- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan
- Diskominfo Luruskan Informasi Terkait ATK Penghapus Pensil Senilai Rp 30 Juta pada DPMPTSP
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 2026
- Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM
- Ketika Siang Hari Menjadi Malam: Gema Letusan Krakatau yang Membekukan Dunia
- Polres Tanggamus Kerahkan 30 Personel Amankan Pemulangan Jamaah Haji Kloter 19 JKG
Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menggelar Rapat Review Progress Digitalisasi Layanan Publik Provinsi
Lampung guna mengevaluasi dan mengoptimalkan pengelolaan aplikasi pengaduan
masyarakat Lampung-In. Rapat dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, di
Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat (19/06/2026).
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan
bahwa pengembangan aplikasi Lampung-In merupakan bagian dari komitmen
Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghadirkan lompatan transformasi digital dalam
pelayanan publik, khususnya dalam mendekatkan akses pelaporan masyarakat kepada
pemerintah.
Menurut Jihan, semangat pembangunan Lampung-In
sejalan dengan upaya menciptakan sistem pelayanan publik yang responsif dan
terintegrasi. Namun, setelah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun,
masih terdapat sejumlah kendala yang perlu dibenahi agar manfaat aplikasi dapat
dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat maupun pemerintah.
Baca Lainnya :
- Bunda PAUD Provinsi Lampung Ajak IGTKI-PGRI Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Emas Lampung0
- Gubernur Mirza Dorong Guru TK Perkuat Komunikasi Bangun Mental Anak0
- Pemprov Lampung Perkuat Transparansi Pengadaan Melalui Digitalisasi dan E-Katalog0
- Nobar Piala Dunia 2026 di Lampung Disiapkan jadi Penggerak Ekonomi dan Kebersamaan Masyarakat0
- Lampung Matangkan Penyesuaian Batas Wilayah, Siapkan Pusat Pemerintahan Masa Depan0
"Karena itu, hari ini kita melakukan
evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan menyusun langkah-langkah
perbaikan yang diperlukan," ujar Jihan.
Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan
perlunya pembenahan dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola (governance),
operasional, hingga integrasi sistem dan data.
Pada aspek tata kelola, Jihan menyoroti belum
adanya unit khusus yang menjadi penanggung jawab tunggal (single owner)
aplikasi Lampung-In. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab belum
optimalnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam
menindaklanjuti laporan masyarakat.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung
berencana membentuk unit khusus yang berfungsi sebagai pengelola utama aplikasi
dengan melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik),
Bappeda, Inspektorat, serta seluruh OPD terkait. Unit tersebut nantinya akan
didukung oleh penunjukan person in charge (PIC) di setiap OPD serta penerapan
standar operasional prosedur (SOP) dan service level agreement (SLA) yang jelas
dan mengikat.
"Harus ada aturan kerja yang tegas, mulai
dari mekanisme penerimaan laporan hingga batas waktu tindak lanjut agar
pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan terukur,"
katanya.
Selain itu, pada aspek operasional, Jihan
menilai sistem yang berjalan saat ini masih bersifat pasif karena hanya
menunggu laporan masuk tanpa mekanisme pengawalan yang kuat. Oleh karena itu,
peran Inspektorat dan OPD terkait perlu diperkuat untuk memastikan setiap
laporan masyarakat mendapatkan tindak lanjut yang jelas.
Ia juga mengusulkan perluasan ekosistem
Lampung-In dengan melibatkan instansi vertikal seperti Badan Pertanahan
Nasional (BPN), Baznas, serta lembaga terkait lainnya agar dapat ikut mengakses
dan menindaklanjuti laporan sesuai kewenangannya.
Dalam pengembangan ke depan, Jihan mendorong
penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk
membantu proses kategorisasi laporan dan penyediaan fitur chatbot sehingga
pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien.
Menurutnya, integrasi data pemerintahan menjadi
salah satu pembeda utama antara aplikasi layanan publik dengan media sosial.
Melalui integrasi tersebut, Lampung-In diharapkan mampu menjadi kanal utama
pengaduan masyarakat yang lebih efektif dibandingkan penyampaian keluhan melalui
media sosial.
"Ke depan seluruh sistem layanan dan data
pemerintah harus terintegrasi sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dalam
menyampaikan aspirasi maupun pengaduan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi,
Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyampaikan bahwa
pengelolaan teknologi Lampung-In saat ini telah sepenuhnya dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi Lampung.
"Tahun lalu kita masih bekerja sama dengan
Jakarta, sedangkan tahun ini pengelolaan sudah sepenuhnya dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi Lampung. Dari sisi teknologi, kami juga tengah
mempersiapkan peluncuran Lampung-In versi dua yang akan memiliki sejumlah
pengembangan dibandingkan versi sebelumnya," kata Ganjar.
Ia menjelaskan bahwa Diskominfotik akan terus
berperan dalam penguatan sistem teknologi dan integrasi informasi. Selain itu,
pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna
mempercepat implementasi digitalisasi layanan publik sesuai arahan pemerintah
pusat.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris
Inspektorat Provinsi Lampung, Dwi Retno Mulyaningrum, menyatakan kesiapan
Inspektorat untuk mendukung optimalisasi pengelolaan Lampung-In. Ia
mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota telah dilakukan
dan seluruh pihak pada prinsipnya siap mendukung, termasuk dalam penyediaan
administrator yang bertugas mengelola dan menindaklanjuti laporan masyarakat.
Melalui evaluasi dan pengembangan yang tengah
dilakukan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap Lampung-In versi dua dapat
menjadi platform layanan publik yang lebih responsif, terintegrasi, dan mampu
memperkuat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah dalam mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang semakin baik. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)