- 1.088 KPM di Pasar Sukadana Terima Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September
- HUT ke-54, RSUD Ahmad Yani Kota Metro Perkuat Komitmen Mutu Pelayanan dan Pendidikan
- Ribuan Peserta Ikuti KONI Fun Run HUT Lambar, Dua Motor jadi Rebutan Warga
- BKMT Pesisir Barat Terus Rawat Silaturahmi, Pengajian Rutin di Lemong Penuh Pesan Moral
- Zulhas Kunker dan Serahkan Bantuan Pangan di KDKMP Desa Pisang Penengahan
- DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Berwawasan Lingkungan dan Raih Adiwiyata 2026-2030
- Bupati Hadiri Maulid Nabi dan Milad ke-2 Majelis Taklim Al-Mahmudah, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
- Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan
- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi hingga Tingkatkan Kesejahteraan Petani
HUT ke-54, RSUD Ahmad Yani Kota Metro Perkuat Komitmen Mutu Pelayanan dan Pendidikan

METRO, MFH,-- Memasuki usia ke-54 tahun, RSUD
Jenderal Ahmad Yani Kota Metro terus memperkuat komitmennya untuk meningkatkan
mutu dan keselamatan pasien sekaligus mengembangkan peran sebagai rumah sakit
pendidikan yang berkualitas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro yang
berlangsung secara sederhana dan khidmat di Aula RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota
Metro, Jumat (11/09/2026).
Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro,
Dr. Eko Hendro Saputra, S.T., M.Kes., menyampaikan bahwa perjalanan rumah sakit
hingga mencapai usia 54 tahun merupakan proses panjang yang diiringi berbagai
perkembangan, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun pendidikan.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Perkuat Pemahaman DTSN dan Desil untuk Tepat Sasaran Penyaluran Bansos0
- Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Nasional XXXI Targetkan Prestasi 0
- HMI Cabang Metro Audiensi dengan Wali Kota0
- Pemkot Metro Ikuti Rakor Penanganan Karhutla dengan Perusahaanan Pemegang HGU dan PBPH0
- KPK RI Perkuat Pengawasan Pencegahan Korupsi di Kota Metro0
Eko menegaskan, terdapat dua fokus utama yang
menjadi visi RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, yakni unggul dalam pelayanan
yang tidak terlepas dari mutu dan keselamatan pasien, didukung anggaran, sarana
dan prasarana, serta sumber daya manusia yang memadai.
Dari sisi anggaran, Eko menekankan pentingnya
menjaga kesehatan keuangan rumah sakit karena sebagai BLUD, RSUD Jenderal Ahmad
Yani dituntut untuk mandiri. “Dari sisi anggaran, kita harus sehat dan terus
melakukan pembenahan karena kita merupakan BLUD yang dituntut untuk mandiri.
Oleh karena itu, kondisi keuangan dan anggaran rumah sakit harus kita jaga agar
tetap sehat,” ujarnya.
Sementara dari sisi sarana dan prasarana, masih
diperlukan pengembangan gedung dan penambahan alat kesehatan, termasuk sumber
daya manusia seperti dokter spesialis dan subspesialis.
“Dari sisi sarana dan prasarana, gedung-gedung
kita masih membutuhkan pengembangan. Alat kesehatan juga masih membutuhkan
penambahan. Begitu juga dengan sumber daya manusia. Dokter spesialis dan
subspesialis masih perlu kita tambah supaya pelayanan yang kita berikan kepada
masyarakat semakin lengkap,” katanya.
Selain penguatan pelayanan kesehatan, RSUD
Jenderal Ahmad Yani juga terus mengembangkan perannya di bidang pendidikan.
Rumah sakit diarahkan menjadi wahana pendidikan yang nyaman, aman, dan
berkualitas.
Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan
anggaran, sarana dan prasarana pendidikan, tempat-tempat pendidikan,
perpustakaan, serta ruang belajar yang nyaman.
“Hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah
kita ke depan dalam rangka membangun dan meningkatkan sarana prasarana
pendidikan,” katanya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi
perhatian RSUD Jenderal Ahmad Yani, mengingat jumlah tenaga dokter spesialis
dan subspesialis masih terbatas, sementara rumah sakit juga memiliki tanggung
jawab sebagai wahana pendidikan.
“Saat ini, RSUD Jenderal Ahmad Yani telah
menjalin kerja sama dengan 19 institusi pendidikan. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa rumah sakit tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan,
tetapi juga memiliki peran penting dalam pendidikan,” terangnya.
Karena itu, Eko mengajak seluruh keluarga besar
RSUD Jenderal Ahmad Yani untuk bekerja dengan amanah dan terus memaksimalkan
peran rumah sakit bagi masyarakat.
Meski peringatan HUT ke-54 RSUD Jenderal Ahmad
Yani dilaksanakan secara sederhana, rangkaian kegiatan tetap diarahkan pada
peningkatan kompetensi dan budaya kerja.
