- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Kabel Wifi Semrawut di Candipuro dan Sidomulyo, Warga Sesalkan Adanya Korban Luka

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Warga di wilayah
Kecamatan Candipuro dan Sidomulyo Lampung Selatan, mengeluhkan kondisi
pemasangan kabel internet atau Wifi yang terlihat sangat semrawut dan tidak
beraturan.
Akibatnya seorang lansia warga Desa Way Gelan
kecamatan Candipuro mengalami luka serius akibat terjerat kabel provider wifi
milik swasta, Warga resah karena mengancam keselamatan.
Pemasangan yang dianggap tidak sesuai standar
ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan
pengguna jalan.
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Nurlela Pimpin Apel di RSUD Bandar Negara Husada0
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni0
- Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Rejomulyo, Sebagian Rumah Warga Hangus0
- Kecewa Tidak Ada Anggota DPRD Lamsel, Buruh PT. San Xiong Steel Bakar Ban di Depan Kantor0
- Truk Muatan Pasir Terguling di Tanjakan Kalirejo, Sopir Akui Belum Kuasai Medan0
Kondisi tersebut sudah cukup lama, kabel wifi
milik perusahaan SMS dan speed network di sepanjang jalan terlihat acak-acakan
dan telah mencelakai warga.
Munandir, warga dusun bangun Rejo, Desa way
gelam, kecamatan Candipuro adalah korbanya. Ia mengalami kecelakaan akibat
terjerat kabel wifi yang menjuntai rendah.
" Sudah empat bulan ini saya tidak
bekerja, tulang pinggang saya terasa sakit, sekarang saya jalan mengunakan alat
bantu, " ucap Munandir Sabtu (13/4/2026)
Mirisnya perusahaan yang beromset ratusan juta
perbulan selama ini baru memberikan santunan 2 juta rupiah.
Masyarakat juga mengaku kehadiran wifi di
kampung nya cukup membantu kebutuhan internet. Namun pihak perusahaan
semestinya lebih mengutamakan keselamatan warga.
Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari
pihak penyedia layanan internet maupun instansi terkait untuk merapikan kembali
instalasi kabel tersebut agar tidak membahayakan keselamatan umum.
Banyak
kabel yang tergantung rendah, menjuntai dan melintang di jalanan
sehingga menghalangi lalu lintas. Hal ini tentu membahayakan pengendara sepeda
motor maupun pejalan kaki. [MFH/Sriw]











