- Diskominfotiksan Pesawaran Audiensi dengan Telkomsel
- Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan bagi Lansia Penyandang Disabilitas
- Musrenbang Inklusif Disabilitas, Ruang Aspirasi Pembangunan yang Lebih Setara
- Wabup Azwar Hadi Lepas 770 Jamaah Haji Lampung Timur
- Ni Ketut Dewi Nadi Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDBI Lampung Tengah 2026–2030
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Sosialisasikan Penerimaan Siswa Baru
- Bupati Lampura Sampaikan Pendapat Akhir Laporan Pertanggungjawaban
- Ketua TP PKK Lambar Tegaskan Semangat Emansipasi dan Perkuat 10 Program Pokok PKK
- Pemkab Gelar Rapat Persiapan Pemberangkatan Jamaah Haji dan Sambut Idul Adha 1447 Hijriah
- Pelantikan Pengurus PDBI Lampung, Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin
Kunjungan DPR RI jadi Momentum Percepat Hilirisasi
Dorong Perekonomian dan Pengembangan Pariwisata Lampung

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor
perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi,
bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/04/2026).
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam
kesempatan tersebut memaparkan berbagai
dinamika pembangunan di Provinsi Lampung, Ia mengungkap bahwa struktur ekonomi
Lampung sangat ditopang oleh sektor pertanian. Dari total luas wilayah sekitar
3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan
komoditas utama padi, jagung, dan singkong. Sektor ini menjadi sumber
penghidupan bagi hampir 2 juta keluarga di Lampung.
"Lampung ini berbeda dengan daerah lain di
Sumatera yang banyak bertumpu pada perkebunan. Di sini mayoritas adalah petani,
dan komoditas pertanian telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama
puluhan tahun," ujar Gubernur.
Baca Lainnya :
- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas0
- Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung0
- Polwan Polda Lampung Wujudkan Semangat Kartini melalui Pengabdian dan Prestasi0
- Pemprov Lampung Buka Peluang Kerja Internasional0
- Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan0
Namun demikian, Gubernur mengakui keterbatasan
fiskal daerah menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Dengan APBD
yang terbatas, kebutuhan pembangunan jalan yang menopang distribusi komoditas
pertanian masih belum optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga
menyampaikan bahwa kebijakan menjaga stabilitas harga gabah dan jagung telah
memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025,
pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat mencapai 5,28 persen atau berada di atas
rata-rata nasional.
Selain itu, berbagai indikator makro
menunjukkan tren positif, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 10,7
persen pada 2024 menjadi 9,6 persen, inflasi yang terkendali di angka 1,25
persen (terendah secara nasional), serta peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP)
yang mendekati angka 130.
"Perbaikan harga komoditas pertanian
berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Aktivitas ekonomi di daerah pertanian juga mengalami peningkatan
signifikan," jelasnya.
Gubernur juga menyoroti potensi besar
hilirisasi industri berbasis komoditas, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mendorong pengembangan kawasan
industri di lima wilayah strategis.
Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan adanya
kendala regulasi ekspor yang masih menjadi hambatan, termasuk pada komoditas
kopi yang harus melalui negara transit sebelum mencapai pasar tujuan. Kondisi
ini dinilai meningkatkan biaya logistik dan menghambat daya saing.
Pada sektor UMKM, tercatat sebanyak 398 ribu
pelaku usaha, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan perempuan.
Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan
kelembagaan melalui model klasterisasi dan agregasi produk agar UMKM lebih
kompetitif, termasuk untuk pasar ekspor.
Gubernur juga mengajukan sejumlah usulan
strategis kepada pemerintah pusat melalui kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR
RI, diantaranya percepatan pembangunan kawasan industri, peningkatan
infrastruktur akses, dukungan kebijakan hilirisasi, serta pengembangan
pariwisata dan pendidikan berbasis hospitality guna mempercepat transformasi
ekonomi Lampung.
Pada sektor industri, Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong percepatan pengembangan kawasan industri sebagai Proyek
Strategis Nasional (PSN), termasuk dukungan pembangunan infrastruktur kawasan
seperti jalan akses, listrik, air baku, dan pengolahan limbah. Selain itu,
diperlukan kebijakan hilirisasi industri berbasis komoditas unggulan untuk
meningkatkan nilai tambah.
Di sektor pariwisata, Gubernur mengusulkan
dukungan pembangunan akses jalan menuju destinasi wisata unggulan, pengembangan
amenitas wisata, promosi nasional, serta penguatan desa wisata dan wisata
bahari berbasis konservasi.
Lampung sendiri mencatat peningkatan kunjungan
wisatawan nusantara dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025. Destinasi
unggulan seperti Pulau Pahawang dan Taman Nasional Way Kambas dinilai memiliki
potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terintegrasi.
Untuk sektor ekonomi kreatif, pemerintah daerah
mendorong fasilitasi pengembangan subsektor unggulan seperti kriya, kuliner,
fesyen, konten, dan digital. Dukungan pelatihan SDM, akses pembiayaan,
penguatan pemasaran, serta pembangunan creative hub juga menjadi prioritas
dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Lampung.
Sementara itu, pada sektor UMKM yang berjumlah
sekitar 398 ribu unit usaha dengan 70 persen pelakunya perempuan, Gubernur
menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan, bantuan legalitas usaha,
digitalisasi, serta perluasan akses pasar hingga ekspor. Selain itu, penguatan
kemitraan antara UMKM dan industri besar juga menjadi fokus utama.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR
RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Lampung
yang dinilai menunjukkan geliat ekonomi positif dalam beberapa waktu terakhir.
"Apa yang disampaikan Gubernur menunjukkan
adanya kemajuan yang signifikan. Lampung memiliki potensi besar, tidak hanya
dari sisi sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia yang harus terus
dikembangkan," ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Komisi VII DPR RI
untuk mendukung berbagai program strategis daerah, khususnya yang berkaitan
dengan mitra kerja komisi.
Dalam sesi wawancara, Gubernur menambahkan
bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah mendorong penataan UMKM berbasis
komoditas, khususnya singkong, yang jumlah mereknya mencapai lebih dari 5.000.
Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan
berdaya saing.
Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) juga menjadi fokus, dengan empat calon KEK industri dan dua KEK
pariwisata yang sedang dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat
mempercepat realisasi program-program strategis di Lampung, sekaligus
memperkuat peran daerah sebagai lumbung pangan nasional dan pusat pertumbuhan
ekonomi baru di Sumatera.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kunjungan Kerja,
Chusnunia Chalim, menyatakan bahwa sejumlah usulan dari Pemerintah Provinsi
Lampung, termasuk pemberian insentif seperti tax holiday dan penguatan sektor
pariwisata, mendapat respons positif dari kementerian terkait.
"Kementerian pada prinsipnya mendukung
pengembangan pariwisata Lampung, termasuk usulan penguatan infrastruktur,
promosi, dan hilirisasi produk lokal," ujarnya.
Kunjungan ini menjadi
momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan Lampung. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)