- Pemprov Lampung Buka Peluang Kerja Internasional
- Wakil Bupati Buka Rapat Gugus Tugas KLA 2026, Perkuat Komitmen Perlindungan Anak
- Pemkab Lamteng Berikan Pembekalan ASN Menjelang Purna Tugas
- DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Lampung Timur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Prabu Lamtim, siap Angkat Lada Lokal
- Bupati Nanda Indira Dorong Kesadaran Pajak untuk Perkuat Pembangunan Daerah
- Wakil Bupati Pringsewu Hadiri Rakor DWP dan Peringatan Hari Kartini 2026
- Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan
- Terima Dubes Palestina, Gubernur Mirza: Solidaritas Lampung Lahir dari Ketulusan
- Warga Kalirejo Resah, Uang Rutin Hilang Setiap Minggu Sekali
Pemprov Lampung Buka Peluang Kerja Internasional
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung
tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi
muda untuk meraih peluang di tingkat global.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal
Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di
Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).
Baca Lainnya :
- Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan0
- Terima Dubes Palestina, Gubernur Mirza: Solidaritas Lampung Lahir dari Ketulusan0
- Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah0
- PKU Akbar jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung0
- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan0
Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan
melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang
terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda
Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja
internasional.
"Kami juga dari pemerintah Provinsi
Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar
sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran
di sekolah ada program vokasi. Saya juga
terus mendorong lembaga-lembaga
pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya
dan yang paling penting harus murah," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar
1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan
bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.
"Di perbankan juga saya dorong bagaimana
memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami
targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita
berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun.
Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10
sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang," tambahnya.
Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen
yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim
generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus
membawa nama baik daerah.
Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber
daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia
produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk
mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya
tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan
SMA/SMK setiap tahun.
Gubernur
menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan
daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan
berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.
Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan
bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami
kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka
peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi
kebutuhan tersebut.
"Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan
teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan
memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,"
katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung
memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama,
seperti semangat gotong royong dan nilai 'Piil Pesenggiri'. Karakter tersebut
dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.
Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat
tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah
dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada
di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.
"Jadilah representasi terbaik Indonesia.
Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi
generasi berikutnya akan semakin terbuka," pesannya.
Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam
ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di
sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah
berkembang di Lampung.
Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep
Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani
program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama
di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman
kerja internasional.
"Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi
juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan
Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia," jelasnya.
Radep menambahkan, setelah menyelesaikan
program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan
diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di
sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah
berkembang di Lampung.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar
menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di
luar negeri.
"Kalian disana berangkat untuk studi,
pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa
diterapkan di Indonesia nanti," pesannya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]










3.jpg)