- Umi Laila Buka Lokakarya Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Merah Putih
- Tim Akpol Sambangi Polres Pringsewu Evaluasi Kurikulum Taruna
- Eko Wahyudi: Masyarakat Berperan Penting Menjaga Aset dan Infrasuktur Kelistrikan
- Pemkab Lamsel Gelar GENCARKAN OJK Bersama BSI, Buka Jalan Pembiayaan dan Kemitraan
- Pemkab Pesawaran Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Kabupaten Layak Anak
- Bupati Nanda Indira Ajak Masyarakat Bersatu Teguh Membangun Pesawaran
- Desa Nibung Dicanangkan sebagai Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026
- Metro Siapkan PERINTIS, Balik Nama Sertifikat Ditargetkan Rampung 10 Hari
- Pemkot Metro Lakukan Penyiraman Sisa Abu Vulkanik dan Salurkan Bantuan Air Bersih
- Percepat Pelayanan Publik dan Perkuat PAD, Pemkab Pesisir Barat Integrasikan Data Pertanahan
Pemkot Metro Perkuat Integritas dan Kolaborasi ASN dalam Pelayanan Masyarakat

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro menegaskan
pentingnya integritas, kedisiplinan, kekompakan, dan kolaborasi antarperangkat
daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Metro
Bambang Iman Santoso saat memimpin apel pagi ASN Pemerintah Kota Metro, Senin
(14/9/2026). Apel tersebut juga menjadi momentum untuk mengheningkan cipta dan
mendoakan tiga ASN Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang gugur saat menjalankan
tugas negara.
Pelaksanaan mengheningkan cipta tersebut,
merupakan tindak lanjut imbauan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai bentuk
empati terhadap tiga pegawai yang menjadi korban Kelompok Kriminal Bersenjata
(KKB), yakni Aprida Rapi, S.Pt., Willi Mbuik, S.P., dan Drh. Alfonius Albinus
Mehan.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Buka Musyawarah Daerah VI LDII0
- Pemkot dan DPRD Metro Teken KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp 29,9 Miliar0
- HUT ke-54, RSUD Ahmad Yani Kota Metro Perkuat Komitmen Mutu Pelayanan dan Pendidikan0
- Pemkot Metro Perkuat Pemahaman DTSN dan Desil untuk Tepat Sasaran Penyaluran Bansos0
- Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Nasional XXXI Targetkan Prestasi 0
Usai mengheningkan cipta, Bambang mengingatkan
bahwa apel bukan sekadar rutinitas kedinasan, melainkan momentum untuk
memperkuat disiplin, koordinasi, tanggung jawab, serta komitmen seluruh ASN
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus
diwujudkan melalui pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk
dalam menyediakan tempat tinggal yang nyaman, lingkungan yang aman dan sehat,
serta prasarana, sarana, dan fasilitas umum yang memadai.
“Tempat tinggal yang nyaman merupakan
memperoleh lingkungan yang layak, lingkungan yang sehat, prasarana, sarana dan
fasilitas umum yang memadai serta kepastian dalam pengelolaan kawasan
permukiman,” ujar Bambang.
Karena itu, Bambang meminta jajaran Dinas
Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya
dalam penyediaan dan peningkatan kualitas rumah layak huni.
Ia menekankan, penanganan rumah tidak layak
huni (RTLH) harus dilakukan secara tepat sasaran dengan berpedoman pada data
yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita harus memastikan bahwa bantuan
benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok
masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kelompok rentan,” tegasnya.
Bambang mengingatkan agar data menjadi dasar
dalam menentukan kebijakan, sehingga masyarakat yang seharusnya mendapatkan
intervensi tidak terlewatkan, sementara penerima yang tidak sesuai kriteria
tidak memperoleh bantuan.
“Data harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.
Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya mendapatkan intervensi itu tidak
terdata. Sementara penerima yang tidak sesuai kriteria mendapatkan bantuan,”
katanya.
Bambang mengungkapkan, pada 2026 tercatat
sebanyak 239 rumah tidak layak huni di Kota Metro. Sementara itu, Pemerintah
Kota Metro mendapatkan bantuan program bedah rumah sebanyak 213 unit dari
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dari jumlah tersebut, sebanyak
160 unit telah didistribusikan dan saat ini masih dalam proses pembangunan.
Menurut Bambang, capaian tersebut patut
disyukuri karena menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan
masyarakat Kota Metro. Namun, ia menilai masih diperlukan upaya bersama agar
kualitas rumah yang dibangun benar-benar memenuhi standar kelayakan dan
kesehatan.
Ia juga menyoroti besaran bantuan pemerintah
pusat sebesar Rp20 juta per unit yang dinilai masih terbatas jika dibandingkan
dengan kebutuhan pembangunan rumah layak huni saat ini.
