- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah
- Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren
- Peringati Hari Santri, Bupati Umrohkan 2 Pimpinan Ponpes dan Berangkatkan 5 Santri Wisata Kebangsaan
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 2026
- Investasi Tanggamus TW III Tembus Rp115,97 Miliar, PMDN Berkontribusi 69,2 Persen
APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat

BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung Marindo Kurniawan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung
dalam rangka lanjutan pembicaraan tingkat I dengan agenda penyampaian
pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun
Anggaran 2027, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung, Rabu
(21/10/2026).
Rapat paripurna tersebut menjadi bagian penting
dalam proses pembahasan Raperda APBD 2027, sekaligus ruang bagi fraksi-fraksi
DPRD untuk menyampaikan masukan, pertanyaan, dan rekomendasi terhadap arah
kebijakan fiskal serta prioritas pembangunan Provinsi Lampung pada tahun
mendatang.
Pemandangan umum fraksi-fraksi diarahkan untuk
memastikan rancangan anggaran daerah disusun secara terukur, transparan, dan
akuntabel, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan
masyarakat.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa0
- DLH Provinsi Lampung Kawal Ketat Proyek PSEL Lampung Raya0
- Pemprov Dorong Seni jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa0
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak0
- Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah di Ajang Nasional0
Berdasarkan rancangan yang disampaikan
Pemerintah Provinsi Lampung, pendapatan daerah pada APBD 2027 direncanakan
sebesar Rp7,23 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp6,93 triliun.
Rancangan tersebut mencatat surplus sekitar Rp296,28 miliar yang direncanakan
untuk mendukung pembiayaan daerah, termasuk pembayaran pokok utang.
Dalam penyampaiannya, sejumlah fraksi
memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),
efektivitas belanja, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan
publik, serta keberpihakan anggaran kepada masyarakat.
Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya
menjaga ketahanan pendapatan daerah dan memastikan setiap alokasi anggaran
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong penyederhanaan pembayaran
pajak kendaraan bermotor, peningkatan kualitas jalan dan jembatan, penguatan
dukungan bagi petani, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
agar mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan memberikan perhatian
terhadap pengelolaan utang daerah, penataan sumber daya manusia aparatur,
pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien, transparansi
penyaluran hibah, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta pencapaian target
penurunan stunting.
Sementara itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) menekankan pentingnya penyusunan APBD yang sehat secara fiskal, patuh
terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan berpihak kepada masyarakat
kecil.
Fraksi PKB meminta penjelasan mengenai
pemenuhan ketentuan belanja pegawai dan belanja infrastruktur pelayanan publik,
optimalisasi sumber pendapatan daerah, serta penguatan belanja yang berdampak
langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Perhatian juga diberikan pada sektor pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial,
pesantren, ketenagakerjaan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM). Fraksi PKB juga menyoroti pentingnya kejelasan perhitungan pembayaran
kewajiban utang daerah, kecukupan anggaran penanganan keadaan darurat, serta
penyempurnaan dokumen perencanaan dan penganggaran agar memiliki indikator dan
target kinerja yang terukur.
Adapun Fraksi Partai NasDem menyampaikan
pandangan mengenai strategi peningkatan pendapatan asli daerah melalui
intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi, digitalisasi transaksi
pemerintah daerah, optimalisasi pemanfaatan aset, dan penguatan kinerja badan
usaha milik daerah (BUMD).
Fraksi NasDem juga memberikan perhatian
terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan potensi ekonomi
daerah, penguatan sektor pariwisata, peningkatan keterampilan sumber daya
manusia, serta pemberdayaan koperasi dan UMKM. Pengembangan kawasan pariwisata
dinilai perlu didukung dengan fasilitas umum dan konektivitas yang memadai agar
mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain tiga fraksi tersebut, Fraksi Partai
Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan pemandangan umum melalui
penyerahan dokumen kepada pimpinan rapat dan kepada GubernurLampung yang
dikuasakan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.
Berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi
tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan Raperda APBD 2027. Substansi
pandangan umum diharapkan dapat menjadi bahan bagi Pemerintah Provinsi Lampung
dalam memberikan tanggapan dan jawaban terhadap pertanyaan serta rekomendasi
DPRD.
Pembahasan APBD merupakan tahapan strategis
dalam menyelaraskan kemampuan keuangan daerah dengan kebutuhan pembangunan.
Karena itu, ketepatan penetapan target
pendapatan, efektivitas belanja, serta pengendalian pembiayaan menjadi faktor
penting untuk menjaga kesinambungan program pembangunan dan kualitas pelayanan
kepada masyarakat.
Melalui pembahasan bersama antara pemerintah
daerah dan DPRD, APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2027 diharapkan dapat
menjadi instrumen pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,
memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong
pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di Provinsi Lampung. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











