- Bupati Pringsewu Panen Raya Corporate Farming di Pekon Pujodadi
- 318 Warga Pekon Kutawaringin Peroleh Bantuan Pangan dari Pemerintah
- PLN Gelar Bhakti PDKB di Lampung Timur
- Pemkot Metro Perkuat Integritas dan Kolaborasi ASN dalam Pelayanan Masyarakat
- Plt Bupati I Komang Koheri Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-65
- Plt Bupati Lampung Tengah Tinjau Jembatan Putus di Seputih Jaya
- Pemkab Lampung Utara Ikuti Rakor Bersama Kemendagri
- Wakil Bupati Romli Hadiri Pembukaan Turnamen Billiard Dandim Cup 0412/LU
- Hadiri Rakor di Polda Lampung, Bupati Parosil Dukung Penyelesaian Konflik Agraria
- Sekda Lambar Ajak Forkopimda Jadikan Olahraga Budaya Kebersamaan
Hadiri Rakor di Polda Lampung, Bupati Parosil Dukung Penyelesaian Konflik Agraria

LAMPUNG BARAT, MFH — Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus, menghadiri rapat koordinasi tindak lanjut penyelesaian potensi
konflik dan reforma agraria di Provinsi Lampung.
Rakor digelar di Gedung Serba Guna Presisi
Polda Lampung, Senin (14/9/2026). Kegiatan dihadiri Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Sekda Provinsi
Lampung, serta para bupati dan wali kota se-Lampung.
Dari Lampung Barat, Bupati Parosil hadir
bersama Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman.
Baca Lainnya :
- Sekda Lambar Ajak Forkopimda Jadikan Olahraga Budaya Kebersamaan0
- Pemkab Lambar Lepas Kadis Dukcapil Ruspan Anwar ke Peristirahatan Terakhir0
- Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW0
- Bupati Parosil Dorong Lampung Barat Naik Kelas dari Penghasil ke Pengolah Kopi0
- Pemkab Serahkan Bantuan Seragam dan Buku Gratis Kepada 688 Pelajar Kebun Tebu 0
Rakor itu membahas penyelesaian konflik
agraria, khususnya persoalan pertanahan di wilayah yang memiliki Hak Guna Usaha
(HGU).
Empat narasumber hadir dalam acara tersebut,
mauli dari Kementerian Dalam Negeri, ATR/BPN Lampung, pakar hukum agraria, dan
Dinas Perkebunan Provinsi Lampung yang turut memberikan pemaparan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
mengatakan konflik agraria di Lampung telah berlangsung selama puluhan tahun
dan terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera
dibenahi karena kepastian hukum menjadi dasar penting bagi pembangunan daerah.
“Kita harus merapikan semua tatanannya. Semua
program akan berjalan dengan baik ketika fondasinya benar. Fondasi paling
penting adalah kepastian hukum,” kata Gubernur.
Ia meminta para kepala daerah bersama jajaran
pemerintah dan aparat terkait berkomitmen menyelesaikan persoalan agraria.
“Kita mau masyarakat makmur dan dunia usaha
berjalan dengan baik. Maka para bupati, wali kota, sekda dan seluruh jajaran
pemerintah, mari kita sama-sama selesaikan,” ujarnya.
Sementara itu, usai mengikuti rakor, Bupati
Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh
upaya pemerintah provinsi dalam menyelesaikan konflik agraria, termasuk di
wilayah kabupaten Lampung Barat.
Menurut Bupati Parosil, persoalan tanah harus
diselesaikan secara hati-hati karena menyangkut kepentingan masyarakat,
pemerintah dan dunia usaha.
“Prinsipnya, kita ingin persoalan agraria
diselesaikan dengan baik, berdasarkan data dan aturan hukum yang berlaku. Semua
pihak harus mendapat kepastian dan rasa keadilan,” kata Bupati.
Ia mengatakan Pemkab Lampung Barat siap
berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, ATR/BPN, kepolisian dan instansi
terkait apabila terdapat persoalan agraria yang perlu diselesaikan bersama.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya.
Persoalan harus dipetakan, diverifikasi dan dicarikan solusi sesuai kewenangan
masing-masing,” ujarnya.
Parosil berharap penyelesaian konflik agraria
dapat menciptakan kepastian hukum sekaligus menjaga kondisi daerah tetap
kondusif.
“Kalau persoalan agraria
bisa diselesaikan dengan baik, masyarakat merasa terlindungi dan pembangunan
juga bisa berjalan. Karena itu, kita harus mengedepankan musyawarah, data yang
jelas dan aturan hukum,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)