“Kalau misalkan dihitung dari standar harga
untuk saat ini nilainya cukup kecil, karena kita tahu semuanya satu unit rumah
itu hanya Rp20 juta. Rp20 juta itu kalau misalkan untuk mendirikan rumah yang
sangat sederhana saja sepertinya juga sangat minim,” ungkapnya.
Meski demikian, Wali Kota meminta seluruh pihak
tetap mensyukuri bantuan pemerintah pusat tersebut sekaligus membangun
komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh dukungan
tambahan.
“Tidak ada salahnya juga kita, pemerintah
daerah untuk memberikan wujud nyata bantuan kepada masyarakat kita, pemerintah
daerah juga tentunya harus berupaya dan berusaha,” katanya.
Bambang juga membuka peluang adanya dukungan
dari dunia usaha maupun pihak swasta untuk menambah pembiayaan pembangunan
rumah, sehingga bantuan Rp20 juta per unit dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.
“Mungkin dunia usaha yang paling tidak bisa
membantu memberikan tambahan agar supaya dengan nilai Rp20 juta itu bisa
bertambah, mungkin bertambah Rp10 juta, mungkin bertambah Rp20 juta. Kalau
misalkan memang bisa, kalau Rp40 juta mungkin bisa layak,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar setiap upaya
penambahan dukungan maupun pelaksanaan program tetap dilakukan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pekerjaan pemerintah ini ada aturan-aturan
tertentu. Tidak bisa asal-asalan. Kita niatnya baik, kalau tidak sesuai dengan
aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah itu juga pada akhirnya berdampak
tidak baik pada kita,” tegas Bambang.
Ia pun meminta jajaran Dinas Perumahan dan
Kawasan Permukiman untuk berhati-hati dalam menjalankan program bantuan
pemerintah, sehingga niat baik membantu masyarakat tidak menimbulkan persoalan
di kemudian hari.
“Maka dari itu, saya berpesan khususnya di
Dinas Perkim yang menangani persoalan program pemerintah ini, tetaplah
berhati-hati. Jangan sampai dengan niatan yang baik ini justru malah tidak
membelenggu kesadaran diri kita sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa
penanganan RTLH dan berbagai program pelayanan masyarakat bukan hanya menjadi
tanggung jawab satu perangkat daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD)
harus membangun komunikasi dan bekerja secara terintegrasi.
“Kalau misalkan kita hanya dasarnya ke dinas
masing-masing, tidak adanya kekompakan, saling memberikan dukungan, rasanya
juga susah untuk mendapatkan keberhasilan. Kita adalah bagian daripada
pemerintah, kita adalah kerja tim,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan satu OPD pada dasarnya
merupakan bagian dari keberhasilan Pemerintah Kota Metro secara keseluruhan.
Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memiliki tujuan yang sama, yakni
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keberhasilan dari Dinas Kesehatan, mungkin
keberhasilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan,
semua dinas yang ada di pemerintahan ini, semuanya tujuannya adalah untuk
memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat kita,” jelasnya.
Bambang mengatakan, berbagai perangkat daerah
perlu saling mendukung sesuai dengan tugas dan kewenangannya, termasuk dalam
menghadapi kebutuhan masyarakat seperti ketersediaan air bersih maupun
penanganan kondisi darurat.
“Di tengah-tengah kemarau panjang yang sedang
kita hadapi, mungkin ada sentuh kolaborasi yang tidak bisa terpisahkan. Mungkin
dari lingkungan hidup, mungkin dari Damkar, mungkin dari keamanan yang
dilakukan oleh rekan-rekan dari Pol PP dan sebagainya. Saling menjaga
kekompakan,” katanya.
Ia meminta jajaran pemerintah daerah untuk
cepat merespons informasi mengenai kebutuhan masyarakat, sehingga perangkat
daerah yang memiliki kewenangan dapat segera mengambil tindakan.
“Pada saat ini, semuanya bisa berjalan dengan
sebaik-baiknya, agar supaya apa yang diinginkan masyarakat kita dan agar supaya
kita sebagai pemerintah benar-benar bisa memberikan pelayanan yang terbaik
sesuai yang diinginkan oleh masyarakat Kota Metro,” paparnya.
Bambang menegaskan, kehadiran pemerintah harus
benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka membutuhkan bantuan.
“Mungkin hari ini yang dibutuhkan adalah air
bersih. Mungkin hari ini yang dibutuhkan adalah tenda untuk menanggulangi
hal-hal yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Bambang juga mengingatkan seluruh ASN untuk tetap
menjaga kewaspadaan terhadap berbagai kondisi yang dapat berdampak kepada
masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong antarperangkat daerah.
Menutup arahannya, Wali Kota Metro Bambang Iman
Santoso kembali mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga integritas dalam
menjalankan tugas sekaligus mempertahankan kekompakan dan kebersamaan.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)