- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Cup Dorong Peningkatan Prestasi Petenis Lampung Utara
- Parade Mighul dan Pawai Budaya, Perkenalkan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Ela Siti Nuryamah jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Ratusan Anak Lamtim Tampilkan Karya, Bupati Ela: Mereka Adalah Masa Depan Daerah
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas
- Sekda Pringsewu Ajak ASN Patuh Membayar Pajak Kendaraan Bermotor
- Wabup Agus Hadiri Gerakan Lampung Menanam dan Temu Kader Golkar di Tanggamus
- Respon Cepat Polsek Wonosobo Identifikasi Laporan Beruang Masuk Perkebunan Warga
Kemendagri Beri Arahan, Bupati Lampung Barat Siapkan Langkah Perkuat Ekonomi Daerah
.jpg)
LAMPUNG BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat yang dipimpin Bupati Parosil Mabsus melakukan audiensi dengan
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, pada Rabu
(8/4/2026) di Jakarta Pusat.
Pertemuan ini membahas penguatan kapasitas
fiskal daerah, peningkatan investasi, serta optimalisasi potensi unggulan
Lampung Barat.
Di kesempatan itu, Bupati Parosil didampingi
Plt Kepala Bappeda, Kepala BKAD, Inspektur, Kepala Brida, dan Sekretaris
Bapenda, Kasat Pol PP dan Kabag Protokol.
Baca Lainnya :
- Bupati Lambar Bawa Usulan Strategis Ke Kementerian PU0
- Dapat Hibah Aset dari Brin, Bupati Lampung Barat akan Manfaatkan untuk Sekolah Lapang0
- Lampung Barat Gandeng Kemenhub, Fokus Cetak Tenaga Transportasi Berkualitas0
- Pemkab Lampung Barat Dorong ASN jadi Pelopor Mutasi Kendaraan Demi Dongkrak PAD0
- Sekda Lampung Barat Lepas 40 Peserta Wisata Rohani ke Yogyakarta0
Dalam audiensi tersebut, Bupati Parosil Mabsus
memaparkan kondisi fiskal Lampung Barat, termasuk tantangan dalam Pendapatan
Asli Daerah (PAD), tingginya beban belanja pegawai, serta peluang pengembangan
sumber daya alam, khususnya komoditas kopi sebagai sektor unggulan daerah.
“Kami menyampaikan bahwa Lampung Barat memiliki
potensi besar, terutama dari sektor kopi dan energi terbarukan, namun masih
menghadapi keterbatasan kapasitas fiskal,” ujar Parosil.
“Oleh karena itu, kami mendorong dukungan
kebijakan, termasuk optimalisasi dana transfer seperti DBH serta penguatan
investasi agar potensi ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya
Selain itu, Pemkab Lampung Barat juga
menerangkan hasil kajian yang menunjukkan masih rendahnya efisiensi investasi
dan produktivitas daerah.
Kondisi ini berdampak pada daya saing dan
kemandirian fiskal, meskipun pertumbuhan ekonomi daerah saat ini mencapai 5,45
persen yang ditopang sektor pertanian dan belanja pemerintah.
Isu lain yang mengemuka adalah rencana
kebijakan alokasi 30 persen belanja pegawai pada 2027 yang dinilai akan semakin
menekan kapasitas fiskal daerah.
Di sisi lain, potensi energi baru terbarukan
seperti geothermal, PLTA, dan PLTMH dinilai dapat menjadi sumber penguatan
fiskal ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Bina Keuangan
Daerah, Agus Fatoni, memberikan sejumlah arahan strategis kepada Pemkab Lampung
Barat.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas
sumber daya manusia aparatur untuk mendorong produktivitas dan efektivitas
investasi.
“Peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci, yang
dilakukan melalui penguatan dedikasi dengan sistem reward, penguatan integritas
untuk mengikat komitmen, serta penerapan punishment secara konsisten,”
jelasnya.
Ia juga mendorong efektivitas investasi melalui
penyederhanaan regulasi dan peningkatan promosi daerah, termasuk pengembangan
kolaborasi antara kopi dan pariwisata, promosi batik Lampung Barat, pembentukan
tim hilirisasi kopi, serta kerja sama dengan OJK dalam tata niaga kopi.
Lebih lanjut, Agus Fatoni menekankan lima
strategi utama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, yakni intensifikasi,
ekstensifikasi, optimalisasi, digitalisasi, dan inovasi pendapatan daerah.
Selain itu, penguatan data berbasis kerja sama
dengan BPS dinilai penting untuk meningkatkan akurasi perhitungan transfer
keuangan daerah.
Ia juga menyarankan optimalisasi berbagai
sumber pembiayaan alternatif, seperti pemanfaatan dana CSR, penguatan BUMD dan
BLUD, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), hingga pemanfaatan
pinjaman daerah untuk kegiatan produktif.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah
strategis bagi Pemkab Lampung Barat dalam memperkuat kemandirian fiskal serta
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju target pembangunan
daerah tahun 2029. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)