- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum
- Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai
- Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
- Pemprov dan KLH Perkuat Sinergi, Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah
- Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Tinjau Sekuntum Herbal Farm
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Halal Bihalal Pangdam, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
- Pemkab Lampung Tengah Dalami Program Vaksinasi HPV Nasional
Kurangi Pengangguran, Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan hingga Pengembangan Industri

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui
berbagai kebijakan strategis dan inovatif. Hal ini disampaikan Sekretaris
Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat mengikuti rapat penilaian
apresiasi kinerja pemerintah daerah dimensi penurunan tingkat pengangguran oleh
tim penilai pusat secara virtual dari ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses
penilaian kinerja pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam
Negeri, sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap dokumen kebijakan, capaian
kinerja, dan inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.
Dalam paparannya, Marindo menjelaskan bahwa
Provinsi Lampung memiliki potensi besar dari sisi bonus demografi, dengan
jumlah penduduk mencapai 9,52 juta jiwa dan didominasi usia produktif sebesar
69,24 persen.
Baca Lainnya :
- Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional0
- Sekda Pringsewu Wakili Bupati Hadiri Paripurna HUT ke-62 Provinsi Lampung0
- Bupati Pringsewu Hadiri Penyerahan LKPD Unaudited Tahun 20250
- HUT ke-62 Lampung, Pemprov Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing0
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dukung Agita Nazara Ikuti Ajang Puteri Indonesia Tingkat Nasional0
Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada
berbagai tantangan, seperti kualitas sumber daya manusia yang belum optimal,
tingkat kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional, serta struktur
ekonomi yang masih bergantung pada sektor pertanian dengan produktivitas
relatif rendah.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran
terbuka (TPT) Lampung pada 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Meski mengalami
sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya, capaian ini masih lebih baik
dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera.
Namun demikian, persoalan mendasar masih
terlihat pada dominasi tenaga kerja di sektor informal yang mencapai 64,72
persen serta tingginya pengangguran lulusan SMA dan SMK yang menunjukkan adanya
ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis dalam RPJMD
2025–2029. Kebijakan tersebut meliputi transformasi ekonomi yang inklusif,
peningkatan kualitas SDM melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan
kerja, perluasan kesempatan kerja, serta perlindungan tenaga kerja.
Salah satu program unggulan adalah “Desaku
Maju” yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis desa dan penciptaan
lapangan kerja. Pada tahun 2025, Pemprov Lampung juga mengalokasikan anggaran
penanggulangan pengangguran sebesar Rp36,5 miliar atau 0,48 persen dari APBD.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai
program, seperti pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas tenaga kerja,
penempatan tenaga kerja, serta perencanaan tenaga kerja. Melalui program
pelatihan vokasi, sebanyak 928 peserta telah mendapatkan sertifikasi Badan
Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain itu, berbagai langkah konkret terus
dilakukan, di antaranya penyelenggaraan bursa kerja, penguatan layanan
penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, pelatihan kewirausahaan, serta
pengembangan aplikasi informasi pasar kerja “SiGajah”.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus
kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, serta mendorong
pembatasan pengiriman pekerja migran non-skill guna meningkatkan perlindungan
tenaga kerja.
Dalam aspek kolaborasi, Pemprov Lampung
memperkuat sinergi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta program
pemerintah pusat. Salah satunya melalui dukungan terhadap program Makan Bergizi
Gratis yang hingga Februari 2026 telah melibatkan 1.081 satuan pelayanan dan
mampu menyerap 48.693 tenaga kerja di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Ke depan, strategi keberlanjutan terus
diperkuat melalui peningkatan kualitas SDM, kemudahan perizinan investasi,
pengembangan kawasan industri, dukungan kewirausahaan, serta penyusunan Rencana
Tenaga Kerja Daerah (RTKD) sebagai roadmap penciptaan lapangan kerja hingga
2029.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung optimistis dapat menekan angka pengangguran secara bertahap
sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)