- Inflasi Turun Tajam, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Masih jadi Pemicu Kenaikan Harga
- Pemprov Lampung Tekankan Peran Strategis Lulusan Tarbiyah di Era Perubahan
- Bupati Hadiri Musda XI Golkar Lambar, Tekankan Soliditas dan Dukung Gerakan Lampung Menanam
- Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Pemprov Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Fiskal
- Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Dharma Santih Hari Raya Suci Nyepi 2026
- Bupati Pringsewu Tutup Lomba Merpati Kolong Bupati Cup 2026
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30
- Ketum Perwosi Lamteng Ikuti Car Free Day di Tugu Canang
- Bupati Turut Menghadiri Harlah PMIl Lampung Utara
- Pemkab Lambar Tegaskan Komitmen Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
KAFE Unila Resmikan Lampung Policy Forum, Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Riset

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Keluarga Alumni Fakultas
Ekonomi dan Bisnis (KAFE) FEB Universitas Lampung (Unila) secara resmi
meluncurkan Lampung Policy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat
kontribusi alumni dalam mendorong kebijakan publik berbasis riset, bertepatan
dengan kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Amalia, Minggu
(26/04/2026).
Mengangkat tema Lampung Naik Kelas,
kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan alumni lintas generasi
dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut merupakan hasil
kolaborasi antara KAFE Unila, FEB Unila, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia
(ISEI) Lampung, serta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung.
Ketua KAFE Unila, Dr. Edarwan,
S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Lampung Policy Forum merupakan langkah
konkret dalam mengoptimalkan potensi intelektual alumni agar lebih berperan
dalam pembangunan daerah.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC0
- Pelantikan Pengurus PDBI Lampung, Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin0
- Kunjungan DPR RI jadi Momentum Percepat Hilirisasi 0
- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas0
- Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung0
Menurutnya, KAFE tidak hanya
berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga harus mampu mengambil peran
strategis melalui kontribusi pemikiran dan kajian ilmiah yang aplikatif.
“Forum ini diharapkan menjadi
jembatan antara dunia akademik dan pemerintah, sehingga setiap kebijakan yang
diambil semakin berbasis pada riset dan kajian ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEB Unila,
Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menekankan bahwa alumni memiliki posisi krusial
dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Dalam momentum halal bihalal
tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar hubungan antara
kampus dan alumni terus diperkuat.
Ia menegaskan bahwa FEB Unila
terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, termasuk dalam peningkatan
kualitas lulusan, pengembangan jejaring profesional, hingga peluang kerja sama
internasional.
“Kami siap mendorong sinergi yang
lebih konkret bersama alumni melalui forum ini,” tegasnya.
Sekretaris KAFE Unila, Ganjar
Jationo, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan
partisipasi yang cukup luas dari berbagai angkatan. Tercatat sekitar 120
peserta hadir, mewakili 14 angkatan, mulai dari tahun 1976 hingga 2017.
Menurutnya, suasana kebersamaan
yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mempererat jaringan alumni
sekaligus membuka ruang diskusi yang produktif.
Selain itu, kegiatan juga diisi
dengan dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai
sektor. Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Edarwan tersebut menghadirkan
perspektif dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, di antaranya
Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unila Dr. Usep Syaipudin,
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu, serta Ketua DPD HIPPI
Lampung H. Heri Andrian.
Melalui peluncuran Lampung Policy
Forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antara kampus,
alumni, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat arah pembangunan
Lampung yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kemajuan
daerah. [MFH/Diskominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)