- APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat
- Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa
- Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera
- Ombudsman Tinjau Pelayanan RSUD Batin Mangunang
- Satresnarkoba Polres Tangkap Tiga Orang Terduga Pengedar Sabu di Gisting
- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan
- Percepat Deteksi TBC, Pemkab Optimalkan Skrining Berbasis Masyarakat
Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Pemanfaatan bahan baku
lokal untuk pembuatan pakan ikan secara mandiri menjadi salah satu upaya
meningkatkan keuntungan dan kemandirian pembudidaya ikan di Lampung. Inovasi
yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di
Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, mampu menekan biaya
pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
mengapresiasi inovasi tersebut saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan
Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemauan
pembudidaya untuk mengembangkan usaha menjadi modal penting dalam memperkuat
ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Gubernur menjelaskan, salah satu tantangan yang
dihadapi pembudidaya ikan adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk
pembelian pakan. Kondisi ini turut memengaruhi tingkat keuntungan usaha
budidaya perikanan, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor
perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.
Baca Lainnya :
- KMP Batu Mandi Terbakar, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan0
- 850 Peserta, 360 Jeep, Satu Misi: Angkat Pariwisata Lampung Selatan0
- Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca 0
- Sosialisasi Empat Pilar di Desa Bumirestu Dinilai Hanya Formalitas 0
- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi 0
Padahal, berbagai bahan baku untuk pembuatan
pakan tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin.
Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, pembudidaya dapat mengurangi
ketergantungan pada pakan pabrikan sekaligus menekan pengeluaran usaha.
“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa
memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya
jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan
padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting
adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Gubernur.
Melalui formulasi pakan mandiri yang
dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari
mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Angka
tersebut lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga
Rp12.000 per kilogram.
Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan harga
pokok produksi pembesaran ikan patin dan meningkatkan margin keuntungan
pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut,
panen dapat mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih
sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.
Gubernur menegaskan, praktik budidaya yang
efisien dan berbasis potensi lokal tersebut perlu diperluas agar semakin banyak
pembudidaya memperoleh manfaat serupa. Ia secara khusus meminta Pokdakan Jaya
Mandiri Lestari bersama dinas terkait menjadikan lokasi budidaya tersebut
sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.
“Kumpulkan semua petani budidaya ikan
se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke
desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan
sendiri,” instruksi Gubernur.
Selain memperkuat efisiensi produksi,
Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong perluasan akses pasar agar hasil
budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu
peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi
Gratis (MBG).
Menurut Gubernur, masih terdapat pembudidaya
ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemerintah
Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka
jalur kemitraan yang memungkinkan pembudidaya lokal memasarkan hasil
produksinya secara lebih luas.
“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG
bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum
dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka
akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke
dapur,” tambahnya.
Gubernur menilai, penguatan produksi dari hulu
dan perluasan pasar di hilir perlu berjalan beriringan. Dengan biaya produksi
yang lebih efisien dan akses pemasaran yang semakin terbuka, usaha budidaya
ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada
seluruh pihak yang terus mendampingi pengembangan sektor perikanan di Lampung,
termasuk melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS),
sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung
terwujudnya Indonesia Emas.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo
Egi Pratama mengapresiasi perkembangan usaha budidaya ikan yang dijalankan
masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun
kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Bupati Egi menyebut usaha budidaya ikan yang
dirintis masyarakat sejak 2019 menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat
dioptimalkan menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus menggerakkan
perekonomian desa.
“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha
perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga.
Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada
mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Bupati
Egi.
Ia juga mendorong pembudidaya untuk
mengembangkan hilirisasi produk perikanan agar tidak hanya menjual ikan dalam
kondisi segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai
tambah lebih tinggi.
Bupati Egi mencontohkan pengembangan hilirisasi
di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan
menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual
komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana
disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu
menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar manfaat ekonomi
yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari,
Sariman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur,
khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan
kabupaten memberikan manfaat bagi petani serta pembudidaya ikan, terutama dalam
mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
“Terima kasih atas terbangunnya jalan provinsi
dan jalan kabupaten yang dulunya jalan jalur dua Kota Baru sempat vakum.
Alhamdulillah setelah ada gubernur baru dan bupati baru bisa terlaksana dengan
lancar. Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati,” ujar Sariman.
Sariman juga menjelaskan, pembinaan yang
diberikan kepada anggota kelompok membantu meningkatkan kemampuan pembudidaya,
termasuk anggota yang baru memulai usaha. Pokdakan Jaya Mandiri Lestari saat
ini beranggotakan 10 orang.
Salah satu anggota yang masih pemula mampu
membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan dan menghasilkan
sekitar 2,3 ton ikan saat panen.
Selain mengembangkan usaha produktif, Pokdakan
Jaya Mandiri Lestari turut menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan
bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu
di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi
kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan upaya penanganan
stunting.
Melalui pengembangan inovasi pakan mandiri,
perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung
mendorong sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi desa
yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat
ketahanan pangan daerah. [MFH/rils]











