- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Kunjungi Way Kambas

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Kunjungan
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam rangka silaturahmi Idul Fitri 1447
H sekaligus kick off pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas berlangsung
khidmat di Rumah Sakit Gajah PLG, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (26/03/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Jajaranya, Bupati Lampung Timur
Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, jajaran Forkopimda Lamtim, Pangdam
XXI Radin Inten, serta Kapolda Lampung, kepala balai TNWK, kepala BPDAS, para
Kepala OPD, para Camat, Para kepala desa penyangga TNWK.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti
Nuryamah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian besar dari
pemerintah pusat terhadap Kabupaten Lampung Timur, khususnya dalam upaya pelestarian
lingkungan di kawasan Way Kambas.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal0
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri0
- Bupati Lamtim Apresiasi Juara KDI 2026, Intan Putri Lestari Terima Beasiswa Makmur0
- Wabup Resmikan Perubahan Nama RSUD Sukadana Menjadi RSUD KH. Ahmad Hanafiah0
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami.
Kehadiran Bapak Menteri dan jajaran memberikan energi baru bagi Lampung Timur
menuju era baru, terutama dalam penguatan program konservasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan
pembatas taman nasional menjadi harapan besar masyarakat, khususnya bagi 38
desa penyangga dan 15 desa terdampak yang selama ini berhadapan langsung dengan
konflik satwa liar.
Menurutnya, program ini tidak hanya
berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Dengan adanya pembatas ini, kami
berharap konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir, sehingga
masyarakat bisa hidup lebih aman dan nyaman serta berdampak pada peningkatan
ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa konflik antara manusia dan gajah di
kawasan Way Kambas telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan
solusi menyeluruh.
Ia menjelaskan, usulan awal
pembangunan pembatas hanya sepanjang 11 kilometer, namun mendapat perhatian
langsung dari Presiden Prabowo Subianto hingga disetujui pembangunan sepanjang
lebih dari 100 kilometer.
“Ini bentuk perhatian luar biasa
dari pemerintah pusat. Kita ingin konflik yang sudah berlangsung lama ini dapat
diselesaikan secara tuntas, sehingga konservasi tetap terjaga dan masyarakat
bisa hidup dengan tenang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur optimistis
bahwa Taman Nasional Way Kambas akan menjadi salah satu taman nasional terbaik
di Indonesia jika program ini berjalan dengan baik dan didukung oleh seluruh
pihak.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pendekatan baru diperlukan untuk
menyelesaikan konflik yang telah terjadi sejak tahun 1983 tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah
tidak ingin terus menggunakan cara lama yang terbukti belum efektif.
“Kita harus berpikir out of the
box. Jika cara yang sama terus dilakukan, maka hasilnya akan tetap sama.
Konflik tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah
akan membangun pembatas taman nasional dengan teknologi dan kajian terbaik,
termasuk studi dari berbagai negara seperti India dan Afrika, guna memastikan
efektivitas dalam mencegah konflik antara manusia dan gajah.
Pembangunan ini diharapkan menjadi
titik awal kebangkitan konservasi di Lampung Timur sekaligus menciptakan
keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan
semangat kebersamaan dalam suasana Idul Fitri, memperkuat silaturahmi antara
pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, serta komitmen bersama untuk menjaga
kelestarian alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan
konservasi. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)