- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Kabel Wifi Semrawut di Candipuro dan Sidomulyo, Warga Sesalkan Adanya Korban Luka

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Warga di wilayah
Kecamatan Candipuro dan Sidomulyo Lampung Selatan, mengeluhkan kondisi
pemasangan kabel internet atau Wifi yang terlihat sangat semrawut dan tidak
beraturan.
Akibatnya seorang lansia warga Desa Way Gelan
kecamatan Candipuro mengalami luka serius akibat terjerat kabel provider wifi
milik swasta, Warga resah karena mengancam keselamatan.
Pemasangan yang dianggap tidak sesuai standar
ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan
pengguna jalan.
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Nurlela Pimpin Apel di RSUD Bandar Negara Husada0
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni0
- Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Rejomulyo, Sebagian Rumah Warga Hangus0
- Kecewa Tidak Ada Anggota DPRD Lamsel, Buruh PT. San Xiong Steel Bakar Ban di Depan Kantor0
- Truk Muatan Pasir Terguling di Tanjakan Kalirejo, Sopir Akui Belum Kuasai Medan0
Kondisi tersebut sudah cukup lama, kabel wifi
milik perusahaan SMS dan speed network di sepanjang jalan terlihat acak-acakan
dan telah mencelakai warga.
Munandir, warga dusun bangun Rejo, Desa way
gelam, kecamatan Candipuro adalah korbanya. Ia mengalami kecelakaan akibat
terjerat kabel wifi yang menjuntai rendah.
" Sudah empat bulan ini saya tidak
bekerja, tulang pinggang saya terasa sakit, sekarang saya jalan mengunakan alat
bantu, " ucap Munandir Sabtu (13/4/2026)
Mirisnya perusahaan yang beromset ratusan juta
perbulan selama ini baru memberikan santunan 2 juta rupiah.
Masyarakat juga mengaku kehadiran wifi di
kampung nya cukup membantu kebutuhan internet. Namun pihak perusahaan
semestinya lebih mengutamakan keselamatan warga.
Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari
pihak penyedia layanan internet maupun instansi terkait untuk merapikan kembali
instalasi kabel tersebut agar tidak membahayakan keselamatan umum.
Banyak
kabel yang tergantung rendah, menjuntai dan melintang di jalanan
sehingga menghalangi lalu lintas. Hal ini tentu membahayakan pengendara sepeda
motor maupun pejalan kaki. [MFH/Sriw]











3.jpg)