- APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat
- Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa
- Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera
- Ombudsman Tinjau Pelayanan RSUD Batin Mangunang
- Satresnarkoba Polres Tangkap Tiga Orang Terduga Pengedar Sabu di Gisting
- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan
- Percepat Deteksi TBC, Pemkab Optimalkan Skrining Berbasis Masyarakat
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal, mengajak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi
Lampung untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung dalam membangun ekonomi daerah. Langkah ini dinilai strategis
mengingat arah kebijakan pembangunan daerah berfokus pada pemerataan ekonomi
yang dimulai dari tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal pada Acara Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan
Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Lampung, yang berlangsung
di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Mirza memaparkan
kondisi Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah terpadat di Pulau Sumatra
dengan jumlah penduduk mencapai hampir 9,6 juta jiwa. Dari jumlah tersebut,
sekitar 70 persen masyarakat bermukim di kawasan pedesaan, dan bekerja di
sektor pertanian.
Baca Lainnya :
- DLH Provinsi Lampung Kawal Ketat Proyek PSEL Lampung Raya0
- Pemprov Dorong Seni jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa0
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak0
- Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah di Ajang Nasional0
- Atas Instruksi Gubernur, Wagub Jihan Pimpin Kolaborasi Padamkan Api TPA Bandarjaya0
Meski memiliki banyak potensi komoditas
unggulan, masyarakat desa dinilai belum menikmati kemakmuran yang optimal
dikarenakan perputaran ekonomi yang selama ini membuat sebagian besar kekayaan
desa mengalir ke wilayah perkotaan.
"Oleh karena itu, penting untuk mengubah
pola perputaran ekonomi yang selama ini membuat sebagian besar kekayaan desa
mengalir ke wilayah perkotaan," ujarnya.
Ia mengatakan, sekitar 70 persen perputaran
uang yang berada di desa selama ini mengalir ke kota, sementara hanya sekitar
30 persen yang tetap berputar di desa. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding
dengan jumlah masyarakat yang tinggal di kawasan perdesaan.
Padahal, Lampung memiliki potensi sumber daya
alam dan pertanian yang besar, mulai dari Singkong, padi, dan jagung dan
komoditas unggulan lainnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, jelas Gubernur
Mirza, Pemprov Lampung mendorong serangkaian program pemberdayaan dan
hilirisasi produk pangan agar memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat
desa.
"Pemerintah hanya berfungsi sebagai
pendorong dan penginisiasi. Oleh karena itu, salah satu cara adalah
berkolaborasi dengan sebanyak-banyaknya komponen masyarakat, termasuk
LPM," ujar Gubernur Mirza.
Pemprov Lampung telah menyiapkan sejumlah
program berbasis pemberdayaan masyarakat yang beririsan langsung dengan peran
LPM. Di antaranya adalah program pembuatan pupuk organik mandiri di 2.000 desa,
pembagian 500 unit pengering (bed dryer) untuk menjaga stabilitas harga hasil
panen, pelatihan inovasi bagi ribuan pemuda desa, hingga pembangunan jalan
lingkungan desa swakelola berbasis kelompok masyarakat.
Selain di bidang ekonomi, Pemprov Lampung juga
memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan
keagamaan di tingkat desa, seperti program Satu Desa Satu Sarjana serta program
Satu Desa Satu Hafiz.
Gubernur Mirza meyakini, apabila kolaborasi
antar elemen masyarakat berjalan masif dan hilirisasi komoditas lokal terlaksana
dengan baik, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung diproyeksikan mampu mencapai
angka 8 hingga 9 persen pada tahun mendatang.
Melalui pelaksanaan Musda ini, Gubernur Mirza
berharap LPM Lampung dapat menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi,
mengenali kebutuhan, serta menggerakkan partisipasi aktif warga demi
terwujudnya pembangunan desa yang mandiri dan sejahtera.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP LPM
RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan bahwa LPM memiliki keunikan sejarah
dan posisi strategis sejak awal pembentukannya sebagai lembaga yang lahir dan
tumbuh di tengah-tengah masyarakat desa.
Menurut Doli, LPM bertindak sebagai mitra
strategis pemerintah daerah dalam mengawal arah kebijakan pembangunan nasional
yang kini semakin berorientasi ke pedesaan.
"Secara historis dan fungsional, LPM lahir
untuk berada di tengah masyarakat desa. Posisi LPM bukan sebagai subordinat,
melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kepengurusan LPM di
tingkat daerah harus membangun komunikasi dan bersinergi baik dengan pemerintah
daerah agar program-program pembangunan berjalan maksimal dan dapat dirasakan
langsung oleh warga," jelasnya.
Selain mengawal program reguler perencanaan dan
pengawasan pembangunan desa, Ketum DPP LPM RI juga mengajak pengurus LPM di
daerah untuk aktif berkolaborasi menghadapi isu sosial kritis, seperti
mendukung jajaran kepolisian dan TNI dalam memberantas penyalahgunaan narkoba
serta mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat. [MFH/Pemprov
Lampung]











