- Ketahanan Pangan Digaungkan, Aksesnya Dibiarkan: Petani di Sukaraja Bergerak Sendiri
- Pemkab Lambar Audensi dengan PMO dan BA, Perkuat Program KDMP Nasional
- Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Rapat Paripurna DPRD Pesibar HUT ke-13 Pesisir Barat
- Wabup Lampung Barat Hadiri Undangan Rapat Paripurna HUT ke-13 Pesisir Barat
- Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Bupati Lambar Himbau Warga Lebih Waspada
- Pemkab Lampung Utara Seleksi Para Finalis Muli Mekhanai
- Serap Aspirasi serta Berikan Solusi Nyata bagi Masyarakat
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan
- Bupati Ela Buka Lokalatih Perlindungan Pekerja Migran Perempuan
- Tiga Desa di Lamtim Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Kemendagri Soroti Inflasi Tinggi, TPID Lampung Selatan Perkuat Pengawasan Harga

KALIANDA, MFH,-- Tim Pengendalian
Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan kesiapsiagaannya
dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan mengikuti Rapat
Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri
secara virtual, Selasa (3/3/2026).
Rakor tersebut menyoroti tren
kenaikan inflasi nasional, khususnya akibat lonjakan harga cabai dan daging
ayam ras di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Rakor yang dipimpin Sekretaris
Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, memaparkan bahwa angka inflasi nasional
mengalami kenaikan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lampung Selatan Siapkan Empat Strategi Kunci Tekan Stunting0
- Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS0
- Jaga Harga Tetap Stabil Saat Ramadan, Pemkab Lamsel Gelar Operasi Pasar Murah0
- Babinkantibmas Desa Blambangan Beri Bantuan Kepada Warga Korban Kebakaran0
- Respons Cepat! Pengusaha Gilingan Padi Perbaiki Jalan Rusak, Camat Palas dan Kades Turun Langsung0
“Inflasi kita angkanya tinggi.
Inflasi bulan ke bulan naik 0,68 persen, tahun ke tahun 4,76 persen, dan
inflasi tahun kalender 0,53 persen,” ujar Tomsi dalam arahannya.
Menurutnya, kenaikan inflasi
tersebut dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti
cabai rawit, cabai merah, serta daging ayam ras. Komoditas ini dinilai memberi
andil besar terhadap pembentukan inflasi, terutama di bulan suci Ramadan dan
menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam forum itu, Kemendagri meminta
seluruh pemerintah daerah untuk mencermati rantai distribusi dan pembentukan
harga mulai dari tingkat petani atau peternak, pengepul, hingga pedagang pasar.
Dari rantai tersebut, potensi spekulasi atau permainan harga dapat
diidentifikasi.
“Beberapa kali dalam rapat kita
bahas bahwa harga itu ada di tingkat petani, peternak, kemudian pengepul,
hingga pasar. Dari situ kita lihat siapa yang mengambil kesempatan, siapa yang
bermain harga,” tegasnya.
Ia menekankan, momentum hari besar
keagamaan seharusnya tidak menjadi alasan kenaikan harga apabila stok dalam
kondisi cukup. Pemerintah daerah diminta memfokuskan pengendalian pada
komoditas yang benar-benar mengalami kenaikan signifikan.
“Seharusnya lebaran tidak lebaran
sama saja kalau stok kita cukup. Jadi kita terus mencari siapa yang menaikkan
harga. Kami minta fokus pada barang-barang yang naik saja,” tambah Tomsi.
Menindaklanjuti arahan tersebut,
TPID Lampung Selatan yang mengikuti rakor dari ruang Kepala Bagian
Perekonomian, menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pemantauan harga
dan ketersediaan stok bahan pokok di wilayahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari
strategi antisipatif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar laju inflasi
daerah tetap terkendali serta daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya
selama bulan suci Ramadan.
Melalui koordinasi intensif bersama
pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan, TPID Lampung Selatan optimistis
stabilitas harga dapat dipertahankan sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap
tersedia dengan harga yang terjangkau. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)