Potensi serupa terdapat pada komoditas pisang,
jagung, dan singkong. Gubernur Mirza menyebut produk olahan seperti keripik
pisang, keripik jagung, dan keripik singkong memiliki pasar yang luas, tetapi
pengolahannya belum optimal dilakukan di Lampung. Karena itu, pemerintah daerah
ingin mendorong tumbuhnya industri pengolahan berskala kecil dan menengah yang
dapat dikelola masyarakat, terutama generasi muda.
Salah satu peluang yang sedang dikembangkan
adalah industri pakan ternak di tingkat desa. Gubernur Mirza menjelaskan,
pengembangan produksi pakan lokal diharapkan dapat menekan biaya produksi
peternak sekaligus membuka kesempatan usaha baru. Menurut perhitungannya,
pemanfaatan sekitar 30 persen produksi jagung Lampung untuk industri pakan di
desa berpotensi membuka sekitar 2.000 lapangan pekerjaan dan 400–500 unit usaha
baru.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov
Lampung juga menyiapkan program pembiayaan tanpa bunga atau nol persen bagi
anak muda yang ingin mengembangkan usaha. Program ini diharapkan dapat
mempertemukan potensi sumber daya alam, kemampuan SDM, dan akses permodalan
sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pelaku
usaha yang memperoleh nilai tambah dari hasil produksi daerah.
Selain pengembangan usaha di dalam daerah,
Gubernur Mirza menyampaikan rencana memperluas kesempatan kerja bagi tenaga
kerja Lampung di luar negeri, khususnya ke negara dengan tingkat penghasilan
yang lebih tinggi seperti Jepang. Pemprov Lampung menargetkan pengiriman 10.000
tenaga kerja pada tahun mendatang. Pengalaman, keterampilan, dan modal yang
diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha ketika mereka
kembali ke Lampung.
Dalam konteks tersebut, program TMT menjadi
salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai
kebutuhan pengguna. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu
melaporkan, hingga peluncuran program telah diterima 268 usulan pelatihan
dengan jumlah calon penerima manfaat mencapai 5.788 orang. Usulan tersebut
berasal dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi,
Apindo, serikat pekerja, serta kelompok strategis lainnya.
Jenis pelatihan yang diusulkan mencakup 17
bidang kejuruan, antara lain bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan
komunikasi, perhotelan, pengolahan produk bakery, kewirausahaan, metodologi
instruktur, tata rias, tata busana, perikanan, pertanian, produktivitas,
barista, pemandu wisata, public speaking, housekeeping, bahasa Jepang, pengelasan,
dan kelistrikan. Materi, jumlah peserta, lokasi, serta jadwal pelatihan
dirancang berdasarkan kebutuhan mitra pengguna tenaga kerja.
Agus menjelaskan, program TMT dilaksanakan
berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2025 tentang
Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi. Melalui skema ini, pelatihan tidak hanya
menitikberatkan pada teori, tetapi juga keterampilan praktis, budaya kerja,
kedisiplinan, produktivitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan
teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung
Prof. Wan Jamaluddin Z. menyampaikan, pelaksanaan TMT di kampusnya diikuti 288
mahasiswa yang tersebar dalam 18 kelas. Sebanyak 176 mahasiswa mengikuti 11
kelas pada Batch 1 yang berlangsung 19–23 Oktober 2026, sedangkan 112 mahasiswa
lainnya mengikuti tujuh kelas Batch 2 pada 2–6 November 2026. Materi pelatihan
di kampus tersebut meliputi digital marketing, digital marketing affiliate,
desain grafis, pengelolaan sampah terpadu, halal chain, audit, komputer,
produktivitas, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas (BBPVP) Serang Kementerian Ketenagakerjaan Adi Nugroho
mengatakan, pihaknya menargetkan sekitar 5.000 peserta pelatihan dari Lampung
pada 2026. Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 7.000 peserta pada
2027 dengan jangkauan pelatihan yang lebih luas, tidak hanya di perguruan
tinggi, tetapi juga di desa-desa, terutama pada sektor pertanian, peternakan,
dan perkebunan.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah,
Kementerian Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dan dunia usaha, program TMT
diharapkan mampu mempertemukan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan
industri sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Dengan demikian,
generasi muda Lampung tidak hanya memperoleh peluang untuk bekerja, tetapi juga
memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi daerah, menciptakan lapangan
pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