“Dalam rangka memperingati HUT RSUD Jenderal
Ahmad Yani yang ke-54, kita memang melaksanakannya secara sederhana. Namun
demikian, kegiatan yang kita lakukan cukup bagus, terutama yang berkaitan
dengan peningkatan kompetensi,” ujar Eko.
Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya lomba
tenaga kesehatan teladan yang mencakup dokter teladan, tenaga perawat teladan,
tenaga kesehatan lainnya, serta tenaga administrasi teladan.
Selain itu, dilaksanakan pula lomba kebersihan
ruangan sebagai upaya memotivasi seluruh jajaran rumah sakit untuk menerapkan
budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin).
Tidak hanya itu, RSUD Jenderal Ahmad Yani juga
menggelar lomba cerdas cermat akreditasi sebagai bagian dari persiapan
menghadapi proses akreditasi.
Sementara itu, Wali Kota Metro H. Bambang Iman
Santoso, S.Sos., M.Pd.I., mengatakan peringatan HUT ke-54 RSUD Jenderal Ahmad
Yani bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang perjalanan waktu.
“Peringatan hari ulang tahun bukan sekadar
kegiatan seremonial untuk mengenang perjalanan waktu. Lebih dari itu, momentum
ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi,
mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memperkuat tekad untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar
Bambang.
Menurutnya, rumah sakit memiliki posisi
strategis karena menjadi tempat masyarakat menitipkan harapan, keselamatan, dan
kehidupan.
“Karena itu, setiap bentuk pelayanan yang
diberikan kepada pasien memiliki arti penting mulai dari senyum yang kita
berikan, setiap tindakan yang kita lakukan, setiap keputusan yang kita ambil,
dan setiap pelayanan yang kita berikan memiliki arti yang sangat besar bagi
pasien dan keluarganya,” lanjutnya.
Memasuki usia ke-54, Bambang mendorong RSUD
Jenderal Ahmad Yani untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme
pelayanan.“Kita harus memiliki semangat untuk menjadikan RSUD Jend. Ahmad Yani
Kota Metro sebagai rumah sakit yang semakin bermutu, semakin profesional,
semakin inovatif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai Wali Kota Metro, ia mengingatkan
seluruh jajaran rumah sakit agar tidak cepat berpuas diri terhadap berbagai
pencapaian yang telah diraih.“Justru semakin bertambah usia, semakin besar pula
tanggung jawab yang harus kita emban,” paparnya.
Menurut Bambang, peningkatan mutu dan
keselamatan pasien harus berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme
sumber daya manusia, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan
digitalisasi pelayanan, perbaikan sarana dan prasarana, serta pembangunan
budaya kerja yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pasien.
“Kita harus terus meningkatkan mutu dan
keselamatan pasien, memperkuat profesionalisme sumber daya manusia,
meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, mengembangkan digitalisasi pelayanan,
memperbaiki sarana dan prasarana, serta membangun budaya kerja yang berorientasi
pada kebutuhan dan kepuasan pasien,” katanya.
Bambang menilai keberhasilan rumah sakit tidak
hanya ditentukan oleh gedung yang megah, peralatan yang canggih, maupun sistem
yang modern, tetapi sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang bekerja di
dalamnya.
“Saya meyakini bahwa keberhasilan sebuah rumah
sakit tidak hanya ditentukan oleh gedung yang megah, peralatan yang canggih,
atau sistem yang modern. Keberhasilan rumah sakit sangat ditentukan oleh
manusia yang bekerja di dalamnya,” ungkapnya.
Atas dedikasi tersebut, Wali Kota memberikan
apresiasi kepada seluruh keluarga besar RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota
Metro.“Oleh karena itu, kepada seluruh keluarga besar RSUD Jend. Ahmad Yani
Kota Metro, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya
atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan
selama ini,” ujarnya.
Bambang menyadari bahwa bekerja di rumah sakit
bukan pekerjaan yang mudah, di mana para tenaga kesehatan harus bekerja dengan
waktu yang tidak mengenal hari libur, menghadapi berbagai karakter pasien dan
keluarga, serta dituntut untuk memberikan pelayanan dengan profesionalisme dan
empati.
“Terima kasih atas setiap pengorbanan, setiap
tenaga yang dicurahkan, dan setiap pengabdian yang diberikan. Mari kita jadikan
HUT ke-54 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, karena saya
percaya, rumah sakit yang hebat dibangun bukan oleh satu atau dua orang, tetapi
oleh sebuah tim yang memiliki visi, semangat, dan komitmen yang sama,”
lanjutnya.
Menutup sambutannya, Bambang mengajak seluruh
jajaran RSUD Jenderal Ahmad Yani untuk menatap masa depan dengan optimisme dan
terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat.
“Akhirnya, pada momentum Hari Ulang Tahun ke-54
RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2026, marilah kita bersama-sama menatap
masa depan dengan penuh optimisme, semakin maju, semakin dipercaya masyarakat,
semakin unggul dalam mutu pelayanan dan pendidikan, serta senantiasa menjadi
rumah sakit yang memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi peningkatan
derajat kesehatan masyarakat Kota Metro dan sekitarnya,” pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)