Menteri Kehutanan RI Raja Juli Kunjungi Way Kambas

By redaksi 27 Mar 2026, 12:43:04 WIB Saburai
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Kunjungi Way Kambas

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Kunjungan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam rangka silaturahmi Idul Fitri 1447 H sekaligus kick off pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas berlangsung khidmat di Rumah Sakit Gajah PLG, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (26/03/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Jajaranya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, jajaran Forkopimda Lamtim, Pangdam XXI Radin Inten, serta Kapolda Lampung, kepala balai TNWK, kepala BPDAS, para Kepala OPD, para Camat, Para kepala desa penyangga TNWK.

Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap Kabupaten Lampung Timur, khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Way Kambas.

Baca Lainnya :

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran Bapak Menteri dan jajaran memberikan energi baru bagi Lampung Timur menuju era baru, terutama dalam penguatan program konservasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pembatas taman nasional menjadi harapan besar masyarakat, khususnya bagi 38 desa penyangga dan 15 desa terdampak yang selama ini berhadapan langsung dengan konflik satwa liar.

Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya pembatas ini, kami berharap konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir, sehingga masyarakat bisa hidup lebih aman dan nyaman serta berdampak pada peningkatan ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa konflik antara manusia dan gajah di kawasan Way Kambas telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan solusi menyeluruh.

Ia menjelaskan, usulan awal pembangunan pembatas hanya sepanjang 11 kilometer, namun mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto hingga disetujui pembangunan sepanjang lebih dari 100 kilometer.

“Ini bentuk perhatian luar biasa dari pemerintah pusat. Kita ingin konflik yang sudah berlangsung lama ini dapat diselesaikan secara tuntas, sehingga konservasi tetap terjaga dan masyarakat bisa hidup dengan tenang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur optimistis bahwa Taman Nasional Way Kambas akan menjadi salah satu taman nasional terbaik di Indonesia jika program ini berjalan dengan baik dan didukung oleh seluruh pihak.

Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pendekatan baru diperlukan untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi sejak tahun 1983 tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin terus menggunakan cara lama yang terbukti belum efektif.

“Kita harus berpikir out of the box. Jika cara yang sama terus dilakukan, maka hasilnya akan tetap sama. Konflik tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan membangun pembatas taman nasional dengan teknologi dan kajian terbaik, termasuk studi dari berbagai negara seperti India dan Afrika, guna memastikan efektivitas dalam mencegah konflik antara manusia dan gajah.

Pembangunan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan konservasi di Lampung Timur sekaligus menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan semangat kebersamaan dalam suasana Idul Fitri, memperkuat silaturahmi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, serta komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan konservasi. [MFH/Komdigi Lamtim]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment