Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA

By redaksi 27 Mar 2026, 12:11:27 WIB Ekonomi
Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan, diwarnai kemacetan parah yang melibatkan ratusan truk pengangkut buah dan sayuran.

Kendaraan-kendaraan tersebut terjebak dalam antrean yang mengular hingga puluhan kilometer saat akan memasuki Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA), dengan sebagian antrean mencapai 5 kilometer bahkan lebih di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ketapang.

 Para sopir mengaku telah menunggu hingga lebih dari 10 jam bahkan dua hari untuk bisa masuk ke kapal penyeberangan menuju Pulau Jawa.

Baca Lainnya :

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kemacetan dipicu oleh kebijakan yang mengharuskan seluruh truk logistik melakukan scanning tiket di Pelabuhan SMA sebelum diarahkan ke Pelabuhan Lain.

" Di Pelabuhan BBJ tidak bisa seken barkot, jadi kami para sopir yang membawa buah-buahan dan sayuran harus seken barkot ke Pelabuhan SMA," ucap Hongki salah satu Sopir

Selain itu, terdapat juga polemik terkait kelayakan dermaga dan jumlah kapal yang beroperasi, di mana hanya satu kapal yang diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan buah dan sayuran.

 Akibatnya, sebagian muatan buah dan sayuran mulai mengalami pembusukan, dan para sopir serta pemilik barang mengkhawatirkan kerugian yang bisa mencapai ratusan juta bahkan miliar rupiah.

Kondisi ini juga memicu ketegangan di lapangan, hingga terjadi keributan antar sopir pada Rabu (25/3) malam karena diduga ada truk yang menyerobot antrean dan adanya perlakuan tidak adil di mana beberapa truk tertentu diduga bisa masuk lebih dulu meski berada di belakang antrean.

 Pihak kepolisian dan pengelola pelabuhan kemudian melakukan mediasi dengan para sopir, dan menghasilkan kesepakatan pengaturan antrean berdasarkan jenis muatan, yakni 15 unit untuk kendaraan bermuatan buah dan sayur, serta 5 unit untuk truk pengangkut ayam dalam setiap giliran masuk.

Petugas gabungan TNI Polri juga telah terjun untuk mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan sebagian kendaraan ke Pelabuhan Wika Beton guna mengurai kemacetan.

Sebelumnya, pada 23 Maret 2026, puluhan pickup pengangkut buah dan sayur juga pernah tertahan di pelabuhan karena kebijakan pembatasan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Angkutan Lebaran 2026 yang tidak disosialisasikan dengan baik, menyebabkan kerugian besar bagi para sopir. [MFH/Sriw]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment