- DesaKu Maju Dorong Hilirisasi Perdesaan Lampung untuk Perkuat MBG dan KDMP
- Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Rejomulyo, Sebagian Rumah Warga Hangus
- Lampung Barat Gandeng Kemenhub, Fokus Cetak Tenaga Transportasi Berkualitas
- Bupati Pesisir Barat Sampaikan LKPJ TA 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi untuk Data Berkualitas
- Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Antarwilayah untuk Optimalisasi PAD
- Pemkab Gelar Rakor Persiapan Peringatan Hari jadi Kabupaten Lampung Tengah ke 80
- Pemkab Lamteng Gelar Rapat Penyiapan Dokumen Lingkungan Jembatan Gantung Way Campang
- Pemkab Lampung Barat Dorong ASN jadi Pelopor Mutasi Kendaraan Demi Dongkrak PAD
Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Perkembangan Indeks
Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 menunjukkan tren inflasi yang tetap
terkendali, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data resmi yang dirilis
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,41
persen, inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 0,94 persen, dan inflasi
tahunan (year-on-year) sebesar 3,48 persen.
Secara nasional, angka ini menandai tren
penurunan dibandingkan Februari 2026 yang sempat mencapai 4,76 persen. Kondisi
tersebut mencerminkan mulai stabilnya harga-harga setelah mengalami tekanan
pada awal tahun.
Dari sisi penyumbang inflasi bulanan, kenaikan
harga dipicu oleh sejumlah komoditas utama seperti ikan segar dan daging ayam
ras yang masing-masing memberikan andil 0,06 persen, diikuti bensin sebesar
0,04 persen, serta angkutan antar kota dan beras masing-masing sebesar 0,03
persen.
Baca Lainnya :
- Sekda Pringsewu Wakili Bupati Hadiri Paripurna HUT ke-62 Provinsi Lampung0
- Bupati Pringsewu Hadiri Penyerahan LKPD Unaudited Tahun 20250
- HUT ke-62 Lampung, Pemprov Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing0
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dukung Agita Nazara Ikuti Ajang Puteri Indonesia Tingkat Nasional0
- Wagub Jihan Jadi Inspektur Upacara HUT ke-62 Lampung, Tegaskan Arah Pembangunan Daerah0
Sementara secara tahunan, inflasi terutama
didorong oleh tarif listrik dengan kontribusi 0,97 persen dan emas perhiasan
sebesar 0,96 persen, disertai komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan
segar, dan beras.
Di tingkat regional, variasi inflasi antar
daerah masih cukup tinggi. Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan
inflasi tertinggi sebesar 5,31 persen, sedangkan Kota Gunungsitoli mencatat
inflasi tertinggi di tingkat kabupaten/kota sebesar 6,30 persen.
Sebaliknya, Kabupaten Minahasa Utara mengalami
deflasi sebesar 0,31 persen, menjadi yang terendah secara nasional.
Khusus di Provinsi Lampung, kinerja
pengendalian inflasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan rilis
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, inflasi tahunan pada Maret 2026
tercatat sebesar 1,16 persen dengan IHK sebesar 110,32.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan
inflasi nasional, sekaligus menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah
dengan tingkat inflasi paling terkendali di Indonesia.
Rendahnya inflasi di Lampung mencerminkan
stabilitas harga yang terjaga, didukung oleh pengendalian pada kelompok
pengeluaran utama seperti perumahan, energi, serta makanan dan minuman.
Komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan segar,
dan beras tetap menjadi penyumbang inflasi, namun masih dalam batas yang
terkendali.
Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat
langkah strategis melalui sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota dan Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Upaya tersebut meliputi pengawasan
distribusi bahan pokok, pemantauan harga secara berkala, operasi pasar, serta
penguatan kerja sama antar daerah guna menjaga keseimbangan pasokan dan
permintaan.
Dengan tren inflasi yang melandai dan
terkendali, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga serta pertumbuhan
ekonomi daerah dapat terus berlanjut secara positif dan berkelanjutan. [MFH/**]











3.jpg)